Pages

Monday, 19 December 2011

Ayo, Rame-Rame Berdoa di Facebook!


Ayo, Rame-Rame Berdoa di Facebook!

by Hati-hati Berdoa di Status FB on Sunday, 9 January 2011 at 23:36
Ada yang mendukung malah untuk berdoa di facebook. mari kita simak dukungan wisnusumarwan di blognya di wordpress

sumber : http://wisnusumarwan.wordpress.com/2010/09/22/ayo-rame-rame-berdoa-di-facebook/


Ada sebuah fenomena baru yang sekarang kerap saya lihat. Apa itu? Berdoa lewat facebook. Ya, di jaman serba instan ini facebook digunakan sebagai sarana untuk berdoa. Lihat saja, status model ini bertebaran setiap hari di FB. Anda bisa menemukan status-status semodel ini : ‘Ya, Tuhan. Kuatkanlah aku untuk menghadapi cobaan ini‘ atau ‘Tuhan, berikanlah aku jalan terbaik untuk melewati segala kesulitan‘. Dan berbagai model lain, tergantung selera penulisnya.

Saya sama sekali tidak menganggap bahwa hal itu salah atau keliru. Berdoa atau menyampaikan keinginan yang baik kepada Tuhan akan selalu benar dan bermanfaat. Apapun caranya. Namun, ada hal yang perlu kita perhatikan yaitu ternyata telah terjadi pergeseran yang cukup signifikan dalam proses berdoa. Jika dulu doa dianggap sebagai hubungan pribadi antara kita dengan Tuhan, saat ini konstelasinya agak berubah. Sekarang, berdoa bisa jadi hubungan segitiga antara Tuhan, kita dan teman-teman di Facebook.

Benarkah begitu?

Jujur, saya tidak bisa memastikan dengan tepat. Siapapun tidak akan ada yang bisa memastikan karena doa sampai kapanpun juga akan tetap jadi hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Saya rasa hubungan pribadi antara kita dengan Tuhan tidak perlu diperdebatkan.

Lantas, hubungan seperti apa yang terjadi antara kita dan teman-teman di facebook dalam segitiga tersebut? Mengapa fenomena berdoa lewat facebook jadi marak?

Mungkin, sebagian akan beralasan bahwa ‘Saya tidak bermaksud untuk memancing respon apa-apa dari orang, kok. Saya juga tidak perlu dikomentari’. Maka pertanyaan selanjutnya adalah, jika memang tidak perlu dikomentari mengapa tidak berdoa dalam hati saja sambil sembahyang?

Ini sungguh menggelitik benak saya. Mengapa? Pada saat orang secara SADAR melakukan suatu tindakan artinya ada motivasi di belakang itu yang mendorongnya. Apa motivasi yang mendorong seseorang untuk menyampaikan sesuatu kepada Tuhan lewat SNM (Social Networking Media)? Apa yang menyebabkan perlu melibatkan orang lain dalam proses berdoa?

Tidak salah untuk berdoa lewat status facebook karena Tuhan Maha Tahu. Artinya, Tuhan pasti akan ‘membaca’ status facebook yang berisi doa.

Yang berbeda adalah, jika dulu hanya Tuhan yang tahu isi doa kita, sekarang semua orang yang terdaftar di friendlist kita juga bisa mengetahuinya plus friends of our friend, bahkan orang-orang yang tidak secara langsung kita kenali. Caranya pun instan dan begitu saja. Cukup klik ‘home‘. Anda bisa menemukan banyak status berisi doa di situ.

Sekarang saya akan membahas sedikit tentang ‘Sadar’. Saya hampir yakin 100% bahwa kita semua sadar bahwa begitu kita mem-posting sesuatu lewat status facebook, dalam sepersekian detik berikutnya orang lain akan segera bisa mengaksesnya. Termasuk untuk status-status yang berisi doa. Lebih cepat dari koran, TV atau radio dengan cara yang masif (bersifat massa). Artinya, orang yang menuliskan doanya lewat facebook juga sadar bahwa dengan segera banyak orang akan mengetahui isi doanya. (Please, jangan katakan bahwa anda tidak menyadari hal ini).

Karena dari namanya saja, SNM, sudah tergambar seperti apa sifat media ini. Kurang lebih, media (singularnya medium) yang membentuk keterhubungan dalam masyarakat sebagai sebuah jejaring. Masyarakat seperti apa? Masyarakat dunia maya yang tidak dibatasi oleh tempat dan waktu. Pembatas dunia maya hanyalah jaringan internet, gadget yang digunakan dan subjek yang menggunakan media itu sendiri. Ini media yang sangat luar biasa.

Apakah karena sebegitu luar biasanya media ini maka SNM juga bisa digunakan untuk berdoa? Entahlah. Saya tidak tahu.

Definisi SNM sampai sekarang belum berubah. Di luar masalah perdebatan mengenai definisi tersebut, SNM selalu terkait dengan sosial yang untuk gampangnya saya identikkan dengan masyarakat. Artinya, fenomena berdoa di facebook (atau SNM jenis lain seperti twitter, dsb) mencerminkan perubahan yang terjadi di masyarakat. Bisa dikatakan bahwa ini adalah fenomena sosial, minimal di masyarakat dunia maya.

Seringkali terdapat fenomena lain yang terdapat di balik suatu fenomena sosial. Misalnya, ramainya kerusuhan di berbagai tempat tidak hanya mencerminkan kerusuhan itu sendiri. Fenomena kerusuhan mencerminkan kurangnya kesempatan kerja, rendahnya tingkat pendidikan, lemahnya wibawa aparat penegak hukum, dsb… dsb…

Sekarang, ada apa di balik fenomena berdoa lewat facebook? Lagi-lagi, saya hampir yakin 100% bahwa orang yang memasang status berisi doa memang menginginkan doanya itu diketahui oleh orang lain. Karena, jika ia tidak ingin doanya diketahui orang lain maka ia tidak akan memasangnya di status facebook. Atau, mungkinkah orang yang tidak ingin doanya diketahui orang lain tetap memasangnya di status facebook? Saya tidak tahu. Tapi memang agak aneh jika, “Saya tidak mau orang lain tahu isi doa saya, jadi saya akan memasangnya di status“.

Sekarang, bayangkan kejadian rekaan berikut ini. Seseorang, sebut saja ‘Mawar’, meng-update status seperti ini : “Ya, Tuhan. Bebaskanlah aku dari kesulitan ini. Aku tidak bisa menemukan jalan keluarnya. Tolong aku menemukannya. Amin“. Tak lama setelah status tersebut terpublikasi datanglah berbagai komentar plus beberapa lainnya mengeklik ‘like‘. Seperti biasa, komentar-komentar itu berbunyi seperti ini : ‘tabah ya, sayang’; ‘Tuhan akan membantu orang yang sabar’; “Kuatkan hatimu“; atau komentar-komentar sejenis itu. Mawar sibuk membalas komentar-komentar itu dengan ucapan terima kasih. Mawar senang karena doanya didukung banyak orang.

Hari berlanjut. Sudah seminggu dan Mawar belum juga menemukan jalan keluar. Mawar mulai putus asa karena terjebak dalam kesulitan sementara comments dan ‘like‘ di statusnya sudah puluhan. Mawar sekarang ingin meminta bantuan. Pertanyaan pertama, menurut anda, dari sekian banyak orang yang mendukung Mawar di statusnya, berapa persen yang akhirnya akan benar-benar membantu Mawar?

Mawar bingung pada siapa ia harus meminta bantuan. Akhirnya, Mawar melihat ulang statusnya itu. Melihat siapa saja yang berkomentar di sana. Ternyata, beberapa adalah teman mainnya, sebagian besar tidak terlalu akrab, beberapa di antaranya tidak ia kenali dan sisanya tinggal di kota lain. Melati, sahabat terdekatnya, sama sekali tidak berkomentar.

Akhirnya, terpikirlah untuk menelepon Melati. Mawar menceritakan kesulitannya. Melati terus mendengarkan sambil sedikit berkomentar. Di akhir pembicaraan, Melati menyuruh Mawar untuk datang ke rumahnya. Melati tidak tahu apakah ia bisa membantu, tapi Melati punya niat untuk membantu dan benar-benar mengajak Mawar untuk mencari solusi.

Pertanyaan kedua, sadarkah Mawar ketika ia mengupdate status di facebook bahwa comments dan ‘like’ yang muncul tidak sepenuhnya mencerminkan hal yang sesungguhnya? Dan terakhir, kita kembali pada pertanyaan awal kita. Lantas, apa yang diharapkan oleh Mawar saat menyampaikan doanya tidak hanya kepada Tuhan, melainkan juga kepada teman-teman di facebook?

Sadar atau tidak sadar orang yang menyampaikan doanya lewat status telah membagi sesuatu yang bersifat sangat pribadi ke areal publik (saya tidak tahu hubungan mana lagi yang bisa lebih pribadi dibanding hubungan kita dengan Tuhan). Tidak cukupkah dengan bercerita kepada sahabat kita saja? Mengapa doa yang bersifat sangat pribadi perlu dibagi pada ribuan orang (secara sengaja atau tidak sengaja) lewat facebook, yang kemudian dilanjutkan dengan berbalas comment?

Well, saya akan membiarkan anda untuk menjawab sendiri pertanyaan pertama dan kedua. Saya akan langsung berasumsi tentang apa jawaban yang mungkin untuk pertanyaan ketiga. Karena ini hanya asumsi maka bisa saja salah atau bisa saja benar.

Pertama, asumsi saya adalah maraknya status berisi doa di facebook mencerminkan bahwa makin banyak orang yang kesepian. Mawar merasa kesepian. Mawar butuh kehadiran orang lain. Dan tidak ada cara yang lebih praktis selain lewat SNM.

Mawar merasa harus membagi perasaannya dan tidak memiliki tempat yang pas untuk membaginya maka ia menggunakan SNM sebagai sarana. Hal ini karena sifat SNM yang segera. Lewat SNM, orang cenderung merasa lebih mudah untuk mengumpulkan puluhan, ratusan atau bahkan ribuan orang dalam waktu singkat. Membuat Mawar merasa didukung oleh banyak orang, meskipun orang-orang itu tidak ada di sampingnya. Tapi, mengapa Mawar masih perlu membaginya lewat SNM jika ia juga bisa langsung bercerita pada sahabatnya yang jelas-jelas akan bersedia membantunya?

Inilah asumsi kedua saya. Asumsi ini berdasarkan teori Media Ecology yang diajukan oleh Marshall McLuhan. McLuhan membuat sebuah pernyataan monumental yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan para ahli tentang apa yang ada dibalik pernyataan itu. Begini bunyinya, Medium Is The Message.

Saya setuju dengan salah satu penjelasan tentang pernyataan itu. Yaitu, kurang lebih, saat ini jalur komunikasi menjadi lebih penting dibanding isi pesan. Dalam kasus Mawar, ia menganggap bahwa alat komunikasi yang digunakan (komputer, blackberry, facebook, twitter, segala jenis messenger, dsb) lebih penting dari isi status yang ia tampilkan. Pokoknya ia harus meng-update agar tetap terhubung pada jalur komunikasi. Mungkin, meskipun tidak berjenggot, terputus dari jalur komunikasi akan membuat Mawar kebakaran jenggot. Jadi, asumsi ini sekaligus menyatakan bahwa Mawar tidak sepenuhnya berteman dengan orang-orang dalam jejaringnya. Lebih dari itu, Mawar justru berteman dengan komputer, blackberry, dan segala perangkat yang menghubungkannya dengan jaringan. Mawar sedang berbagi perasaan dengan alat!

Kita bisa saja membuat asumsi lebih banyak lagi. Entah mana yang benar. Tapi, jangan sampai malah asumsi ketiga saya yang terjadi. Yaitu, ternyata itu bukan doa! Mereka sedang iseng saja karena tidak punya kerjaan. Dan status berisi doa akan membangkitkan perasaan simpati.

Hah! Sekarang, apa asumsi anda?

Jakarta, 23/9/10

http://www.wisnusumarwan.wordpress.com

* Tulisan ini bukan kritik atau sindirian, melainkan ajakan untuk bersama-sama berpikir.

Jesus in Islam..Jesus Mother in Islam.....


by Amer Al-bayya on Monday, 18 April 2011 at 19:18

Jesus in the Quran
Swedish translation: Aisha & Aisar
Source: http://www.saaid.net/islam/6.htm
The Islamic view of Jesus is far from the other religions.
The Jews, who denied Jesus as a prophet of God, called him
an impostor. The Christians on the other side considered him to be the son of God and
worshiped him like this. Islam considers Jesus to be one of the main
The prophets of God and respects him as much as Ibrahim
(Abraham), Moses and Mohammed. (Peace be upon them) This is in
well with the Islamic view on the unity of God, the divine
guidance unit, and in a complementary role, even at the Mission
who came to fall on God's messengers.
The central part of Islam - the willing submission to the will of God
- Was revealed to Adam, who transmitted it on to their children. All
subsequent revelations received by Noah, Ibrahim, Moses, Jesus
and finally Mohammed (Peace be upon them) had the same message,
carefully designed to determine the relationship between man and
God, man and man and man and regulations. Therefore,
Islam is the contradictions in the revealed religions as something
created and introduced by humans. Jesus prominently in these three
major religions - Judaism, Christianity and Islam - should not be
seen as an exception.
Although the Quran does not present a detailed life story of Jesus,
informing it of the important aspects of his birth, his mission and
His ascension to heaven and condemns Christian beliefs
about him. Quran's contemplation of Jesus begins with his mother,
Mary, befruktelse. Maria's mother was married to Imran and took a vow
to dedicate his daughter to worship in the temple. When Mary became a
woman, appeared in the Holy Spirit (the Archangel Gabriel) for
her in the form of a man, with news of a son. In the Qur'an we read
the following dialogue between Mary and the angel:
The angels said: "Maria! Allah giveth thee glad
message of one s from Him (which you will give birth to it) whose
name shall be Messiah Jesus son of Mary, held in honor of
this world and the Hereafter, and one of them will be
in (God's) presence. He shall speak to the people in the cradle and the
mature age and he must be one of the righteous. "
Mary said: "O Lord! How can I have a son when no man
has touched me? "(The angel said):" How (will it be), God creates what
www.islamguiden.com 2
He wants to. If He wants something to be said he only
it: 'Be! "- and it is."
(Quran 3:45-47)
In a chapter (Surah) entitled "Maryam" (Mary), says Quran
us how Mary gave birth to her son, and the accused when she was with him
child home:
In due time she returned to her with the baby in her arms. Said
the "Mary, you have done something monstrous! You sister of Aaron! Your father
was not a bad person and your mother was not a promiscuous
slut! "Then she pointed to the child. (They said): "How would we
able to speak to an infant (who is) in the bud? "(When speaking) he
(To them): I am the servant of God. He has given me revelation and
called me a prophet. He has blessed me, wherever I am,
and commanded me that as long as I live Prayer and get me an
the poor and to love my mother and show her contempt - and
He has not made me a miserable tyrant. (God's) peace was
me the day I was born and will be with me the day I die and
the day I peel resurrected from the dead. "
(Quran 19:29-33)
In the same chapter, following the above quotation, God assures
Mohammed (peace and blessings be upon him) and through him
worldwide, it has been told above is the truth about Jesus
(God's peace and blessings be upon him), though the Christians do not want to realize
this. Jesus is NOT God's son: He was, of course, only son of Mary.Verse
continues:
"This is the true word of Jesus, the son of Mary, on the (natural) the
disagree. (The majesty of God) forbid that he should have a son, much is
He in His glory. When he decides that something must be said, he
only to it: Be!, And they are. "
(Quran 19:34-35)
www.islamguiden.com 3
After this strong statement about Jesus' nature, rely God Mohammed
(God's peace and blessings be upon him) to call the Christians to worship
of the one God:
"And (Jesus said), Allah is my Lord and your Lord, to be Him
you worship. This is a straight path. "
(Quran 19:36)
The rejection of the very idea of God having a son is re-written
later in the same chapter with even stronger words:
"And they say: The Gracious, the (pardon) a son. You have uttered something
tremendously. Something that could blow up the heavens to pieces and get
Earth to rend and mountains that plunge into the depths that people are so
far as to assign the Merciful a son! The notion that the
Gracious is (begotten) son is not consistent with His divine
majesty! None of the creatures (who populate) the heavens and the earth
can approach the Merciful, other than as His servants "
(Quran 19:88-93)
Quran acknowledging the fact Jesus had no human father, but
this fact does not make him the son of God, or God Himself. If we
would go by that criterion, then Adam was more entitled to
as son of God, because he had neither mother nor father. Quran draws
attention to the miraculous creation both of the following
texts;
"Before God, Jesus is by nature akin to Adam. He created
him of the ground and said to him: Be! and he is. "
(Quran 3:59)
Quran denies the so-called trinity of God the Father, God the Son
and God the Holy Spirit - just as strong as it denies the idea that
Jesus is the Son of God. This is unable for reasons that God is One.Three can not be one.
www.islamguiden.com 4
Qur'an addresses the Christians in the following verses from sura called "An-
Nisaa '(Women)
"Successors of previous revelations! Do not go to extremes in
(Practice of) your religion and say not of God different from that
True! Christ Jesus, Son of Mary, was a messenger of God and His Word
proclaimed to Mary and the spirit of his (spirit). Believe in God and therefore
His messengers and say not: "(God is) three." Termination of your own
best! God is the one God. Greater is He in His glory, far
from (the idea) that he would have a son! To him be all that
heavens and whatever is on earth. No one needs additional
protection beyond God. Christ has not adhered to good to be God
servant, nor angels have their place in His presence. (On
the last day) He will gather them all before Him whose pride
preventing them to serve God. Then He will give those who had faith
and lived righteous their full salary and in His mercy give them more;
but the proud he must have endured a painful doom and they
shall not find patronage consent or helper besides God. "
(Qur'an 4:171-173)
The denial of the divinity of Jesus (and Mary's divinity also for the
part) is presented in the Quran as a dialogue between the Almighty and
Jesus on Judgement Day. All the envoys and their people will be gathered
in front of God and He will ask the messengers how they were received
of their people and what they told them. Among those who will be
respondents is Jesus:
"And God said, Jesus, son of Mary, is it you who asked
people to worship you and your mother as divine beings in
hand of God? (Jesus) shall say, "Great are You in Your glory! How
I say what I have no right to say? If I had
You said this would surely have known it. You know what is in my
innermost but I do not know what is in your innermost: You know everything
which is hidden from the people. "
(Quran 5-116)
Now that it is determined that the Quran denies the Trinity and the son of
the form of Jesus, what was then, according to the Koran, Jesus' real mission? The answer
of this is that Jesus was a link in the long chain of Prophets and
www.islamguiden.com 5
messengers were sent by God to different nations when they needed
guidance or when they departed from Moses and other Envoy's teachings. Despite
he miraculously was aided by the many miracles which proved that he was
a messenger from God, rejected the majority of the Jews his
prophethood.
In another Koranic verse, Jesus confirms the validity of the Torah
appeared in writing given to Moses and he also gave the glad
message that a final messenger would come after him:
And (remember) Jesus son of Mary, who said: "Children of Israel! I am sent
to you by God to confirm what is still composed of the Torah and the
to proclaim to you the glad tidings of a messenger who shall
come after me whose name shall be Ahmad. "
(Quran 61:6)
Please note that "The vaunted" is a translation of "Ahmad" -
Prophet Muhammad's name. A careful study of the New Testament shows that
Jesus refers to the same Prophet in John 14:16-17: "I shall
ask the Father, and He shall give you another Helper (Prophet Mohammed);
who will be with you forever: the Spirit of truth. "
The usual explanations no to this prophecy is that the "helpers"
refers to the Holy Spirit, but such a declaration else can be excluded using
by another verse in John: "But I tell you the truth: the
is to your advantage that I go away. For if I leave you, will not
Comforter to you. "
He is counselor characteristics, which can be derived from this prophecy,
it that he will forever remain with the faithful that he will
to praise Jesus, and that he will speak what he hears from God. All
four characteristics fit the Prophet Muhammad. He came six
decades after Jesus. He came up with a comprehensive and eternal message,
who completed the prophecy of the counselor who would come to stay with
the faithful forever. He praised Jesus as the great Prophet.
Koran attributes to Jesus miracles not mentioned in the Bible, Old or
New Testament, as well as specific verses in the Quran show how the Prophet
Muhammad was rejected by Jews and Christians, unable for reasons prejudices and
misunderstanding rather than of knowledge that came from the Bible
It is a historical fact that there are many who follow "the straight
means "the people were called to by Jesus. He was followed only by
a few disciples who were inspired by God to support him. The non-
believers conspired against him - as they did against Mohammed
six decades later - to kill Jesus. But God had better plans for
him and his followers, as the Qur'an tells us:
www.islamguiden.com 6
"When Jesus perceived their unwillingness to believe (on him) said:
"Who wants to help me (to call people) to God's way?" The
dressed in white, said: "We are God's helpers! We believe in God, bear witness to
that we have subjected us His will! Lord! We believe in what you
has revealed to us and we want to follow the envoy, count us
among the witnesses of truth. And those (who would not believe) crafted the wicked
plans (to Jesus), but (even) God schemed - no plotting
plans better than God. And God said, "Jesus! I will call you to
Me and I will exalt you to my (glory) and I shall be clean
you from (the accusations) deniers of the truth (turned
against you). And I will put those who follow you far above those
deny (you) until the Day of Resurrection: then shall ye all go
Back to Me and I shall judge between you in all that you were
disagree about. "
(Quran 3:52-55)
As the above verse shows Jesus was and was elevated to heaven.
He was not crucified. It was indeed their plan, those who were against
Jesus, let him sit on the cross until he died, but God saved
him and someone else was crucified in his place:
"And (We punished them) for their denial and the tremendous,
offensive lies that they spoke about Mary, and their words: "We
have killed Christ Jesus the son of Mary (who claimed to be) God
envoy! "But they killed him not nor crucified
him, although for them seemed to be so. Those who are of different
sentence is not sure of their case, they have no (real) knowledge of
without relying on assumptions. It is certainly so that the
not killed him. No, God raised him to His (glory);
God is almighty, wise. And among the followers of earlier times
Revelations is no one who is not before his death, believe in him (as
Prophet of God) and he shall testify against them on the Day of Resurrection. "
(Qur'an 4:156-159)
The Quran does not explain who the person was crucified instead of Jesus,
Nor does the supposed time of Jesus' arrival. But the interpreter of
Quran has always believed that this last verse says that Jesus will
believe in him before he dies. This interpretation is supported by authentic
statements (Hadith) of Prophet Muhammad (peace and blessings
upon him and upon all the messengers of God).
God is one..Islam is one...

[Review] Majlis Maulidur Rasul SAW & Haul Sultanul Auliya Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Aj-Jaelani 2011




by Brado Kapak on Monday, 11 April 2011 at 21:52

Selamat Datang.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani. Setinggi-tinggi Syukur ku panjatkat ke Hadrat Illahi kerana dengan limpah KurniaNYA dapat lagi saya menghadiri Majlis Maulidur Rasul SAW & Haul Sultanul Auliya Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Aj-Jaelani QS buat kali ke-2. Selawat dan Salam ke atas Insaan Kamil, Sayyidil Mursaleen, Rahmatan lil 'Alamiin, Thoyyibal Ardani, Sayyidina Wa Zukhrina Wa Maulana Muhammad SallAllahu 'Alaihi Wa Sallam. Al-Fatihah...

Maulana As-Syeikh Habib Afifuddeen Al-Jaelani, keturunan ke-34 Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Aj-Jaelani dan juga Pengasas serta Penaung Al-Wariseen Trust. Merupakan Penasihat Darul Jaelani International dan penganjur Majlis Maulidur Rasul SAW & Haul Sultanul Auliya Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Aj-Jaelani 2011


Alhamdulillah, majlis ini adalah majlis Maulidur Rasul dan Haul Akbar yang ke-3 dianjurkan oleh Yayasan Al-Wariseen dan Darul Jailani International. Majlis ini diadakan secara gilang-gemilang sekali setahun. Dua majlis terdahulu diadakan di Masjid Negara dan majlis kali ke-3 ini diadakan di Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin (Masjid Besi), Presint 3, Prang Besar dgn kerjasama Majlis AJK Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Untuk pengetahuan, suatu masa dahulu Putrajaya dikenali dengan nama Prang Besar.

Kali ini saya hadir bersama Shimon Hatzaddik ke majlis ini. Kami sampai di Masjid Besi beberapa minit sebelum azan Asar dikumandangkan. 

Poster yang terpampang menyambut kedatangan kami.

Suasana Masjid Besi yang lengang sebelum majlis bermula.

Setelah solat Asar berjamaah, para hadirin dijemput untuk minum petang di tempat yang disediakan. Menunya adalah, karipap, kuih cakoi, kuih seri muka dan air teh o panas. Ketika sedang asyik memakan kuih, saya terfikir, bagaimana agaknya kalau berjumpa dgn Abang Merah Silu dan ahli FAB yang lain pada hari ini, pasti meriah rasanya. (tapi tak jumpa pun. rugiiii...)


Tepat jam 5.20, hadirin dijemput masuk semula ke ruang solat utama Masjid Besi kerana majlis akan bermula pada jam 5.30. Majlis dimulai dengan bacaan Al-Quran oleh seorang Qari dari Qatar (maaf saya lupa nama tuan Qari). Kemudian majlis diteruskan dengan persembahan oleh kumpulan Ahbabul Mustofa dari Singapura. Ahbabul Mustofa merupakan kumpulan nasyid yang ditubuhkan di Singapura dianggotai oleh Alumni pelajar Madrasah Al-Junied Al-Islamiyah, Singapura. Lagu mereka yang femes bertajuk, Doa Taubat. Boleh tengok kat sini: http://www.youtube.com/watch?v=LF4TRyHD30g

Ketibaan Syeikh Afifuddeen sekitar jam 5.40 petang.

Seterusnya majlis menjemput Dr Syeikh Afifi Al-Akiti untuk menyampaikan tausyiahnya. Dr Afifi merupakan satu-satunya bangsa Melayu yang menjadi pensyarah di Universiti Oxford. Dr menjadi pensyarah dalam bidang Teologi Perbandingan Agama. Dalam tausyiahnya (kata-kata/ucapan), Dr menegaskan kita supaya selalu mengingati Junjungan Besar Baginda Rasulullah SAW pada setiap masa. Dr juga mengajak para hadirin untuk sama-sama mengalunkan Qasidah Abdul Muttalib yang mana Qasidah ini sering dialunkan di Nusantara oleh ibu-ibu kita setiap kali sebelum membaca Maulid Barzanji dan Marhaban. Qasidah ini juga terkenal dengan nama Qasidah Solla 'Alaika Allah Ya Adnani, qasidah ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah Wa Nihayah serta turut diriwayatkan oleh Al-Imam Barzanji dalam kitabnya Maulid Wa Ad'iyah pada bab Maulid Syaraful Anam. Boleh dengar Qasidah ini disini: http://www.youtube.com/watch?v=ciDn1S2EUUo&feature=related

صلى عليك الله يا عدنان - يا مصطفى يا صفوة الرحمن - الحمد لله الذي أعطاني - هذا الغلام الطيب الأردان - قد ساد فى المهد على الغلمان - أعيذه بالبيت ذي الأركان - حتى أراه بالغ البنيان - أنت الذي سمية في القرآن - أحمد مكتوب على الجنان - صلى عليك الله في الأحيان - أحمده في السر والبرهان - حقا على الإسلام والإيمان - أحمده في السر والبرهان - حقا على الإسلام والإيمان - يا ربنا بالمصطفى العدنان - اغفر ذنوبي ثم أصلح شأني يا الل
(Qasidah Abdul Muttalib, fil Majmu'ah Maulid Wa Ad'iyah, Maulid Syaraful Anam, Kitab Barzanji m/s 21)

Al-Kisah, apabila Abdul Muttalib atuk kepada Baginda Rasulullah SAW mendapat berita tentang kelahiran Rasulullah SAW, maka dengan tersangat gembiranya, Abdul Muttalib telah mendukung Sayyidina Muhammad SAW yang pada ketika itu masih bayi seraya membawanya ke hadapan Ka'bah. Kemudian Abdul Muttalib telah bertawaf dihadapan Ka'bah sambil mengalunkan Qasidah seperti diatas, sambil bersamanya Sayyidina Muhammad SAW dalam gendungannya.

Dr Afifi Al-Akiti, pensyarah di Universiti Oxford.

Seterusnya majlis diteruskan dengan ceramah oleh Syeikh Ibrahim dari Australia. Isi kandungan ceramahnya adalah seperti berikut:

Saya hidup ditengah-tengah masyarakat barat yang pemikirannya berasaskan kepada materialiti. Pemikiran bertonggakkan material adalah suatu yang bercanggah dari fitrah manusia, ia akan terpisah drpd ruhnya. Jika kita hidup bertonggakkan material, ia adalah seakan-akan seekor burung yang terbang dengan satu sayap sahaja. Pasti akan jatuh dan terhempap ke bumi.

Ketahuilah majlis ini mempunyai sanad dan rantaian yang hidup tanpa putus yang bersambung kepada Rasulullah SAW. Ia bukan sekadar maulid, tetapi ia bersambung dari segi Ruh dan akhlaknya. Sayyidina Abu Hurairah RA pernah berkata kpd Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, aku pernah memuji para raja-raja maka aku dapati mereka bertambah kemuliaannya dan aku pula berkurang kemuliaannya. Akan tetapi, apabila aku memuji engkau, maka aku pula yang bertambah kemuliaannya."

Ketahuilah, kehidupan sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW adalah suatu kehidupan yang gelap daripada cahaya Ruhani dan Akhlak. Sesungguhnya, kekuatan yang ada pada ketika itu sepi daripada kekuatan ruhani. Beruntunglah kita kerana dapat menjadi ummat Nabi SAW, hidup kita telah dipenuhi dari semua aspek termasuklah kekuatan Ruhani dan jasmani.
Habib Ali Zainal Abidin berbaju cokelat sedang menterjemahkan Ceramah yang disampaikan oleh Syeikh Ibrahim Australia yang berjubah putih. Kelihatan abang baju biru sedang busy tangkap gambar...

Begitulah serba sedikit ringkasan ucapan Syeikh Ibrahim yang telah diterjemahkan oleh Al-Habib Ali Zainal Abidin Al-Hamid. Seterusnya majlis diteruskan dgn persembahan Qasidah dari kumpulan Nasyid Indonesia dibawah pimpinan Syeikh Habib Hassan Al-Kaff. Seterusnya majlis diteruskan dengan ceramah oleh Dr Abdul Illah dari Iraq. Kemudian diserikan dengan bacaan Qasidah oleh seorang pemuda dari Makkah, maaf saya lupa nama beliau. Pemuda ni sepanjang majlis berlangsung, dia sebok tangkap gambar je, sekali tiba-tiba dia baca Qasidah, MasyaAllah sedap suara dia.

Suasana ketika petang hari. Kelihatan kumpulan Nasyid dari Pesantren Indonesia berbaju biru dihadapan sedang mempersembahkan Qasidah mereka dibawah pimpinan Habib Hasan Al-Kaff.

Habib Hasan Bin Muhammad Salim Al-Attas, Imam besar Masjid Ba'alawi, Singapura. Waris Ratib Al-Attas.

Ketibaan Tun Abdullah Hj Ahmad Badawi diiringi Syeikh Afifuddeen sekitar jam 6.40 petang. Tun merupakan tetamu VIP Khas dalam majlis kali ini. Kelihatan Tun sedang bersalaman dengan Habib Hasan Bin Muhammad Salim Al-Attas dari Singapura.

Kemudian majlis berhenti  seketika utk solat Maghrib bersama. Seusai solat, majlis diteruskan dengan sedikit kata-kata ucapan oleh Tun Hj Abdullah Ahmad Badawi, Mantan Perdana Menteri Malaysia ke-5. Kemudian majlis diteruskan dengan bacaan Maulid Ad-Daiba'ie oleh Al-Habib Hassan Bin Muhammad Salim Al-Attas, Imam Besar Masjid Ba'alawi Singapura. Habib Hassan merupakan waris Ratib Al-Attas yang terkenal itu. Boleh tonton disini: http://www.youtube.com/watch?v=C2QbJKpzaoU&feature=player_embedded#at=52 (Kredit utk Pak cik Merah Silu)

Habib Ali Zainal Abidin Al-Hamid berjubah cokelat sedang menterjemahkan ucapan Tun Abdullah Hj Ahmad Badawi dari Bahasa Melayu ke Bahasa Arab.

Al-Alim Al-Imam Al-Habib Hasan Bin Muhammad Salim Al-Attas, Imam Besar Masjid Ba'alawi Singapura sedang memimpin bacaan Maulid Ad-Diba'ie. Habib Hasan merupakan pemimpin bacaan Maulid Diba'ie setiap kali majlis besar anjuran Al-Wariseen Trust diadakan.

Abang yang berbaju biru dan abang yang berserban kuning ni kameramen. Tak henti-henti tangkap gambar. Yang baju biru tu hensem.

Mahallah Qiyam. Dalam bulatan merah, berbaju cokelat adalah saya dan berbaju hitam, Abang Shimon Hatzaddik.

Para VIP sedang berdiri ketika Mahallah Qiyam, Maulid Diba'ie.

Abang yang berbadan besar berdiri dihadapan paling kiri, dialah orang yang sebok tangkap gambar sepanjang majlis. Tak reti duduk diam, tapi bila berQasidah dan Marhaban, MasyaAllah sedap beno. Apa rahsia bang? :D

Kemudian setelah selesai bacaan Maulid, majlis diteruskan dengan syarahan dan tausyiah oleh Al-Allamah Al-Habib Umar Bin Hamid Al-Jaelani. Habib menetap lama di Makkah, merupakan keturunan Syeikh Abdul Qadir Jaelani yang ke-33 kalau tak silap saya. Manakala Syeikh Afifuddeen Al-Jaelani pula merupakan keturunan Syeikh Abdul Qadir Jaelani yang ke-34.

Al-Allamah As-Syeikh Al-Habib Umar Bin Hamid Al-Jaelani dari Makkah Al-Mukarramah (kiri) bersama KH Asrori Al-Ishaqi dari Jakarta (kanan).

Berikut isi-isi penting daripada tausyiah yang disampaikan oleh Al-Allamah Al-Habib Umar Bin Hamid Al-Jaelani:Syukur ke Hadrat lahi yang tiada putus atas nikmat dapat menghadiri majlis seperti ini. Selawat dan Salam kepada Junjungan Besar Rasulullah SAW. Seterusnya Habib telah menegaskan kepada kita bahawa alangkah bertuahnya kita dapat menghadiri majlis ini, yang mana kita telah mengikuti cara-cara orang terdahulu. Yang mana tak lain tak bukan supaya kita mengambil ibrah (pengajaran) daripadanya.

Yang mana orang-orang terdahulu telah menerima hidayah, maka kita mesti mengikuti cara hidup mereka. Sebuah hadis Rasulullah SAW yang mafhumnya; "Barangsiapa mahu mendirikan masjid, sekalipun kecil, nescaya Allah akan membalas dengan istana yang besar di Syurga kelak." Ketahuilah bahawa tempat yang akan kita tempati adalah rumah yang indah, dengan kesempatan ini kita bersyukur kerana dapat menghadiri majlis ini yang diwarisi turun temurun dari para Solehin terdahulu yang semuanya telah mendapat Hidayah dan petunjuk drpd Allah SWT.

Seorang murid kepada Sultanul Auliya Syeikh Abdul Qadir Jaelani pernah berkata; "Kalau kita (Syeikh Abdul Qadir Jaelani) memberi sesuatu keterangan atau kata-kata hikmat, dan jika kita hendak memberi syarahan tentang keterangan dan kata-kata hikmat itu nescaya ia akan menjadi sebuah kitab besar."

Telah berkata Syeikh Abdul Qadir Jaelani; "Hendaklah kamu selalu-selalu bersama-sama yang HAQ sehingga tidak ada lagi orang dihadapanmu. Hiduplah kamu dikalangan/ditengah-tengah manusia, sedangkan kamu tidak mempunyai nafsu lagi terhadap mereka (kebendaan dan manusiawi)." (ini merupakan antara kata-kata hikmat yang sangat mendalam maksudnya yg pernah diucapkan oleh Syeikh Abdul Qadir Jaelani).

Sesungguhnya manusia hari ini telah berpecah-pecah kerana telah keluar dari garis-garis yang digariskan oleh para Muhsinin yang berlandaskan garis-garis Rasulullah SAW. Syeikh Abdul Qadir Jaelani juga pernah berkata; "WALLAHI, kalau aku memiliki kedudukan disisi ALLAH SWT, nescaya aku akan memberi bantuan kepada seluruh ummat Muhammad dari awal hingga akhir." Betapa kasihnya Syeikh Abdul Qadir Jaelani sehingga dia berkata seperti itu. Apatah lagi Junjungan Besar SAW kita, yang ketika hendak wafat pun masih teringat akan ummatnya.

Bahawa kita ummat Nabi Muhammad SAW adalah ummat yang  satu, bukan 2 atau 3. Yang ada adalah ummat Muhammad SAW. Di dalam Al-Qur'an sudah djelaskan bahawa kita adalah ummat yang satu, dan dalam ayat yang lain ditegaskan bahawa "Sesungguhnya manusia itu adalah bersaudara, maka damaikanlah diantara saudara-saudara mu." Disebutkan disini, saudara-saudara mu, bukan saudara mu. Ini bererti, seluruh ummat Islam adalah bersaudara.

Hadis Rasulullah SAW mafhumnya; "Seorang muslim seorang saudaranya adalah muslim." Hadis lain pula menyebut; "Hubungan sesama muslim, darahnya adalah haram." Kita hari ini telah jauh dari apa yg digariskan oleh Rasulullah SAW, sehingga kita menjadi seperti sekarang (memfitnah, mencaci, berbuat maksiat, berbunuh-bunuhan dan macam-macam lagi yang telah menjadi kebiasaan manusia akhir zaman ini), dan kita tak akan dapat merdeka daripada itu sehingga kita kembali kepada jejak-jejak orang-orang yang telah diberi petunjuk seperti yang digariskan oleh Rasulullah SAW.

Sebuah Hadis Rasulullah SAW ada menyebut; "Ikutilah orang yang telah diberi petunjuk." Semoga ALLAH SWT menyelamatkan ummat Islam tidak kira dimana sahaja berada. Tidak kita keluar dari masjid ini kecuali kita menanamkan sesama kita adalah saudara.

Kemudian Habib Umar mengakhiri tausyiahnya dengan bacaan doa untuk memohon keamanan bagi ummat Islam di Timur Tengah seperti yang dipinta oleh Tun Abdullah Badawi. Kemudian Habib Umar juga mendoakan ummat Islam di Nusantara ini agar bersatu. Kemudian didoakan juga agar seluruh warga Melayu ini bersatu dan bersama-sama menjadi ummatan wahidah (ummat yang satu) supaya kegemilangan Islam itu dapat dikembalikan. Habib juga mendoakan semua hadirin agar terjalin ukhuwah yang kukuh dikalangan para hadirin. Kemudian Habib Umar menutup tausyiahnya dengan selawat ke atas Junjungan Besar Baginda Rasulullah SAW.

Para hadirin khusyuk mengaminkan doa yang dibacakan oleh Habib Umar Bin Hamid.

Begitulah serba ringkas apa yang disampaikan oleh Habib Umar dalam Bahasa Arab dan telah diterjemahkan oleh seorang Habib dari Indonesia (maaf sekali lagi saya lupa nama penterjemahnya). Kemudian majlis diteruskan dengan acara kemuncak iaitu tausyiah ringkas oleh Syeikh Afifuddeen Al-Jaelani, Pengasas dan Penaung Al-Wareseen Trust dan Penasihat dan Penaung Darul Jaelani International.

Dalam tausyiahnya yang serba ringkas dan berbahasa Inggeris itu, Syeikh Afifuddeen telah menceritakan tentang beberapa Hadis Nabi SAW, kemuliaan para Sahabat, para Solehin terdahulu, Syeikh Abdul Qadir Jaelani dan kisah kewafatan Rasulullah SAW (boleh baca disini: http://bradokapak.blogspot.com/2011/02/kisah-cinta-teragung_15.html). Kemudian Syeikh Afifuddeen membacakan doa penutup majlis lalu melaungkan Iqamah dan solat Isyak berjemaah diimamkan oleh seorang Mufti dari Iraq (maaf, saya lupa namanya).

Maulana As-Syeikh Habib Afifuddeen Al-Jaelani sedang membaca doa.

Setelah selesai solat Isyak beramai-ramai, sesi bersalaman bersama para Masyaikh pun berlangsung. Para hadirin berebut-rebut untuk bersalaman dengan Tuan-tuan Syeikh yang hadir. Saya dan Shimon Hatzaddik pun tidak melepaskan peluang ini untuk bersalaman dgn para tuan-tuan Syeikh yang ada. Kemudian para hadirin dijemput untuk menikmati hidangan yang telah disediakan. Menu makan malam adalah Nasi Beriani berlaukkan ayam masak merah, sayur arca dan kari kambing. Air sirap pula disediakan sebagai penghilang dahaga untuk para hadirin.

Gambar suasana tempat makan ditangkap dari jauh. Kelihatan meja merah, diatasnya terdapat air sirap.

Setelah kenyang menjamu selera (Alhamdulillah), saya dan Shimon Hatzaddik pun pulang ke rumah lebih kurang pada jam 11.30 malam. Kami mengambil jalan menghala Kajang dan keluar di Cheras kemudian terus ke Gombak. Sekitar jam 12.30 kami tiba di Gombak. Alhamdulillah, memang best majlis ni. Betapa terujanya Shimon Hatzaddik yang pertama kali menghadiri majlis seperti ini, tidak dapat digambarkan. Menitis air mata beliau ketika mengalunkan Qasidah Abdul Muttalib dan tersentuh jiwa beliau ketika mengaminkan doa yang dibacakan oleh Habib Umar bin Hamid.

Begitulah secara ringkas keseluruhan majlis yang telah berlangsung dengan gilang gemilang di Masjid Besi, Putrajaya pada hari Sabtu malam Ahad bersamaan 9 April 2011 yang lalu. Kehadiran yang dicatatkan adalah sekitar 5000 orang dari serata pelusuk dunia. Ada yang hadir berkereta, bermotor, menaiki bas, datang dgn kapal terbang, tumpang kawan (saya), dan tak lupa juga mereka yang diberi Kurnia oleh ALLAH SWT untuk datang dengan kerlipan mata sahaja.

Disini saya paparkan beberapa koleksi gambar yang saya ambil dari rakan-rakan:

Dr Afifi Al-Akiti bersama Syeikh Afifuddeen Al-Jaelani beberapa hari sebelum majlis.

Dari Kanan, Mufti Iraq yang menjadi Imam Solat Isyak, Syeikh Afifuddeen Jaelani, Tun Hj Abdullah Hj Ahmad Badawi, Habib Hasan Al-Attas dan Penterjemah Ceramah Habib Umar Bin Hamid yang datang khas dari Indonesia.

Seorang Ulama' Alim dari Indonesia bersama Syeikh Afifuddeen. Saya sering terlupa nama Tuan Guru ni, padahal setiap kali ada majlis Maulid besar-besaran, mesti jumpa dengan dia.

Gambar suasana Masjid ketika Mahallah Qiyam.


Berjubah hitam adalah Syeikh Afifuddeen dan berjubah hijau berkaca mata adalah Dr Afifi Al-Akiti.

Paling kanan, Dr Syeikh Usman El-Muhammadi, berkaca mata hitam Habib Umar Bin Hamid, berkaca mata putih Habib Hasan Bin Muhammad Salim Al-Attas.

Syeikh Afifuddeen bersama seorang Syeikh dari Makkah. Syeikh ni pandai berQasidah dan Marhaban, sedap suara dia. Tiap-tiap tahun dia mesti ada dalam majlis ni. Maaf, lupa namanya.

Syeikh berjubah putih ni pun sedap bila baca Qasidah dan Marhaban.

Beruntung bagi mereka yang dapat mendudukkan diri didalam majlis Mulia seperti ini. Buat kalian yang tidak berkesempatan untuk menghadiri majlis ini, berbahagialah kerana anda masih berpeluang menatap keindahan majlis ini melalui tulisan saya. InsyaAllah, kalau ada lagi majlis seperti ini dimasa akan datang, jangan lupa untuk meramaikan majlis. Kita datang ajak keluarga, kawan-kawan, jiran-jiran dan semua kenalan kita. Bersama kita menuju ke arah Mahabbah Rasulullah SAW.

Sesungguhnya, sangatlah besar pahala bagi orang yang menghidupkan sunnah dizaman fitnah (zaman kita skrg lah). Apatah lagi menyambut dan memuliakan kelahiran Rasulullah SAW, sudah pasti tersangat besar pahalanya. Berbahagialah orang yang tidak henti-henti menyambut kelahiran Baginda, bukan sambut hanya pada 12 Rabiul Awal sahaja, tetapi sambut bila-bila pun boleh. 24 jam tanpa henti pun boleh (berselawat bnyk-bnyk spnjng masa pun dikira menyambut Rasulullah SAW). Semoga kita tergolong diantara ummat Nabi Muhammad SAW yang Muttaqeen serta mendapat Syafaat Rasulullah SAW dihari yang tiada lagi syafaat kecuali dari Rasulullah SAW, Al-Qur'an dan drpd Allah SWT.

Poster besar.

Sekalung penghargaan buat:

1. Pihak Al-Wariseen Trust yang sudi menganjurkan majlis Mulia ini.
2. Pihak AJK Masjid Besi, Putrajaya yang sudi memberi ruang majlis ini diadakan di Putrajaya.
3. Abang Farid Shimon Hatzaddik yang sudi menumpangkan saya dan membayar tol PLUS.
4. Pak cik Merah Silu dan Abang Syed Syahmir Hashim Al-Qudsi yang sudi menyumbangkan gambar dan video Maulid (maaf pakcik dan abang Syed, saya copypaste tak minta izin. hehe...)
5. Darul Jaelani International dan Darul Murtadza yang sudi memberi beberapa keping gambar utk dipostkan disini.
6. Joe Deris yang tak putus-putus menyuruh saya menulis review ini.
7. Pn Lily Hasyim yang tak henti-henti promosikan majlis ini dalam FAB.
8. Zukhairi Lala yang tak henti-henti bertanya tentang majlis ini.
9. Pihak TV Al-Hijrah yang sudi merakam majlis dan merencana untuk menayangkannya di TV Al-Hijrah sedikit masa lagi.
10. Abe Aiz, Sdr Hailmy Ghazali, Pakcik Megat Komeng, Tuan Guru Matlago, Tuan Guru Md Radzif, warga FAB, warga Sidang Mergastua, warga Mampir dan semua yang menyokong usaha ini.
11. Seluruh yang hadir dalam majlis ini serta semua yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam menjayakan majlis yang Mulia ini.

Dan tidak lupa juga kepada seluruh ummat Islam yang tidak henti-henti menyambut Maulid, Haul dan sentiasa berselawat ke atas Junjungan Besar Baginda Rasulullah SAW. Semoga kita semua tergolong dikalangan ummat yang mendapat syafaat Baginda Rasulullah SAW di hari penghisaban kelak. Amiin...

Terima Kasih kerana sudi membaca catatan saya. Pecah kaca pecah gelas, sudah baca harap balas. hehe... :D

Allahu A'lam.
Sekian.
'bradokapak'

Pengakuan Raja Inggris, Swedia dan Norwegia Tentang Kehebatan Khilafah




oleh Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah

Raja George II dalam suratnya mengakui kehebatan khilafah. Berikut terjemahan kutipan surat tersebut:
Dari George II, Raja Inggris, Swedia dan Norwegia,
Kepada Khalifah  - penguasa kaum Muslimin -
di Kerajaan Andalusia,
Yang Dipertuan Agung, Hisyam III,

Yang Mulia..

Setelah salam hormat dan takdzim, kami beritahukan kepada yang Mulia, bahwa kami telah mendengar tentang kemajuan yang luar biasa, dimana berbagai sekolah sains dan industri bisa menikmatinya di negeri yang Mulia, yang metropolit itu.

Kami mengharapkan anak-anak kami bisa menimba keagungan yang ideal ini agar kelak menjadi cikal bakal kebaikan untuk mewarisi peninggalan yang Mulia guna menebar cahaya ilmu di negeri kami, yang masih diliputi kebodohan dari berbagai penjuru.

Kami telah memutuskan puteri saudara kandung kami, Dubant, untuk memimpin delegasi dari puteri-puteri pemuka Inggeris agar bisa memetik kemuliaan …  agar kelak beliau bisa ditempatkan bersama teman-teman puterinya dalam naungan kebesaran yang Mulia.

Puteri kecil kami, juga telah dibekali dengan hadiah kehormatan untuk menghormati kedudukan yang Mulia nan agung..

Hamba mengharapkan kemuliaan yang Mulia dengan berkenan menerimanya, dengan penuh hormat dan penuh cinta yang tulus.

Tertanda,
Pelayan yang Mulia nan taat,
George II

(Sumber: Pernyataan Pers, Juru bicara HT Sudan).

________________________________________________________________

Thursday, 20 October 2011

KESAH MALAM PERTAMA


KESAH MALAM PERTAMA

by Realiti Alam Perkahwinan on Tuesday, 17 May 2011 at 10:30
Seorang lelaki bernama Amat yang baru saja menjalani malam pertama bersama isteri barunya, menceritakan tentang kemusykilannya kepada seorang sahabatnya, Mohd. Jamil.

"Wah, gila juga! Ternyata memang benar," ujar Amat. "Kebiasaan yang sering kita lakukan ketika masih bujang, boleh berulang pada malam pengantin."

"Maksud kau? Sebenarnya apa yang berlaku semalam?" si Mohd. Jamil ingin tahu.

"Begini. Kau kan tau kalau sewaktu bujang aku suka melanggan perempuan?."

"Ha'ah. Tapi bukan ke kau kata dah insaf dah, nak taubat selepas berkahwin?"

"Memang la. Tapi aku tersilap buat something semalam."

"Ye ke? Apa yang kau dah buat?"

"Kau tau, masa malam pengantin semalam, setelah selesai melakukan hubungan, dalam keadaan mamai, tanpa sengaja aku memberikan wang RM100 pada isteri aku."

"Wah, gila kau??!" Mohd. Jamil terperanjat.

"Bukan aku sengaja! Dah benda nak terjadi, nak buat macamana.." jawab Amat dengan muka mencuka.

"Habis, bagaimana? Isteri kau marah ke?"

"Itulah masalahnya," Amat menjawab. "Dalan keadaan separuh sedar dia menjawab, 'Terima Kasih Bang, datang lagi ya'...!"

Umat Islam Akan Berpecah Menjadi 73 Puak?


by Pertubuhan IKRAM Malaysia on Wednesday, 11 May 2011 at 19:13
PERSOALAN 45
Apa Pendapat Tuan Tentang Hadis Yang Mengatakan
Umat Islam Akan Berpecah Menjadi 73 Puak?

Terdapat beberapa hadis yang membicarakan hal ini. Sebagai contoh, Nabi bersabda, “Sesungguhnya golongan Bani Israel berpecah kepada 72 golongan dan umatku akan berpecah kepada 73 golongan, kesemua mereka di dalam neraka kecuali satu. (Sahabat-sahabat) bertanya: ‘Siapakah yang satu itu wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab: Mereka yang mengikut landasan yang aku dan sahabatku bawa”. Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmizi.

Dr Yusuf Qardawi berkata, “Hadis ini tidak terdapat dalam Sahihain (iaitu Bukhari dan Muslim) sama sekali, sedangkan isu yang dibawa hadis ini adalah penting. Ini bererti hadis tersebut tidak sahih mengikut syarat kedua-duanya”.

Terdapat riwayat yang hanya menceritakan tentang perpecahan tanpa bahagian yang terakhir yang menyatakan “kesemua golongan memasuki neraka kecuali satu..”. Sebagai contoh, Nabi bersabda, “Sesungguhnya golongan Yahudi akan berpecah menjadi 71 atau 72 golongan dan orang-orang Nasrani akan berpecah menjadi 71 atau 72 golongan dan umatku akan berpecah kepada 73 golongan”.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Tirmizi, Ibn Majah, Ibn Hibban dan al-Hakim. Hadis ini disahihkan oleh Imam Ibn Hibban dan al-Hakim, dan dikatakan Hasan Sahih oleh Tirmizi. Riwayat ini diterima melalui Muhammad bin Amir bin Alqamah bin Waqas al-Laithi dan di dalam kitab Tahzib at-Tahzib dinyatakan bahawa beliau merupakan seorang yang diragui dari segi hafalannya. Ada ulama mengatakan, “Dia seorang yang jujur tetapi diragui dalam banyak hal”.

Dr. Yusuf Qardawi membahaskan dengan panjang lebar berhubung hadis-hadis ini dalam kitabnya as-Sahwatul Islamiyah Baina al-Ikhtilaf al-Masyruk wa at-Tafarruq al-Mazmum. Beliau berkata, “Hadis ini menimbulkan kemusykilan. Pada satu segi ia menyatakan perpecahan umat Islam lebih banyak daripada perpecahan Yahudi dan Nasrani. Dari sudut yang lain ia menyatakan kesemuanya akan memasuki neraka kecuali satu golongan sahaja. Pernyataan yang kedua ini membuka ruang untuk setiap golongan mendakwa bahawa merekalah golongan yang selamat dan yang lain-lainnya akan dimasukkan ke dalam neraka. Ia jelas akan membawa kepada perpecahan umat serta permusuhan”.

Al-Allamah Ibn Wazir dalam kitabnya al-‘Awasim wal Qawasim berkata, “Janganlah tertipu dengan hadis lemah yang menyatakan ‘kesemuanya akan memasuki neraka kecuali satu golongan’. Itu adalah tambahan bahkan merupakan rekaan orang-orang Mulhid (sesat)”.

Dr Yusuf Qardawi juga merujuk kepada kenyataan Imam Abu Muhammad Ibn Hazm yang berkata, “Kedua-dua hadis ini dari segi sanadnya adalah sama sekali tidak sah. Hadis seperti ini tidak dapat dijadikan hujah..”.

Justeru, jika hadis-hadis ini kita terima (dan sememangnya ada ulama yang menerima hadis-hadis ini), kita terima sebagai peringatan secara umum agar kita sebagai umat Islam wajib mementingkan perpaduan dalam hidup. Asas kepada perpaduan itu ialah mengikut ajaran Islam secara serius berpandukan al-Quran dan Sunnah. Hadis-hadis ini juga mengingatkan kita bahawa perpecahan tidak mustahil berlaku di kalangan umat Islam jika kita tidak berhati-hati.

Dr Yusuf Qardawi merumuskan, “Hadis-hadis itu tidak menunjukkan bahawa perpecahan itu - dalam bentuk dan jumlah yang disebutkan – akan kekal abadi sampai ke hari kiamat. Apabila muncul perpecahan dalam umat cukuplah ia menjadi bukti tentang kebenaran hadis tersebut. Mungkin sebahagian telah muncul dan kemudian berjaya ditumbangkan oleh kebenaran sehingga ia lenyap selama-lamanya,,”

Yang pasti, memandangkan terdapat perbezaan pendapat berkaitan status hadis-hadis ini, kita tidak wajib mempercayai bahawa perpecahan seperti yang dinyatakan akan berlaku secara tepat dan ia tidak dapat dielakkan lagi. Kita beriman dengan apa yang Allah nyatakan dalam surah Ali Imran ayat 110 yang bermaksud, “Kamu merupakan sebaik-baik umat yang dikeluarkan bagi manusia, kamu mengajak kepada makruf, kamu mencegah kemungkaran dan kamu beriman kepada Allah”.

DARI BUKU ‘TUAN BERTANYA DR DANIAL MENJAWAB’.
http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=211406025546354&id=171862109507737
DAPATKAN ‘TUAN BERTANYA DR DANIAL MENJAWAB’ DENGAN SEGERA. IA TERPAKSA DIULANG CETAK SELEPAS 2 MINGGU DALAM PASARAN.
SEMOGA IA BERMANFAAT.

RESUME MUHAMMAD BIN ABDULLAH


RESUME MUHAMMAD BIN ABDULLAH

by Norman Hafizi Bin Alfan on Tuesday, 15 February 2011 at 10:10
RESUME MUHAMMAD BIN ABDULLAH
Nama: Muhammad bin Abdullah (Nabi Muhammad s.a.w)
Tarikh dan tempat lahir: 12 Rabiul Awal Tahun Gajah,
570 Masihi di Kota Mekah
Tarikh wafat: 12 Rabiul Awal 11 Hijrah (632 Masihi) [surah ali-imran 114]
Bangsa: Quraisy, Arab
Agama: Islam
Jantina: Lelaki

Nama Ayah: Abdullah bin Abdul Mutalib bin Hasyim bin Qusai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan dan sehingga Ibrahim

Nama Ibu: Siti Aminah binti Wahab
Keturunan ayah dan ibu: Muhammad adalah daripada keturunan Qusai bin Kilab

Nama Isteri:
* Siti Khadijah Khuwailid R.ha
* Saudah binti Zam’ah R.ha
* Aishah binti Abu Bakar R.ha
* Habsah Umar al-Khattab R.ha
* Ummi Habibah binti Abu Sufyan R.ha
* Ummi Salamah, Hindun R.ha
* Zainab binti Jahsy R.ha
* Maimunah binti Harith R.ha
* Safyah binti Huyai R.ha
* Zainab binti Huzaimah R.ha

Nama Anak:
Qasim, Abdullah, Zainab, Ummu Kalthum, Fatimah az-Zahra

Latar Belakang Pendidikan Umum:
* Seorang yang ummi iaitu tidak tahu membaca dan menulis (surah al-jumuah: 2)
* Menerima pendidikan secara tidak formal seperti bertutur dengan bahasa Arab tulen dan hidup berdikari sewaktu dihantar keluar bandar untuk disusui oleh Halimatussa’diah daripada Kaum Saad sehingga berumur 2 tahun.
* Mempelajari kemahiran usahawan dan berdagang secara tidak formal daripada pakcik saudaranya Abu Talib daripada umur 8 hingga 21 tahun.
* Menerima tunjuk ajar secara formal daripada Jibril di Gua Hirak semasa berusia 40 tahun dan sepanjang kehidupannya sebagai nabi.

Pengalaman Kerja:
* 8-21 tahun : Mengembala kambing
* 12 tahun : Mengikuti perdagangan ke Negeri Syam mengikuti rombongan pakcik saudaranya Abu Talib.
* 25 tahun : Menjadi pengurus perdagangan Siti Khadijah ke Negeri Syam.
* 40 – 63 tahun : Dilantik sebagai Rasul terakhir yang diamanahkan untuk menyampaikan risalah Islam oleh Allah.

Pendidikan Khusus:
* Menerima pendidikan terus daripada Allah dan dididik dengan sebaik-baik didikan (hadis)
* Menerima wahyu secara langsung ataupun melalui perantaraan malaikat Jibril

Bahasa Pengantara:
* Bahasa Arab – oleh itu disampaikan menggunakan lisan Arab

Peribadi dan Karektor Umum:
* Jujur dan amanah ketika berniaga (al-amin)
* Bertakwa dan ikhlas dalam kerja
* Berani adil dan bertanggungjawab
* Menjadi penyelamat akidah dan rahmat ke seluruh alam
* Memuliakan kaum wanita
* Proaktif dalam menganjurkan perdamaian
* Tidak bersikat negatif kepada manusia dan persekitaran
* Bersabar kepada pelbagai tekanan dan sanggup bekerja lebih masa untuk dakwah
* Cerdik dan bijaksana dalam setiap tindakan dan membuat keputusan
* Menghormati jiran, mengasihi kanak-kanak dan menyayangi umat

Jawatan yang diamanahkan:
* Rasul terakhir yang diutuskan oleh Allah Yang Maha Esa untuk menyampaikan Islam
* Pemerintah Khalifah Islamiah yang pertama setelah Pembukaan Kota Mekah dan perluasan pengaruh Islam ke seluruh Tanah Arab dan sekelilingnya.
* Jeneral Perang ketika Perang Badar, Hunain, Tabuk, Ahzab, dan sebagainya.
* Pemerintah Madinah yang telah diasaskan berdasarkan Piagam Madinah selepas peristiwa Hijrah.
* Imam kepada Jemaah solat di masjid.
* Menjadi tempat rujuk tentang hukum dan syariat Islam
* Pengendali institusi wakaf dan wakaf untuk umat Islam
* Ahli perniagaan yang dipercayai antaranya ketika dilantik sebagai pengurus perdagangan bagi pihak Siti Khadijah Khuwailid

Tip mencintai Rasulullah:
Anas melaporkan, Nabi berkata, “Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka dia mencintaiku, dan sesiapa yang mencintaiku, nescaya dia bersama-samaku di dalam syurga kelak” (direkodkan oleh Sajary)
Muhammad is the messenger of Allah ....A Mercy of All Peoples