Pages

Showing posts with label Palestine. Show all posts
Showing posts with label Palestine. Show all posts

Sunday, 23 January 2011

Sultan Abdul Hamid II: Sang Pembela Sejati Palestina


by Asma Al Khilafah on Tuesday, 16 November 2010 at 15:29
 
 
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sejak zaman Kesultanan Turki Utsmani, bangsa Israel sudah berusaha tinggal di tanah Palestina. Kaum zionis itu menggunakan segala macam cara, intrik, maupun kekuatan uang dan politiknya untuk merebut tanah Palestina.

Di masa Sultan Abdul Hamid II, niat jahat kaum Yahudi itu begitu terasa. Kala itu, Palestina masih menjadi wilayah kekhalifahan Turki Utsmani. Sebagaimana dikisahkan dalam buku Catatan Harian Sultan Abdul Hamid II karya Muhammad Harb, berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk menembus dinding Kesultanan Turki Utsmani, agar mereka dapat memasuki Palestina.

Pertama, pada 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada Sultan Abdul Hamid II, untuk mendapatkan izin tinggal di Palestina. Permohonan itu dijawab Sultan dengan ucapan ''Pemerintan Utsmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diizinkan menetap di Palestina''. Mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan.

Kedua, Theodor Hertzl, Bapak Yahudi Dunia sekaligus penggagas berdirinya Negara Yahudi, pada 1896 memberanikan diri menemui Sultan Abdul Hamid II sambil meminta izin mendirikan gedung di al-Quds. Permohonan itu dijawab sultan, ''Sesungguhnya Daulah Utsmani ini adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri''.

Melihat keteguhan Sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga, yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 Agustus 1897 dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan Khilafah Utsmaniyyah. Karena gencarnya aktivitas Zionis Yahudi akhirnya pada 1900 Sultan Abdul Hamid II mengeluarkan keputusan pelarangan atas rombongan peziarah Yahudi di Palestina untuk tinggal di sana lebih dari tiga bulan, dan paspor Yahudi harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait. Dan pada 1901 Sultan mengeluarkan keputusan mengharamkan penjualan tanah kepada Yahudi di Palestina.

Pada 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya menghadap Sultan Abdul Hamid II. Kedatangan Hertzl kali ini untuk menyogok sang penguasa kekhalifahan Islam tersebut. Di antara sogokan yang disodorkan Hertzl adalah: uang sebesar 150 juta poundsterling khusus untuk Sultan; Membayar semua hutang pemerintah Utsmaniyyah yang mencapai 33 juta poundsterling; Membangun kapal induk untuk pemerintah dengan biaya 120 juta frank; Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga; dan Membangun Universitas Utsmaniyyah di Palestina.

Namu, kesemuanya ditolak Sultan. Sultan tetap teguh dengan pendiriannya untuk melindungi tanah Palestina dari kaum Yahudi. Bahkan Sultan tidak mau menemui Hertzl, diwakilkan kepada Tahsin Basya, perdana menterinya, sambil mengirim pesan, ''Nasihati Mr Hertzl agar jangan meneruskan rencananya. Aku tidak akan melepaskan walaupun sejengkal tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka.''

Sultan juga mengatakan, ''Yahudi silakan menyimpan harta mereka. Jika suatu saat kekhilafahan Turki Utsmani runtuh, kemungkinan besar mereka akan bisa mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.''

Sejak saat itu kaum Yahudi dengan gerakan Zionismenya melancarkan gerakan untuk menumbangkan Sultan. Dengan menggunakan jargon-jargon "liberation", "freedom", dan sebagainya, mereka menyebut pemerintahan Abdul Hamid II sebagai "Hamidian Absolutism", dan sebagainya.

''Sesungguhnya aku tahu, bahwa nasibku semakin terancam. Aku dapat saja hijrah ke Eropa untuk menyelamatkan diri. Tetapi untuk apa? Aku adalah Khalifah yang bertanggungjawab atas umat ini. Tempatku adalah di sini. Di Istanbul!'' Tulis Sultan Abdul Hamid II dalam catatan hariannya.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/07/14/124626-sultan-abdul-hamid-ii-sang-pembela-sejati-palestina

Tuesday, 4 January 2011

Abu Zuhri Anggap Pernyataan Fayadh Bukti Keterpaduanya Dengan Israhell

by Paul Bee Godhick on Wednesday, 01 September 2010 at 16:15
[ 01/09/2010 - 06:03 ]
<!--Start Article Content-->
Gaza – Infopalestina: Gerakan perlawanan Hamas menegaskan, pernyataan Salam Fayadh, perdana menteri illegal Tepi Barat yang mengecam operasi Hebron dan berjanji untuk melindungi kelompok pemukim Zionis. Pernyataan tersebut sebagai bukti Fayadh bahwa bersinergi dengan Israel dalam memberangus hak-hak rakyat.

Jubir Hamas, Dr.Sami Abu Zuhri dalam pernyatan persnya, Selasa (31/8) mengatakan, pernyataan Fayadh bukti bahwa ia bersatu padu dengan Israel untuk memberangus hak-hak perlawanan. Ia telah menempatkan dirinya sebagai pengkhianat bangsanya.

Fayadh sebelumnya mengecam aksi yang dilakukan brigade Al-Qossam yang menewaskan empat orang Zionis. Ia bahkan berjanji untuk memberikan perlindungan lebih terhadap warga Zionis dimana saja mereka berada.

Walau operasi Al-Qossam ini terjadi di wilayah yang bukan tanggung jawabnya, namun Fayadh berjanji akan melakukan tindakan-tindakan untuk mengantisipasi agar kejadian ini tidak terulang lagi. Ia meminta kepada Israel untuk memberikan kemudahan-kemudahanya agar dapat memburu semua kelompok perlawanan dimanapun mereka berada, tukasnya. (asy)
<!--End Article Content-->


Fayyadl Kecam Aksi Hebron dan Janji Menjaga Israhell

by Paul Bee Godhick on Wednesday, 01 September 2010 at 16:13
[ 01/09/2010 - 03:24 ]

Ramallah – Infopalestina: PM illegal otoritas Palestina Salam Fayyadl di Tepi Barat mengecam aksi heroik yang digelar oleh Batalion Al-Qassam yang menewaskan empat orang Israel kemarin malam (31/8) dan berjanji akan semakin melakukan berbagai tindakan untuk menjaga Israel di semua tempat.

Dalam pernyataan resmi yang dilansir oleh hampir media, Fayyadl mengatakan, “Kami mengecam aksi serangan ini karena bertentangan dan merugikan kepentingan Palestina,” akunya.

Meskipun aksi itu berada di luar wilayah tanggungjawab keamanan otoritas Fatah, namun Fayyadl berjanji akan terus melanjutkan pengambilan tindakan yang menjamin bisa mencegah terulangnya aksi seperti itu.

Fayyadl meminta kepada pemerintah Israel agar memberikan fasilitas dan kemudahan kepada milisi Abbas untuk mengejar kelomok perlawanan di seluruh wilayah. (bn-bsyr)


Operasi Perlawanan di Hebron, 4 Israel Tewas

by Paul Bee Godhick on Wednesday, 01 September 2010 at 16:26
 [ 01/09/2010 - 02:28 ]

Hebron – Infopalestina: Kelompok perlawanan Palestina menggelar aksi heroic kemarin malam, Selasa yang menewaskan empat warga koloni Israel dekat baldah Bani Naeem tibur Hebron, tepat dua hari sebelum perundingan resmi digelar Otoritas Palestina dan Israel.

Koresponden Infopalestina menyampaikan, sebuah mobil yang ditumpangi oleh kelompok perlawanan Palestina menembaki sebuah mobil yang ditumpangi oleh warga koloni Israel yang datang dari arah pemukiman Kariet 4 menuju jalan 60. Akibat serangan ini, empat penumpang warga Israel ekstrim itu tewas di tempat.

Koresponden Infopalestina menambahkan, mobil kelompok perlawanan Palestina berhasil meninggalkan TKP ke tempat yang tidak diketahui. Sesaat setelah kejadian, pasukan Israel langsung melakukan penyisiran secara intens di TKP yang dibantu oleh helicopter dan pasukan artireli. Bahkan pasukan Israel melepaskan bom cahaya. Lokasi pun langsung dipenuhi oleh pasukan Israel dalam jumlah besar. Mereka melakukan blokade keamanan dan memasang perlintasan militer secara mendadak di seluruh gerbang masuk Hebron.

Heroik dan Akurat

Sumber-sumber Israel menegaskan, keempat korban berasal dari satu keluarga yang tinggal di wilayah rampasan (pemukiman) Betheja utara Hebron. Mereka terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan yang sedang menumpangi mobil jenis Subaru ketika kelompok perlawanan Palestina menembaki mereka dengan bertubi-tubi.

Sumber-sumber melansir bahwa kelompok perlawanan Palestina memiliki keberanian tingkat tinggi. Mereka berjalan kaki mendekati pemukim Israel dalam jarak sangat dekat dan memastikan mereka semua mati kemudian meninggalkan tempat.

Sementara itu, TV 2 Israel menyiarkan bahwa Hamas berada di balik serangan ini sebab mereka dianggap memiliki popularitas dan pengaruh kuat di Hebron. Dua bulan lalu sel Al-Qassam juga menggelar serangan yang sama, kemudian Israel menangkap mereka belakangan.

Penyerangan bani Naeem

Pasukan Israel dalam jumlah besar menyerang desa Bani Naeem utara Hebron, selatan Tepi Barat untuk mencari pelaku serangan. Saksi mata menegaskan, pasukan Israel dalam jumlah besar menyerang desa tersebut dan melarang warga berjalan-jalan setelah semua gerbang dikepung. Saksi mata menegaskan kepada Infopalestina bahwa milisi Abbas memasang perlintasan di gerbang-gerbang kota di sebelah utara, barat dan timur dan memeriksa identas warga yang melintas.

Hamas Mendukung Aksi Serangan

Di sisi lain, Hamas menyatakan bahwa aksi serangan itu sebagai balasan wajar atas kejahatan-kejahatan Israel yang terus berlanjut kepada warga Palestina.

Jubir Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan dalam pernyataan kemarin Selasa malam (31/8), “Kami mendukung dan memberikan doa berkah kepada aksi itu. Kami tegaskan bahwa aksi itu adalah bukti kegagalan kerjasama keamanan antara otoritas Palestina dan penjajah Israel untuk menggagalkan proyek perlawanan.” (bn-bsyr)


Shawwaf: Aksi Hebron Bukti Perlawanan Tepi Barat Siap Bangkit

by Paul Bee Godhick on Wednesday, 01 September 2010 at 16:01
 [ 01/09/2010 - 03:38 ]

Gaza – Infopalestina: Kolumnis dan pengamat politik Palestina Mustaf Shawwaf menegaskan aksi heroik Hebron dilakukan untuk membutikan bahwa perlawanan Palestina di Tepi Barat sudah siap bangkit kembali meski otoritas keamaman Abbas di Ramallah dan Israel melakukan koordinasi keamanan.

Dalam pernyataan khususnya yang disampaikan kepada Infopalestina kemarin Selasa (31/8) bahwa pesan penting dalam aksi adalah bahwa perlawanan dan aksi-aksinya akan terus berlanjut karena itu adalah pilihan bangsa Palestina dan bukti kegagalan aparat keamanan milisi Abas dan koordinasinya dengan Israel. Sebab perlawanan Palestina dijaga oleh bangsa Palestina.

Shawwaf  menegaskan penting dan indikasi aksi Hebron ini. Aksi ini digelar di tengah gencarnya koordinasi keamanan Israel dan otoritas Fatah belakangan ini terutama setelah disepakati digelarnya perundingan langsung.

Shawwaf menilai aksi Hebron bukan terkait dengan jadwal perundingan saja sebab sebelumnya sudah digelar aksi yang sama beberapa pekan di tempat yang sama yang menewaskan seorang warga Israel dan dua lainnya terluka. (bn-bsyr)


Brosur Khusus Wilayah Syaikh Al-Jarrah dan Upaya Yahudisasi

by Paul Bee Godhick on Monday, 23 August 2010 at 00:06
[ 03/02/2010 - 09:15 ]
Al-Quds-Koresponden

Lembaga Baitul Maqdis menerbitkan brosur khusus menganai wilayah Syaikh Al-Jarrah, tengah kota Al-Quds terjajah yang tengah mengalami upaya yahudisasi setelah pemerintah Israel menjabel sejumlah rumah milik warga Palestina, dengan alasan wilayah tersebut bekas Kerajaan Bumi di Al-Quds.

Brosur tersebut menjelaskan, tentang wilayah Syaikh Al-Jarrah yang terletak di sebelah utara Kota Lama yang dihuni sekitar 2700 jiwa. Di dalamnya terdapat sejumlan bangunan peninggalan masa lampau. Seperti, rumah orientalis, hotel Koloni Amerika, panggung nasional serta sejumlah delegasi internasional.

Disebutkan, wilayah Syaikh Al-Jarrah, Silwan. Wadi Joz dan Jabal Masyarif masih menjadi target perluasan permukiman Zionis, sejak pemberian mandate dari Inggris kepada bangsa Israel, dengan dibangunya sekumpulan universitas Ibrani di Jabal Al-Masyarif (scopes) tahun 1925.

Mereka juga membangun sejumlah proyek secara resmi selama beberapa tahun. Proyek ini mencakup pembangunan gedung pemerintahan Israel, beberapa kantor untuk kepala kepolisian dan tempat pertemuan.

Disebutkan sejak tahun 1999, organisasi pemukimm pemukim Zionis menguasai wilayah tersebut secara illegal. Mereka juga mengusir dua keluarga Palestina, Ummu Kamil dan Muhammad Al-Kurdi dari keduanya di bawah penjagaan kepolisian Zionis. Disebutkan, organisasi Zionis berupaya menguasai masalah-masalah nasional.

Disebutkan, kumpulan pemukim Zionis itu, berupaya menguasai 24 bangunan lain yang ditinggali 400 warga Palestina yang saat ini berada di ujung kekhawatiran. Sementara itu, ditengah penyempurnaan permukiman di wilayah Al-Jarrah yang akan mengusir 500 an warga Palestina dari tempat tinggalnya, maka terbukalah kesempatan bagi kumpulan pemukim Zionis untuk membentok kelompok baru yang akan menempati lebih dari 550 unit permukiman baru.

Kemudian brosur ini menjelaskan, tentang yayasan-yayasan kaum pemukim yahudi mengklaim telah memiliki 18 hektar tanah yang berada di sekitar makam bersejarah. Mereka mengklaim tanah tersebut milik mereka. Merekapun punya rencana untuk menghancurkan semua bangunan milik bangsa Palestina yang berjumlah 28 bangunan, untuk dibangun di atasnya 250 permukiman baru. Mereka telah menempatkan 40 orang yang akan membangun sekolah agama yahudi yang dapat menampung 50 murid baru sejak 1999.

Di katakan, sejumlah warga Palestina yang terancam akan diusir dari kampung halamanya adalah mereka yang telah berpindah dari tempat tinggalnya yang asli, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi di wilayah tersebut . tepatnya sejak tahun 1956 setelah terjadi kesepakatan antara pewakilan social dan lembaga pengungsi PBB, UNRWA dengan departmenen permukiman Zionis. Sejumlah keluarga Palestina telah terusir dari kampung halamanya di Al-Quds barat sejak tahhun 1948. Kemudian wilayah tersebut dikuasai Zionis sepenuhnya.

Brosur juga menyebutkan, bahwa sejumlah bangunan penting di Syiakh Al-Jarrah terancam yahudisasi dari kelompok permukim dan pemerintah Israel. Seperti bangunan Ummu Harun yang diklaim yahudi sebagai miliknya. Mereka juga menguasai wilayah sekitarnya sebanyak 8 hektar yang dihuni 33 bangunan dan dtinggali 175 warga. Kebanyakan mereka para pengungsi yang terusir dari sejumlah wilayah berbeda di Palestina, termasuk Al-Quds barat pada tahun 1948.

Pada 26 Mei 2009 lembaga Al-Quds mengadakan perbaikan terhadap beberapa bangunan bersejarah, namun pihak keamanan Zionis kemudian menyerobot masuk dan mengklaim menguasai bangunan tersebut. Maka pecahlah bentrokan antara warga dengan pasukan Zionis, hingga sejumlah orang terluka.

Padahal pada tahun 1971 para pemukim Zionis mengadukan pada pengadilan Israel, bahwa keluarga Abu Qtahisy menempati rumah miliknya. Maka pihak kelaurga Abu Qathisy menunjuk pengacaranya untuk membela hak-haknya di pengadilan. Namun sebelum pengacaranya melakukan sesuatu dan sebelum mereka hadir di persidangan, tiba-tiba terbit surat keputusan yang memerintahkan Abu Qathaisy mengosongkan rumahnya, dalam rentang satu tahun. (asy)


Bilakah Al-Aqsha Akan Hancur, Lalu Apa Tanggung Jawab Kita ???

by Paul Bee Godhick on Sunday, 22 August 2010 at 19:33
[ 27/10/2009 - 08:59 ]
Majdi Dawud

Sejak Al-Quds dijajah tahun 1967 dan bangsa Zionis berupaya dengan segala kemampuanya untuk mencelup kota Al-Quds dengan celupan Yahudi dan menghabisi semua bukti-bukti kebudayaan Islam di kota tersebut. Semua ini mereka lakukan tidak dengan jalan sembunyi-sembunyi, namun justru secara terang-terangan. Mereka menginginkan pembangunan Haikal Sulaiman yang diklaim berada di atas Masjid Al-Aqsha.

Pertanyaannya sekarang, apakah Allah akan memberikan kesempatan bagi Zionis untuk menghancurkan Al-Aqsha ??

Sebagian orang mungkin berkata, tidak mungkin Al-Aqsha dapat dihancurkan Israel, sebab Al-Aqsha merupakan kiblat pertama ummat Islam. Dengan kedudukan yang tinggi dalam agama, tidak mungkin Zionis dapat menghancurkannya. Sebagaimana Abrahah dahulu tidak dapat menghancurkan Ka'bah. Nabi Muhammad SAW pun pernah berbicara tentang fitnah yang akan terjadi di akhir zaman dan tidak disebutkan tentang kehancuran Al-Aqsha.

Inilah yang sering kita dengar dari sebagian besar kaum muslimin. Dalam setiap kesempatan mereka mengatakan, bagi Al-Aqsha ada pemeliharanya yaitu Allah SWT.

Betul, memang tidak ada khabar atau hadits yang menyatakan kehancuran Al-Aqsha. Tetapi tidak berarti itu tidak akan terjadi. Tidak berarti semua yang tidak ada nashnya tidak akan terjadi. Banyak sekali peristiwa yang terjadi, tetapi tidak ada nash yang menjelaskanya, walaupun hanya sekedar hadits dhaif.

Ka'bah dahulu pernah dihancurkan pada masa Hajaj bin Yusuf Al-Tsaqafi. Ia menggempurnya dengan ketepel raksasa untuk menghancurkan Ali Abdullah bin Zubair radiallahu anhuma. Juga kaum Qaramithah yang mencuri Hajar Aswad pada tahun 293 H. Selama 22 tahun, Hajar Aswad berada dalam kekuasaan Qaramithah.

Bukan itu saja, disebutkan dalam Shahih Bukhari, Rasulallah SAW mengatakan, "Ka'bah akan disabotase oleh kelompok Dzul Suwaiqatan dari Habsyah, ia akan dirampas perhiasanya serta dicabuti pakaianya. Akan tetapi aku hanya melihatnya membiarkanya ia terlepas dipukuli dengan sekop dan cangkulnya".

Dari sini jelaslah, Ka'bah atau Baitullah al-Haram akan dihancurkan. Dan yang menghancurkanya adalah seseorang dari keturunan Habsyah (Ethiopia). Jika Baitullah saja akan hancur bagaimana dengan Masjid Al-Aqhs yang kedudukanya di bawah Masjid Al-Haram ?.

DR. Abdul Aziz Kamil mengatakan, "Tidak ada nash yang dapat dijadikan pegangan yang menunjukan bahwa penghancuran Masjid Al-Aqsha sesuatu yang tidak mungkin. Dan hal tersebut bukan salah satu syarat dari peristiwa fitnah akhir zaman. Lebih dari itu, banyak peristiwa yang terjadi tanpa disebutkan dalam ayat maupun hadits. Sebagianya telah dikabarkan dan sebagianya terhapus dari ingatan.

Tinggal satu pertanyaan, kenapa Baitullah al-Haram dilindungi oleh Allah ketika pasukan Abrahah mau menghancurkanya. Tetapi Allah tidak melindunginya ketika dihancurkan oleh Hajaj bin Yusuf atau ketika dicuri batunya oleh golongan Qaramitah atau tidak akan dilindungi ketika nanti dihancurkan oleh orang Habasyah ?

Jawabanya mungkin, ketika raja Abrahah datang hendak menghancurkan Ka'bah, di sana tidak ada orang yang dibebani secara syar'i untuk melindunginya. Bangsa Arab dulu mengagungkan Ka'bah karena bangunan tersebut dibangun oleh kakeknya Ibrahim dan Ismail alaihima salam. Akan tetapi setelah datangnya Islam, ada yang dibebani secara agama untuk melindungi dan mempertahankan Baitullah al-Haram, untuk menumpahkan segala kemampuanya dalam melindunginya, yaitu ummat Islam. Disanalah akan terlihat siapa yang bersusah payah dalam melindunginya dan siapa yang melalaikanya.

Kesimpulanya, jika pun ummat Islam tidak membelanya, tidak mengherankan. Maka suatu hari kita akan bangun dari tidur, sementara bangsa monyet dan babi (Yahudi) sudah menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Inilah yang dituliskan As-Syahid Abdul Aziz al-Rantisi dalam sebuah makalahnya yang ia tulis paska gugurnya As-Syahid Syaikh Ahmad Yasin. Ia mengatakan, "Saya perkirakan Allah akan memberi kesempatan bagi Zionis untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha, sebagaimana mereka dibiarkan membunuh as-Syahid Ahmad Yasin".

Sebenarnya, masalah Al-Aqsha sama dengan Masjid al-Haram dari sisi kemungkinan penghancuranya. Mungkin Yahudi dapat menghancurkan al-Aqsha. Kenapa tidak ?. Mereka telah membakarnya pada tahun 1969. Sementara Al-Aqsha sekarang berdiri di atas sejumlah terowongan dan galian. Saat ini al-Aqsha tidak punya fondasi untuk menguatkan bangunanya ke dalam tanah.

Adapun berhujjah dengan hadits Nabi SAW yang mengatakan,"Saya peringatkan kalian dengan fitnah Dajjal. Tidak ada satu nabipun, kecuali telah memberikan peringatan kepada ummatnya (tentang Dajjal) ia adalah keturunan Nabi Adam yang mata kirinya picak (tidak melihat), pohon-pohon tidak tumbuh. Ia menguasai satu jiwa kemudian membunuhnya lalu menghidupkanya kembali. iapun tidak menguasai yang lainya.

Bersamanya ada surga, neraka, sungai, air, gunung dan roti. Sesungguhnya surganya adalah neraka. Dan nerakanya adalah surga. Ia akan hidup bersama kalian selama 40 malam. Ia dapat berpindah dan mengunjungi semua tempat kecuali empat masjid. Masjid Al-Haram, Masjid Madinah, Masjid Tursina dan Masjid Al-Aqsha. Potongan tubuhnya seperti kalian dan sesungguhnya Allah tidak picak".

Inilah hadits yang dijadikan alasan dan ini tidak benar. Sebab mungkin saja Al-Aqsha dihancurkan lalu dibangun kembali. Atau yang dimaksud dengan masjid di sini adalah tempat dimana dibangunya Masjid Al-Aqsha. Rasulullah pun pernah shalat mengimami para Nabi di masjid Al-Aqsha. Padahal di sana belum ada Masjid Al-Aqsha. Masjid Al-Aqsha baru dibangun pada pemerintahan Amirul Muminin, Umar Ibnu al-Khottob radiallahu anhu.

Walau bagaimanapun tingginya kedudukan Al-Aqsha, namun tentu tidak melebihi kedudukannya dari Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram tidak lebih tinggi kedudukanya dari kehormatan darah seorang muslim. Rasulullah pernah bersabda dalam khutbah haji wada', "Ketahuilah semulia-mulianya hari adalah hari ini, semulia-mulianya bulan adalah bulan ini, semulia-mulianya negeri adalah negeri ini. Ketahuilah, sesungguhnya darah kalian, harta kalian terhormat, sebagaimana terhormatnya hari ini, bulan ini dan negeri ini". Dan dalam riwayat yang lain dari Abdullah bin Umar ia berkata, "Aku melihat Rasulallah SAW thawaf mengelilingi Ka'bah dan berkata, sebaik-baik wewangian adalah wangimu, seagung-agung kehormatan adalah kehormatanmu. Demi jiwa Muhhammad yang ada dalam genggamanNya, kehormatan seorang mu'min, lebih agung daripada kehormatanmu di sisi Allah. Lebih terhromat darimu, darahnya dan hartanya dan berbaik sangkalah kepadanya".

Jika kehormatan darah seorang muslim lebih tinggi daripada kehormatan Baitullah al-Haram, maka tak ragu lagi, darah seorang muslim lebih terhormat di sisi Allah ketimbang Masjid Al-Aqsha, walau bagaimanapun tingginya kedudukan Masjid Al-Aqsha di sisi ummat Islam.

Kaum muslimin saat ini, dimanapun mereka berada dalam kungkungan kesombongan dunia dan kepongahan internasional. Bangsa Palestina berkubang dalam penjajahan Zionis yang sadis. Mereka dibunuh tiap hari, tanpa prikemanusiaan. Tidak dibedakan antara anak kecil, orang tua, laki-laki ataupun perempuan. Mereka diperlakukan sama. Kesalahanya cuma satu, karena mereka adalah seorang muslim.

Lihatlah pasukan arogan Amerika, telah menghancur leburkan Irak. Padahal dulunya sebagai pusat kebudayaan dan kekhalifahan Islam. Bahkan kita melihat, bagaimana tentara Amerika melakukan sesuatu di atas semua bentuk kejahatan terhadap saudara kita. Diantara mereka ada yang dibunuh dan dipenjara dan direnggut kehormatanya oleh bangsa Amerika.

Bukankah ini lebih besar di sisi Allah ketimbang Masjid Al-Aqsha ??
Apakah belum cukup untuk membangkitkan ummat Islam ?? (asy)


Mish'al: Keputusan Arab Keliru, Mendorong Israhell Semakin Brutal

by Paul Bee Godhick on Sunday, 22 August 2010 at 20:33
[ 26/05/2010 - 03:39 ]


Damaskus – Ibrahim Darawi

Wawancara dengan Khalid Mish'al, Kepala Biro Politik Hamas, memiliki dua dimensi; pertama obyektivitas, karena Hamas tidak hanya menjadi nomor yang sangat diperhirungkan dalam isu Palestina, namun sejumlah pihak memasukkan Hamas dalam orbit perlawanan di kawasan Timur Tengah (Timteng) termasuk didalamnya Suriah, Hizbullah dan Iran. Dimensi kedua pribadi, karena ia adalah orang yang paling tahu membuka tabir dalam berbagai isu, khususnya isu rekonsiliasi Palestina, kelanjutan perundingan tidak langsung antara Palestina dan Israel. Ditambah isu-isu penting lainnya seperti hubungan Hamas dan Kairo, serdadu Israel yang disandera, Gilad Shalit, isu perbedaan antara Hamas yang tinggal di dalam dan luar Palestina, serta isu kontak antara Hamas dan Israel.

Walau kesibukan menemui wartawan dari media televisi Arab dan internasional, namun Abul Walid, panggilan akrab bagi Khalid Mish'al, namun ia masih memberikan kesempatan kepada harian "Al-Misri al-Yaum" untuk mewawancarainya. Wawancara ini dilakukan di kantor Abul Walid di Damaskus, Suriah. Berikut wawancara selengkapnya:

*Bagaimana Anda melihat keputusan Komisi Inisiatif Arab yang mengadakan pertemuannya terakhir di Kairo? Lalu sikap Anda terhadap Otoritas Palestina (OP) yang ingin melakukan perundingan tidak langsung dengan Israel? Dan jaminan seperti apa yang diberikan pemerintah Amerika kepada OP?

**Siapa yang memperhatikan sikap resmi Arab dan OP dalam memenej perundingan dengan pihak Israel, tentu akan melihat ketidakstabilan, kebingungan dan berputar-putar di tempat yang sama. Bahkan ada kemunduran dari sikap sebelumnya. Komisi inisiatif sendiri, bulan lalu atau tepatnya sebelum KTT Arab, mengaitkan kelanjutan perundingan dengan pembekuan pembangunan permukiman Yahudi. KTT Surt/Sirte (Libya) menegaskan hal itu dengan keputusan Arab. Hari ini, komisi inisiatif Arab dalam pertemuannya terakhir di Kairo, mundur dari sikap tersebut. Berarti mereka mundur dari sikap awal yang mensyaratkan pembekuan pembangunan permukiman Yahudi. Hal ini memperlemah sikap Arab dan Palestina serta membuat Israel semakin brutal, tidak peduli dengan tuntutan Palestina dan Arab.

Soal jaminan, tidak ada jaminan Amerika, bahkan yang tertulis pun tidak ada. Kalau pun ada jaminan secara lisan, itu tidak bernilai terutama jika jaminan-jaminan tersebut diberikan kepada pihak tertentu, Arab atau Palestina. Jaminan Amerika kepada Israel selalu bernilai, namun ketika itu diberikan kepada Arab dan Palestina, maka tak berharga sama sekali. Netanyahu sudah membaca perilaku orang Palestina dan Arab yang menggambarkan kelemahan. Dengan demikian hal ini menambah ia untuk berbuat brutal. Secara praktek, Netanyahu merasa bahwa sikap resmi Arab dan Palestina masuk dalam lingkarannya. Ini secara formal dan tentu rapuh. Sedangkan secara subtansi, saya yakin pembicaraan tentang perundingan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam bayang-bayang ketidakseimbangan kekuatan dan juru runding Palestina tidak memiliki kartu penekan kepada pihak Israel, membuat perundingan-perundingan tidak ada artinya. Juga menumpulkan sikap Palestina, membuat proses pembohongan, bersamaan dengan waktu, pembohongan ini digunakan pihak Israel untuk memperbaiki citranya di mata masyarakat Internasional.

Oleh karena itu, kami menolak kembali melakukan negosiasi dengan Zionis Israel dan kami yakin keputusan komisi inisiatif Liga Arab adalah keputusan salah. Keputusan ini akan mendorong Israel semakin brutal. Perjalanan perundingan ini berujung kepada kegagalan dan jalan buntu. Daripada menghabiskan tenaga dengan langkah-langkah taktik yang itu cermin dari ketidakmampuan, lebih baik kita mencari kartu penekan sejati yang kita miliki sebagai bangsa Palestina dan Arab. Dengan kartu penekan itu, kita akan hadapi sikap dan perilaku jahat Israel, baik itu berupa pendudukan tanah, permukiman, yahudisasi Al-Quds dan sejumlah perilaku brutal Israel lainnya.

*Kartu As seperti apa yang bisa dipakai juru runding Palestina kepada pihak Israel, pemerintah Amerika dan masyarakat internasional? Juga kartu As apa yang dimiliki oleh Arab?

**Hukum manusia dan historis. Setiap orang yang ingin terjun ke medan perang, ia harus menggalang faktor-faktor kekuatan, dukungan dan persiapan yang menuntut hal itu. Demikian juga, bagi siapa saja yang ingin terjun ke jalur perundingan damai dan negosiasi, ia harus mempersiapkan kartu as yang bisa dijadikan penekan. Ada contoh jelas dalam pengalaman di Mesir, yaitu Mesir tidak bisa melakukan dengan proses perundingan ketika ingin merebut Sinai setelah kalah perang tahun 1967. Namun tahun 1973, Mesir berhasil merebut Sinai setelah melakukan perang karena perang ini memunculkan iklim yang berbeda dan memberikan Mesir kartu As yang bisa mereka pakai dalam menggerakan pergerakan politik.

Namun kini, sikap resmi Arab dan Palestina tanpa ada kartu as, khususnya sikap Palestina. Memang disana ada kartu yang bisa dimainkan oleh kita sebagai orang Palestina untuk menekan Israel. Yang pertama kali adalah menyatukan barisan Palestina dan menyukseskan rekonsiliasi, menyepakati program politik nasional yang menekankan pada hak dan prinsip nasional. Mengefektifkan perlawanan bersenjata menentang penjajah Israel di Tepi Barat, menggalang upaya bangsa Palestina, baik di dalam dan diluar Palestina, dalam menghadapi penjajah Zionis dan menyukseskan program nasional serta hak menentukan jalan hidup. Ditambah lagi kartu as Arab yang bisa menggalang kekuatan umat dan memberikan pesan kuat kepada masyarakat internasioanl bahwa tanpa merespon tuntutan Palestina dan Arab, maka tidak ada namanya perdamaian dan kestabilan di kawasan Timteng. Namun kondisi sekarang ini membuat sikap kita (Arab, pent) terbuka tanpa ada payung.

Singkatnya, Netanyahu hari ini tidak merasa bahwa ia dipaksa atau terpaksa untuk melakukan perundingan. Atau menyampaikan sejumlah kompromi kepada kita (Arab) di meja perundingan, karena ia tahu bahwa juru runding Palestina terbuka dan tidak memiliki kartu as. Maka pilihan yang masuk akal bagi kita adalah mempersiapkan kartu as ini. Adapun realita yang ada, sangat disayangkan, juru runding Palestina di Tepi Barat menghancurkan sendiri kartu as tersebut. Ia melakukan koordinasi keamanan dengan pihak Israel secara gratis, memburu para pejuang dan terang-terangan mengatakan; tidak ada perjuangan dan tidak ada intifadah lagi di Palestina. Melarang penduduk Tepi Barat untuk bergerak menentang apa yang terjadi, dari yahudisasi kota Al-Quds hingga isu-isu lainnya. Oleh karena itu, juru runding Palestina sendiri yang melemahkan dirinya dan mencetak sebuah realita untuk kemaslahatan juru runding Israel. Lalu bagaimana kita memprediksi, setelah melihat kondisi riil, bahwa perundingan-perundingan tersebut berpihak kepada kepentingan kami?!

*Hamas meminta Mesir bertanggungjawab atas kematian 4 warga Palestina dan korban luka lainnya akibat gas beracun yang disemprotkan di perbatasan Jalur Gaza, apakah ini bukti adanya ketegangan baru antara Kairo dan Hamas?

**Terkait peristiwa terowongan, jelas ini adalah kejagian yang sangat disayangkan dan disesalkan. Terutama yang terkait dengan penggunaan gas beracun, yang secara medis terbukti, mengakibatkan 4 meninggal dunia dan 8 lainnya terluka. Foto-foto itu sudah jelas dan memperlihatkan bekas cekikan yang menimpa korban. Ini sangat disayangkan sekali. Kami tidak berharap ini terjadi dari saudara tua kami, khususnya negara seperti Mesir. Karena terowongan-terowongan ini, bagi orang Palestina, seperti nadi kehidupan saat perlintasan ditutup dan pemberlakukan blokade yang masih berlangsung sejak 4 tahun lalu. Kini, terowongan yang kami terpaksa menggunakannya dalam situasi blokade, menjadi nadi kematian bagi kami yang seharusnya menjadi nadi kehidupan. Sungguh ini tidak boleh terjadi dan tidak dibenarkan.

*Ada yang memandang hubungan antara Mesir dan Hamas sekarang memburuk, apakah Anda setuju dengan pandangan seperti ini, terutama ketegangan di media antara Mesir dan Hamas belakangan ini?

**Saya tidak sependapat dengan pandangan itu. Namun saya ingin mengatakan hubungan dengan saudara tua bukanlah hubungan yang biasa. Mesir, bagi Palestina dan Gaza khususnya, merupakan saudara tua dan sekaligus sebagai tetangga. Maka seharusnya hubungan itu tidak seperti sekarang ini.

*Sejumlah pihak berbicara tentang kontak-kontak hubungan yang dilakukan antara pimpinan Hamas dan pejabat Mesir, sampai dimana kontak hubungan ini dan apa ada yang baru?

**Dalam pengertian politik, sangat disayangkan, tidak ada kontak yang sebenarnya. Ini bukan kondisi normal. Hamas selalu dan masih terus mengumumkan keseriusannya untuk membangun hubungan kuat dengan dunia Islam dan Arab. Khususnya dengan saudara tua, Mesir. Inilah kondisi normal yang seharusnya terjadi antara Mesir dan Hamas. Karena pada akhirnya, konflik dengan Israel ini bukan hanya konflik Palestina saja. Namun juga konflik Arab. Semua pihak harus konsen, karena bahaya Zionisme mengancam kita semua.

*Apakah ada hal yang baru terkait isu rekonsiliasi Palestina, terutama KTT Arab yang ditunggu-tunggu oleh banyak kalangan sudah berakhir tanpa terwujud rekonsiliasi?

**Tidak ada yang baru untuk saat ini. Memang ada upaya untuk itu dari sejumlah negara Arab sebelum KTT Sirte, termasuk teman-teman dari Libya. Namun sayang, KTT sudah selesai tanpa ada perkembangan baru tentang rekonsiliasi. Namun sudah jelas, bahwa penyebab gagalnya rekonsiliasi ini adalah soal politik. Karena pemerintah Amerika membuat banyak syarat bagi rekonsiliasi ini. Bahkan membuat veto dan memaksa Hamas untuk menerima syarat Tim Kwartet (AS, Rusia, PBB dan Uni Eropa, pent.) khususnya mengenai pengakuan terhadap entitas Zionis Israel. Kami memiliki informasi yang menegaskan hal itu dan sama-sama diketahui oleh semua pihak.

*Ada yang mengusulkan protokol tambahan di draft inisiatif Mesir yang menjamin adanya masukan dari Hamas untuk bisa keluar dari terowongan yang gelap ini. Apakah Anda setuju dengan usulan tersebut jika nantinya Mesir secara resmi mengumumkan hal itu?
**Bagian dari pergerakan Arab yang didahului KTT Sirte sebagai pondasi awal bagi ide tersebut. Ide yang memasukkan catatan Hamas dan revisi dari kami atas draft inisiatif Mesir. Terutama kami memfokuskan pada revisi utama dan pokok sehingga catatan kami itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari draft. Kemudian dilakukan penanda-tanganan atas draft oleh semua pihak Palestina yang berkepentingan di bawah mediasi Mesir dan dihadiri oleh pihak-pihak Arab yang bergerak bagi ide tersebut.

*Bisa Anda sebutkan pihak-pihak Arab yang memiliki upaya ke arah terwujudnya rekonsiliasi?

**Qatar, Suriah, Oman dan Libya yang menjadi tuan rumah KTT Arab. Termasuk Arab Saudi dan upaya Turki yang mengadakan pergerakan dengan Mesir ke arah sana.

*Selama kunjungan Anda ke negara-negara Arab, apakah ada kesempatan untuk mendiskusikan catatan-catatan Hamas ini?
**Dalam kunjungan kami ke negara-negara Arab, kami memaparkan kepada para pemimpin dan pejabat Arab duduk perkara yang sebenarnya tentang rekonsiliasi Palestina. Terus mendapatkan kesepahaman dari para pemimpin Arab. Lalu muncul ide tersebut untuk menjembatani dan memunculkan solusi yang pas bagi semua pihak untuk bisa sampai pada rekonsiliasi yang sesungguhnya di bawah mediasi Mesir dan support negara Arab lainnya.

*Sebagian ada yang berpendapat bahwa usia draft usulan Mesir telah berakhir, apakah Anda akan mencari kerangka baru bagi rekonsiliasi jauh dari draft Mesir ini?

**Kami tidak ingin mencari mediator baru bagi rekonsiliasi ini dan juga draft-draft yang lain. Apa yang kami cari adalah melakukan revisi semestinya atas draft agar bisa bersesuaian dengan rincian draft yang sudah kita sepakati bersama selama dialog di Kairo. Tuntutan ini adil dan masuk akal yang sudah kami jelaskan berkali-kali. Ini yang terus kami upayakan.

*Sampai dimana inisiatif Qatar untuk rekonsiliasi Palestina, apakah ini sebagai ganti bagi inisiatif Mesir yang sebagian pihak menganggapnya telah gagal?

**Inisiatif Qatar adalah bagian dari pergerakan Arab yang intinya usulan dan catatan kami dimasukkan dalam draft rekonsiliasi. Kemudian ditanda-tangani oleh semua pihak Palestina yang berkepentingan. Namun sayang, inisiatif ini juga mengalami jalan buntu. Karena berbenturan dengan kendala politik yaitu adanya veto Amerika.# (Al-Misri Al-Yaum, 12/5/2010)


Robb, Selamatkan Masjid Al-Aqsha..

by Paul Bee Godhick on Sunday, 22 August 2010 at 19:47
[ 27/05/2008 - 07:20 ]

Oleh : Mahir Abu Thair
Harian Dustur Yordania (18/5/08)

Kota Al-Quds telah hilang di tangan Arab sendiri sebelum yang lain melakukanya. Jika salah seorang diantara kita membawa gambar Masjid Qubbah Sakhra yang berwarna keemasan kemudian berkeliling kepada ribuan murid-murid sekolah di Arab. Pasti sebagian besar dari mereka tidak tahu nama gambar tersebut. Ditakdirkan ada yang tahu mereka pasti mengatakan bahwa gambar tersebut adalah masjid Al-Aqsha.

Di sejumlah surat kabar, koran, mata uang kertas ataupun logam juga di beberapa bingkisan hadiah dan majalah ataupun buku-buku yang berkaitan dengan al-Quds selalu terpampang gambar Masjid Qubbah Sakhra. Masjid Al-Aqsha telah hilang ditelan bumi bersama qubbahnya.

Jika bangsa Yahudi ingin menghancurkan kedua masjid tersebut secara bersamaan, mereka hanya akan berbicara tentang penghancuran Masjid Al-Aqsha saja dan membiarkan masjid Qubbah Sakhra bagi bangsa Arab dan kaum muslimin. Sementara lorong-lorong di bawah al-Aqsha siap meruntuhkannya. Apalagi kalau Israel membuat guncangan atau gempa bumi buatan sebagai bagian dari rencana Israel menghancurkan Al-Aqsha.

Dan ketika tidak tersisa lagi bagi kita kecuali Qubbah Sakhra yang berwarna keemasan, maka dengan sendirinya kita akan menerima penggantian dari Israel.

Al-Quds yang ada dalam ingatan kebanyakan orang disimbolisasikan dengan Qubbah Sakhra. Sementara Qubbah Sakhra masih ada, belum hencur. Yang hancur dan hilang adalah Masjid al-Aqsha. Sementara al-Aqsha tidak dikenal oleh kebanyakan generasi saat ini.

Hingga para syaikh kita, semoga Allah mensucikan mereka dan tentu dengan niat yang baik dari mereka berkata, semua areal al-Haram adalah al-Aqsha. Dengan perkataan itu para ulama itu ingin menegaskan bahwa semua tempat di sana adalah al-Haram. Namun mereka lupa perkataan tersebut juga menguntungkan Israel. Secara tidak langsung Israel juga suka dengan perkataan itu. Israel akan berkata baik !! kami akan hancurkan Masjid al-Aqsha bersama qubbahnya yang berwarna biru langit untuk kemudian kami bangun di atasnya haikal yahudi. Sementara bangsa Arab kami berikan setengah al-haram lainya di mana terdapat Qubbah Sakhra yang dianggap Al-Aqsha juga atau mewakili al-Aqsha oleh kaum muslimin. Inilah yang disebut tukar guling. Maka tercapailah solusi konflik antara kaum muslimin-yahudi dengan win-win solution.

Masjid al-Aqsha terancam hilang. Oleh karena itu seluruh aksi, partai politik, koran, majalah, media cetak, media elektronik, para pencetak gambar atau siapa saja hindarilah gambar al-Aqsha sebagai pengganti al-Quds. Semua pihak diharapkan berhenti menggunakan gambar Qubbah Sakhra sebagai lambang al-Quds. Kami berharap semua nya menggunakan gambar Masjid Al-Aqsha atau areal al-Haram al-Quds ketika berbicara tentang al-Quds. Penghilangan gambar al-Aqsha oleh bangsa Arab dan dunia sebagai bentuk prahara terhadap hak-hak legal Palestina. Terutama karena wilayah tersebut bukan hanya milik Palestina secara makna. Karena al-Quds merupakan kiblat pertama bagi ummat Islam dan al-Haram ketiga setelah Makkah dan Madinah. Al-Aqsha kedudukanya seperti Ka'bah al-Musyarafah dari sisi kesucianya.

Bagaimana mungkin ummat Islam dapat membebaskan kota al-Quds, sementara sebagian besar mereka tidak mengetahui letak-letaknya bahkan gambarnya tidak kenal ?. Bagaimana mungkin ummat Islam dapat membebaskan al-Aqsha sementara mereka tidak tahu bagaimana bentuknya ?. Apalagi tidak mengetahui sejauh mana bahaya yang mengancamnya . Bagaiamana mungkin ummat ini mau menyelematkan al-Quds dari penjajahan, sementara tiap hari al-Quds dirampas Isral, tanahnya dibangun permukiman dan penduduknya diusir dari sana, dan kita hanya diam saja ?.

Sebagian kaum muslimin membawa paspor Israel secara terpaksa atau suka rela. Sebagian mereka tenggelam dalam utang-piutang karena tak dapat membayar pajak Israel. Atau sebagian mereka membangun rumahnya setelah mendapatkan persetujuan dari Israel. Mereka hanya boleh menempati tanpa memiliki.

Bagaimana bisa sebagian uang bangsa Arab justru dipakai Israel untuk membiayai perang al-Quds. Kita juga menemukan bangsa Arab membelanjakan milyaran dollar uangnya untuk urusan yang tidak ada gunanya, hanya untuk membiayai para pemain bola, teman dekat, anak-anak, pesawat terbang, kapal pesiar ? tetapi tidak sepeser pun digunakan untuk menyelamatkan kota Al-Haram Al-Quds terjajah, atau sekedar memperlama masa tinggal bangsa Arab di sana.

Jika dunia berkonspirasi terhadap kita, maka setengah konspirasi itu oleh sebab kita sendiri. Di antara kewajiban kita hari ini adalah mengingatkan siapa saja yang melupakan kota agama Al-Quds. sebagaimana Makkah dan Madinah di Saudi. Sebab meremehkan masalah al-Quds sama saja dengan melepaskan kerudung dari kepala ibu kita. Kita serahkan masalah al-Quds kepada bangsa asing untuk melakukan apa yang mereka mau. Kesucian dan kehormatan tidak bisa dibagi dengan yang lain. Kita suka melihat orang menangis di depan Ka'bah. Tapi diam seribu bahasa ketika melihat al-Quds. Air mata sudah kering. Tidak ada yang mengetahui kecuali Allah dan pemilik hati tersebut. siapa diantara mereka yang jujur dan siapa yang melakukanya dengan ria.

Masjid Al-Aqhs tidak perlu pada air mata, juga tidak pelu pada suara keras dalam setiap demo dan aksi. Kewajiban kita hanya mengingatkan generasi ini. Minimal mereka dapat membedakan dua masjid tersebut. Sebelum kami minta mereka untuk berjihad. Mereka belum tahu kisah perjuangan al-Quds dari A hingga Z. Aku punya mimbar di sana. Aku tentu berhak tinggal dan berdiri di sana. Sebagaiman kalian punya hak untuk shalat di dalam Masjid Al-Quds. (asy)


I Promise...

by Angel Falasteen on Wednesday, 29 December 2010 at 07:41
 
 
I feel your pain,

I feel your laughter,

I feel your anger,

I feel your joy,

I feel your resentment,

I feel your determination,

I feel your love,

I feel your anguish,

I feel your uncertainty,

I feel your strength,

I feel your courage,

I feel your fear,

I feel your confusion,

I feel your happiness,

I feel your sadness,

I feel your loneliness,

I feel your company,

I feel your encouragement,

I feel your bond in my heart,

and I promise to be there for you always,

to be close to you across any distance that seperates us.

To watch out for you and stand beside you in all the struggles that you may face.

To never turn away from you in your hour of need.

I love you, now and for always.
... always i will stand hand in hand with you.. ♥ ♥ ♥

Let me die!!

by Angel Falasteen on Wednesday, 18 August 2010 at 17:09
 
I see happiness and tranquility in my dreams,
I shut my eyes tight,
sitting down on my knees,
I smile but....
then I cry as i'm awakened from a single gunshot;
I wonder, what have I done in the whole world
to deserve this..?

Four years since I was six,
by then my mother was dead,
I always ran to save myself,
I'm always close to death.
Tears hide my face, as I run from deadly men,
They see them, they kill them
as I watch my people die
I wonder, what have I done to deserve this..?

I continue to run,
in grief and agony
from hiding what will I find..?
I can never escape from this deadly sight.
I will always feel pain,
but no sooner will die in fright
and at last I can say goodbye.

I fall and lay on the ground,
wanting to escape this world of war,
I'm surrounded by weapons,
the bullets fly out towards me
and now I scream out to the world...
I know my words are heard,
but they seem not to understand a word..

However, I will take this final opportunity to say
before my breath is taken away,

" Tell me what have I in the whole world done to deserve this..?"

Saturday, 1 January 2011

It’s time to change the language on Palestine

Professor Richard Falk has spoken to the media on some of the most pertinent issues relating to human rights in the Occupied Palestinian Territories. The UN Special Rapporteur for Palestinian Human Rights in the OPTs was speaking at a press briefing on Monday organised jointly by the Middle East Monitor (MEMO) and the charity Forward Thinking.

Prof. Falk covered many issues, including the importance of using more accurate language and terminology to describe the conflict. He noted that the language used by US Secretary of State Hillary Clinton, for example, was designed to anaesthetise the illegality of the Jewish settlements and produce an acceptance of Israeli efforts to get more Jews into Jerusalem and expel the Palestinians.

If accepted, Clinton ’s proposals would, he explained, leave the Palestinians with just 14% of historic Palestine. The Special Rapporteur emphasised the importance of using language which reflects the reality of the situation on the ground, including the terms "ethnic cleansing", "apartheid" and "settler-colonisation".

According to Prof. Falk, in the context of the legitimacy war the language used must demonstrate an ability to hold the moral high ground, similar to the struggle against apartheid.

He said that the approach should not be to identify Israel as a state similar to South Africa but rather to demonstrate that it has policies in which one race dominates and subjugates another with the instruments of the state.