Wak Dol > satu ISLAM
Soalan; Assalamualaikum ustaz,saya sebagai hamba Allah amat musykil dengan adanya amalan, yang tidak diketahui di bolehkan atau tidak sehingga takut menjejaskan iman saya sebagai orang muslim (SYIRIK). Oleh yang demikian saya ada pertanyaan mengenai Ilmu Pengasih. Contohnya: Bismillahhirrohmanirrohim Mandiku mandi air Nur amanjani Siraman sekali mudalah kulitku Siram kedua datang kasih sayang sekalian yang memandang Siraman ketiga bur memancar cahyaku karena aku memakai pemikat bidadari dari syurga mustajab diaku kabul berkat izin Allah Nurun ala nurin bolehkah ianya di amalkan dan apakah ada kaitannya dengan pertolongan daripada makhluk halus? Diminta ustaz menghuraikan apa yang berada di benak saya selama ini.Minta pendapat daripada ustaz secepat yang boleh.
Jawapan;
Adalah lebih baik saudara/saudari meninggalkan jampi/mentera yang tidak jelas maksudnya dan tidak jelas dari mana datangnya kerana dibimbangi ia membawa kepada pemujaan selain Allah (memuja iblis, syaitan, jin atau sebagainya).
Sabda Nabi -sallallahu 'alaihi wasallam-; "Sesiapa menjaga dirinya dari melakukan perkara yang syubhah (yang samar antara halal atau haram), sesungguhnya ia telah menyelamatkan agama dan kehormatan dirinya. Sesiapa melakukan yang syubhah, dibimbangi ia akan terjatuh ke dalam yang haram" (HR Imam al-Bukhari dan Muslim dari an-Nu’man bin Basyir –radhiyallahu ‘anhu-).
Dalam sebuah hadis, Nabi –sallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda; “Sesungguhnya jampi-jampi, tangkal- tangkal dan sihir tiwalah adalah syirik”. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan al- Hakim dari Ibnu Mas ’ud r.a./al-Jami’ as-Saghir, no. 2002)
(*At-Tiwalah ialah sejenis sihir pengasih iaitu yang digunakan untuk menjadikan seorang perempuan dikasihi oleh seorang lelaki. Lihat Faidhul Qadier, hadis no. 2002).
Jangan terpengaruh dengan perkataan Bismillah atau nama Allah yang tertulis di awal jampi/ mentera atau diakhirnya kerana perkataan tersebut tidak boleh menjadi hujjah untuk menghalalkan yang haram sekalipun manusia menulis atau melafaznya puluhan atau ratusan kali sekalipun. Ia sama seperti seorang yang bersumpah dengan nama Allah sedangkan kandungan sumpahnya adalah palsu, maka nama Allah itu tidak menjadikan sumpah palsu itu sebagai benar (malah ia berdosa di sisi Allah kerana bersumpah palsu).
Begitu juga seorang yang membaca Bismillah ketika minum arak, Bismillah itu tidak akan menjadikan arak itu halal. Adalah memadai kita memohon hajat kita terus dari Allah dengan berdoa dengan bahasa yang kita fahami (mengikut hajat kita) atau dengan kita berzikir dan berdoa dengan doa-doa yang maksur dari Allah dan RasulNya.
Cukup banyak doa-doa dalam al-Quran dan as-Sunnah yang dapat kita pilih yang bersesuaian dengan hajat kita. Doa yang diambil dari al-Quran dan as-Sunnah telah jelas kebenarannya, bebas dari syirik dan diberi pahala bila kita membacanya kerana ia adalah ibadah. Di samping berdoa dengan doa-doa yang maksur, kita juga boleh memohon hajat kita dari Allah dengan melakukan solat hajat, solat istikharah, solat malam dan amalan-amalan sunat yang lain (seperti puasa, sedekah, membaca al-Quran dan sebagainya di mana setelah kita melakukan amalan-amalan soleh itu, kita mengangkat tangan berdoa kepada Allah agar hajat kita dimakbulkan. Ini dinamakan bertawassul dengan amalan-amalan soleh).
Jelaslah kepada kita bahawa cara dan kaedah untuk kita memohon hajat dari Allah mengikut cara yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya di dalam al-Quran dan as-Sunnah cukup banyak, telah memadai untuk kita dan tidak perlu lagi kepada jampi-jampi, mentera-mentera atau lain-lainnya yang tidak pasti kebenaran dan manfaatnya. Wallahu a'lam.
Posted by USTAZ AHMAD ADNAN FADZIL
Showing posts with label Shaytaan.. Iblis.. jinn... Show all posts
Showing posts with label Shaytaan.. Iblis.. jinn... Show all posts
Monday, 24 January 2011
Sunday, 23 January 2011
10 Pintu Syaitan dalam Menyesatkan Manusia...
Pintu pertama: HASAD (dengki) dan TAMAK.
Ini adalah pintu terbesar dan pertama yang telah menggelincirkan Nabi Adam dan anaknya. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
Pintu kedua: MARAH
Ini juga adalah pintu terbesar. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Inilah yang terjadi seorang anak membunuh bapaknya atau sebaliknya. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.
Pintu ketiga: SANGAT SUKA MENGHIAS-HIASI
Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.
Pintu keempat: KENYANG
Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan SYAHWAT dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.
Pintu kelima: TAMAK KEPADA ORANG LAIN
Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.
Pinta keenam: TERGESA-GESA
Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.”
(Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Pintu ketujuh: CINTA HARTA
Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.
Pintu kedelapan: TA'ASHUB GOLONGAN
Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.
Pintu kesembilan: MEMIKIRKAN HAKIKAT DZAT DAN SIFAT ALLAH
Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.
Pintu kesepuluh: BURUK SANGKA
Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.
Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.
...ustazpenang...

Ini adalah pintu terbesar dan pertama yang telah menggelincirkan Nabi Adam dan anaknya. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
Pintu kedua: MARAH
Ini juga adalah pintu terbesar. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Inilah yang terjadi seorang anak membunuh bapaknya atau sebaliknya. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.
Pintu ketiga: SANGAT SUKA MENGHIAS-HIASI
Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.
Pintu keempat: KENYANG
Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan SYAHWAT dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.
Pintu kelima: TAMAK KEPADA ORANG LAIN
Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.
Pinta keenam: TERGESA-GESA
Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.”
(Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Pintu ketujuh: CINTA HARTA
Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.
Pintu kedelapan: TA'ASHUB GOLONGAN
Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.
Pintu kesembilan: MEMIKIRKAN HAKIKAT DZAT DAN SIFAT ALLAH
Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.
Pintu kesepuluh: BURUK SANGKA
Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.
Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.
...ustazpenang...
Thursday, 6 January 2011
KISAH raja iblis MENGADAP BAGINDA JUNJUNGAN BESAR NABI MUHAMMAD RASULULLAH S.A.W.
KISAH raja iblis MENGADAP BAGINDA JUNJUNGAN BESAR NABI MUHAMMAD RASULULLAH S.A.W.
by Lanang Jagat on Thursday, 23 September 2010 at 18:05
Ringkasan kisah ini telah disesuaikan kembali daripada penyusun asalnya Syaikh Muhammad bin Haji Mohd Said, Guru Madrasah Al-Sibyan, Singapura dan penerbit asalnya Hashim bin Haji Abdullah yang dicetak oleh Al-Ahmadiah Press (Pte) Ltd., Singapura.
Allah SWT telah menitahkan Malaikat untuk berjumpa raja iblis dan menyuruh raja iblis mengadap kehadhirat Baginda Junjungan Besar Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W. bagi membuka segala jenis rahsia kegemaran dan kebencian raja iblis. Peristiwa ini juga membayangkan ketinggian darjat Baginda Rasulullah S.A.W. serta menjadi perisai dan peringatan kepada sekelian umat Baginda. Malaikat menyatakan Titah Allah SWT kepada raja iblis :
Hai iblis!! Bahawa Allah SWT Yang Maha Mulia lagi Maha Besar telah menitahkan engkau supaya mengadap kehadhirat Rasulullah S.A.W. dan hendaklah engkau membuka segala rahsiamu dan apa-apa yang disoal oleh Nabi Muhammad S.A.W. hendaklah engkau menjawab dengan benar dan sekiranya engkau berdusta walau satu perkataan sekalipun nescaya diputuskan segala anggotamu dan uratmu serta engkau akan disiksa dengan azab yang amat keras
Mendengar sahaja perkataan Malaikat berkenaan, iblis terasa dahsyat dan amat gerun sekali. Dengan segera iblis datang mengadap Baginda Rasulullah S.A.W. dengan menyamar menjadi seorang tua yang buta sebelah matanya serta berjanggut putih sebanyak 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu. iblis memberikan salam dengan penuh hormat dan takzim sebanyak 3 kali yang tiada dijawab oleh Baginda Rasulullah S.A.W.. iblis pun bertanya :-
Yaa Rasulullah, mengapakah Tuan Hamba tidak menjawab akan salam hamba kerana bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah SWT?
Maka sabda Baginda S.A.W. :-
Hai aduwullah musuh Tuhan! Kepada akukah engkau menunjukkan helahmu? Patutkah engkau dengan urusanmu itu hendak menipu aku sebagaimana engkau menipu Nabi Allah Adam A.S. sehingga terkeluar dari syurga dan Habil mati teraniaya dibunuh oleh Qabil dengan sebab hasutan engkau serta Nabi Allah Ayub A.S. engkau tipu asap racun semasa baginda sujud di dalam solatnya hingga begitu lama baginda menanggung sengsara oleh perbuatan engkau. Dan Nabi Allah Daud A.S. dengan perempuan pahlawan Urya serta Nabi Allah Sulaiman A.S. meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya untuk melarikan cincin baginda; demikian juga beberapa Anbiya A.S.W.S serta para ulama yang telah menanggung kesengsaraan dan penganiayaan oleh perbuatan mu yang khianat. Hai iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia pada Tuhan Azza Wajalla. Hanya salam engkau sahaja aku tidak ingin menjawabnya kerana telah diharamkan oleh Tuhan dan engkau ini terlaknat serta telah ditentukan kepada engkau kedalam neraka yang amat keras bagi menyiksa dirimu. Maka aku kenal sangat bahawa engkaulah iblis yang menjadi raja segala syaitan telah datang dalam bentuk penyamaran. Apakah tujuan engkau datang mengadapku ini?
Maka sembah iblis :
Ya Nabi Allah, janganlah Tuan Hamba murka. Demi sesungguhnya, Tuan Hambalah Nabi yang terakhir lagi mulia dan kekasih Allah S.W.T. maka dapatlah Tuan Hamba mengenali hamba. Ya Nabi Allah, tujuan kedatangan hamba ke mari ialah dengan keizinan Tuhan Azza Wajalla. Allah SWT telah mengutuskan malaikatNya dengan Titah supaya hamba datang mengadap ke hadhirat Tuan Hamba. Ini supaya Tuan Hamba dapat bertanyakan apa juga persoalan mengenai keadaan umat Tuan Hamba. Hamba sedia menkhabarkan secara terus-terang mengenai tipu daya hamba di atas sekelian manusia bermula daripada zaman Nabi Allah Adam A.S. sehinggalah kepada zaman yang akan datang selepas zaman Tuan Hamba. Mereka yang hamba goda kepada beberapa banyak simpang dan jalan yang sesat supaya mereka binasa dengan tipu daya hamba yang amat halus.
Ya Nabi Allah, setiap pertanyaan Tuan Hamba akan hamba jawab satu persatu dengan sebenar-benarnya tanpa sembunyi.
Maka raja iblis pun bersumpah dengan nama Tuhan dan berkata :
Ya Nabi Allah, sekiranya hamba berdusta barang sepatah kata sekalipun, nescaya hancur-leburlah diri hamba terbakar menjadi abu
Mendengarkan pengakuan Raja iblis dan sumpahnya, maka Rasulullah S.A.W. berasa sukacita dan merasakan inilah peluang keemasan untuk baginda menyiasat segala perbuatan raja iblis dengan disaksikan oleh sekelian sahabat yang hadir di majlis berkenaan. Ianya juga akan menjadi senjata atau perisai kepada sekelian umat hingga kemudian hari.
DIALOG
RASULULLAH S.A.W : Wahai iblis! Siapakah yang sebesar-besar seteru engkau dan apakah pandanganmu terhadap aku ini?
raja iblis : Ya Nabi Allah, Tuan Hambalah musuh hamba yang paling besar daripada segala seteru hamba di muka bumi ini.
Maka Rasulullah S.A.W. merenung wajah raja iblis menyebabkan iblis menggeletar segenap tubuh badan serta anggotanya disebabkan terlalu gerun akan kebesaran Baginda.
raja iblis : Ya Nabi Allah, hamba mampu menyamar sebagai sesiapa juga termasuk haiwan bersekali dengan suara-suara yang tepat. Hamba ditegah Tuhan Azza Wajalla untuk menyamar sebagai Tuan Hamba kerana jika hamba melakukan yang demikian, nescaya terbakarlah hamba menjadi abu .
raja iblis : Hamba bersungguh-sungguh merentap iktikad anak Adam supaya mereka menjadi kafir ialah kerana Tuan Hamba bersungguh-sungguh menasihatkan mereka dengan memberikan pedoman kepada seluruh manusia supaya berpegang teguh kepada Islam. Begitulah juga kesungguhan hamba menarik mereka kepada kafir, murtad dan munafik. Hamba tarik sekelian umat Islam supaya meninggalkan jalan yang lurus dan beralih kepada jalan yang sesat. Hamba berharap mereka akan mauk ke neraka bersama-sama dengan hamba serta kekal di dalamnya buat selama-lamanya
RASULULLAH S.A.W: Hai iblis! Bagaimanakah perbuatanmu kepada makhluk Allah SWT?
raja iblis : Ya Nabi Allah, hamba goda perempuan-perempuan supaya merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya dan sesetengahnya hingga menghasilkan benih yang bersalah-salahan sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan solat dan leka dengan makan-minum dan berbuat kemungkaran. Sesetengahnya hamba lalaikan dengan harta-bendanya daripada emas, perak, rumah dan ladang dan hasilnya dibelanjakan ke atas segala pekerjaan yang haram. Telah banyak kaum lelaki dan perempuan terpesong imannya menerusi tentera jin, iblis dan syaitan yang hamba perintahkan supaya menarik mereka ke jalan kemungkaran. Kalau terdapat sesuatu pesta yang melibatkan pergaulan bebas lelaki dan perempuan, maka hamba akan menggoda bersungguh-sungguh supaya mereka kehilangan maruah, meminum arak dan mempengaruhi rakannya dengan cara paksaan supaya meminum arak sehingga hilang akal dan hilang rasa malu mereka. Lalu hamba hulurkan tali percintaan yang asyik sehingga terbuka beberapa pintu maksiat yang besar supaya mereka berhasad-dengki sehingga melakukan perzinaan. Apabila lelaki dan perempuan berkasih-kasihan, maka terpaksalah mereka mencari wang menerusi tipu daya serta mencuri. Sekiranya mereka menyedari kesalahan masing-masing dan ingin bertaubat atau beramal-ibadat, hamba akan halang mereka sehingga mereka bertangguh dan bertempoh dalam berbuat kebajikan. Hamba juga akan menggoda dengan lebih kuat supaya melazimkan maksiat dan menyukai isteri orang. Maka telah ramai umat Tuan Hamba telah hamba sesatkan dengan jalan ini dengan bantuan jin, syaitan dan iblis di mana hamba menyuruh mereka menghasut seluruh anggota manusia hingga ke dalam tubuh badannya. Apabila mereka digoda pada hati, maka mereka akan sentiasa riak dan takabbur, ujub serta melengah-lengahkan amalnya dan berlaku sombong. Apabila mereka digoda pada lidah, maka sentiasalah mereka gemar berdusta, mencela dan mengumpat satu sama lain. Demikianlah hamba menghasut mereka semasa siang, malam, pagi dan petang.
RASULULLAH S.A.W: Hai iblis! Mengapakah engkau suka bersusah-payah dan berpenat-penatan untuk melakukan pekerjaan yang tidak memberikan sebarang faedah kepada dirimu bahkan menambahkan lagi laknat ke atas dirimu serta engkau akan ditimpakan sebesar-besar siksaan di dalam neraka yang paling bawah sekali?
RASULULLAH S.A.W: Hai laknatuLlah! Siapakah yang menghidupkan engkau? Siapakah yang menjadikan engkau? Siapakah yang melanjutkan usia engkau? Siapakah yang menerangkan mata engkau? Siapakah yang memberikan pendengaran telinga engkau? Siapakah yang memberikan kekuatan kepada anggota engkau?
raja iblis : Adalah sekeliannya itu adalah anugerah daripada Allah SWT yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur serta khianat telah menyebabkan hamba melakukan sebesar-besar kejahatan. Tuan Hamba juga sedia maklum bahawa hamba pernah menjadi ketua segala malaikat sehingga ribuan tahun dan bersujud kepada Allah SWT semenjak di dunia ini lagi dan hamba telah dinaikkan darjat menerusi satu langit ke satu langit dengan aman. Hamba pun mendiami tempat hamba dengan beribadat bersama-sama malaikat serta berkhidmat kepada Tuhan Azza Wajalla dalam tempoh yang begitu lama.
Tiba-tiba datang Firman Allah SWT kepada hamba sekeliannya mengenai dijadikanNya seorang khalifah di dalam dunia ini. Maka hamba membantah kerana tidak suka berkhalifah. Lantas Tuhan Azza Wajalla menjadikan seorang lelaki dan dititahkan hamba dan sekelian Malaikat memberikan penghormatan kepada Adam kecuali hamba seorang enggan bersujud dan hamba telah mengingkari hukumNya. Maka hamba dimurkai Tuhan Azza Wajalla serta dilaknatiNya hamba sehingga Hari Qiamat. Wajah hamba yang selama ini bercahaya dan cantik telah dihapuskan oleh wajah yang hodoh dan keji. Hamba sakit hati dan begitu berdendam kepada Adam. Kemudian Adam diangkat oleh Tuhan Azza Wajalla menjadi raja di dalam syurga serta dikurniakan seorang isteri untuk dijadikan permaisuri yang memerintah segala bidadari. Sentiasalah mereka dalam kesukaan dan kesenangan. Hasad-dengki hamba menjadi-jadi kepada kedua mereka dan merancang untuk mengkhianati mereka. Akhirnya hamba telah menipu Siti Hawa supaya meminta Adam memakan buah khuldi larangan Tuhan Azza Wajalla. Maka kerana perempuan itulah, Adam termakan buah larangan berkenaan sehingga mereka dihalau dari syurga dan diturunkan ke dunia secara terpisah kedua suami-isteri beberapa lama sehinggalah dipertemukan kembali oleh Tuhan Azza Wajalla dengan selamatnya sehingga mereka mendapat beberapa orang anak lelaki dan perempuan. Kemudian kami hasut pula anak lelakinya yang bernama Qabil supaya membunuh abangnya Habil sehingga mati. Itupun hamba masih tidak berpuas hati sehingga hamba dapat melakukan pelbagai tipu-daya ke atas sekelian anak-cucunya hinggalah ke Hari Qiamat. Tetapi Tuan Hamba telah menghalang pekerjaan hamba dengan menarik mereka supaya memeluk Islam. Ada pun sebelum Tuan Hamba diputerakan ke dalam dunia ini, hamba bersama-sama bala tentera hamba mampu naik ke langit dengan mudahnya mencuri rahsia dan tulisan-tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat dan mendapat pahala serta syurga. Demikian juga bagi mereka yang beribadat malam akan mendapat setinggi-tinggi pahala. Apabila hamba turun ke dunia, maka hamba khabarkan kepada mereka itu dengan jalan yang sesat melalui pelbagai tipu daya sehingga mereka berpegang kepada kitab-kitab bidaah dan karut. Tetapi apabila Tuan Hamba zahir ke alam dunia ini, maka hamba tidak dizinkan Allah SWT untuk naik ke langit dan hamba tiadalah lagi mendapat apa-apa rahsia umat Tuan Hamba. Ramai malaikat yang menjaga di pintu tiap-tiap lapisan langit dan jika hamba berdegil untuk naik ke langit, nescaya malaikat akan melontar anak panah api yang bernyala-nyala. Telah ramai bala tentera hamba daripada golongan jin, iblis dan syaitan terkena lontaran malaikat sehingga badan mereka terbakar menjadi abu. Hamba dan bala tentera hamba amat susah hati dalam usaha menjalankan hasutan ditambah pula Tuan Hamba dapat menzahirkan mukjizat-mukjizat yang amat hebat di hadapan sekelian raja-raja dan di khalayak ramai.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah tipu helah terawal engkau ke atas manusia?"
raja iblis : Pertama, hamba palingkan iman mereka sehingga terpesong iktikad mereka kepada kekafiran samada pada perkataan, perbuatan, kelakuan dan hati mereka. Namun jika mereka gagal hamba pesongkan, hamba akan berusaha menarik mereka kepada jalan yang mengurangkan pahala supaya lama-kelamaan, mereka akan terjerumus juga mengikut kemahuan hamba
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku mendirikan solat, bagaimanakah keadaan engkau?"
raja iblis : "Itulah sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah seluruh badan hamba dan lemahlah tulang sendi hamba, maka pada waktu itu, hamba menyuruh puluhan syaitan iblis menggoda setiap orang yang hendak bersolat menerusi anggotanya supaya malas bersolat dan hatinya supaya was-was dalam solatnya serta terlupa bilangan rakaatnya. Mereka juga akan bimbangkan pekerjaan dunia dan hatinya hendak cepat-cepat menamatkan solatnya. Sesetengah iblis masuk ke dalam mata orang yang hendak bersolat supaya ia tidak kusyuk dalam solatnya sehingga mereka berpaling atau menjeling ke kanan dan kiri semasa solat. (Maka) tidaklah tetap hatinya serta hilanglah kusyuknya. Sesetengah iblis memasuki telinga orang yang bersolat supaya memasang telinga mendengar perbualan orang, bunyi-bunyian dan sebagainya - yang sia-sia belaka. Sesetengah iblis duduk pada belakangnya supaya orang yang bersolat itu tidak berupaya lama-lama semasa bersujud atau bertahiyyat. Di dalam hatinya sering bekehendakkan agar solatnya segera tamat dan ini tentunya akan mengurangkan pahala solat. Jika sekelian iblis berkenaan gagal menggoda seperti yang demikian, nescaya mereka akan hamba hukum seberat-beratnya.
RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca Al-Qur an kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Jika mereka membaca Al-Qur an kerana Allah, maka terbakarlah tubuh hamba serta putus-putus segala urat hamba, maka larilah hamba dari mereka.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Telah binasalah diri hamba dan gugurlah tulang hamba kerana mereka telah menyempurnakan rukunnya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berpuasa kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Ya Nabi Allah, inilah suatu bencana yang besar bahayanya terhadap hamba kerana apabila masuk malam awal Ramadan, maka memancarlah nur Arasy dan Kursiy serta segala Malaikat menyambut dengan gembiranya. Bagi orang-orang yang berpuasa mendapat sebesar-besar anugerah Allah SWT yang Maha Pengampun segala dosa yang telah lalu serta digantikan pula dengan pahala yang amat besar serta tiada ditulis segala kesalahannya selama ia berpuasa. Tambahan pula yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit, bulan dan bintang serta Malaikat sehinggalah burung-burung dan ikan-ikan laut dan air tawar juga tiap-tiap yang bernyawa di atas muka bumi mendoakan siang dan malam memohon ampun bagi orang-orang yang berpuasa. Satu lagi setinggi-tinggi kemuliaan orang yang berpuasa ialah Tuhan menjadikan 1000 kemerdekaan dari azab neraka pada setiap hari dalam Bulan Ramadan, segala pintu neraka ditutup, segala pintu syurga dibuka, angin/bayu syirah yang amat lembut berhembusan ke dalam syurga. Maka pada hari mulanya umat Tuan Hamba berpuasa, datanglah segala bala tentera Malaikat yang garang tanpa mengira lawannya menangkap hamba dengan perintah Tuhan serta ditangkapnya segala bala tentera hamba iaitu jin, syaitan dan ifrit serta dipasung kaki tangannya dengan besi panas - dan dirantainya hamba sekeliannya serta dibenamkan ke dalam bumi yang amat dalam dan ditambah pula dengan beberapa azab sengsara sehingga selesai ibadat puasa umat Tuan Hamba, baharulah hamba dilepaskan supaya hamba tidak boleh mengganggu mereka. Dan umat Tuan Hamba sendiri telah merasa kesenangan dalam menjalani ibadat puasa sebagaimana mereka bekerja untuk bersahur di waktu tengah malam seorang diri sekalipun tanpa sedikit perlu merasa takut seperti malam-malam yang lain
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Bagaimanakah halnya para sahabatku kepada engkau?
raja iblis : "Ya Nabi Allah, Adalah sekelian para sahabat Tuan Hamba adalah sebesar-besar seteru kepada hamba, kerana tiada upaya hamba melawan mereka dan tidak ada satu pun tipudaya hamba dapat memasuki mereka, kerana Tuan Hamba pernah berkata Sekelian para Sahabatku adalah umpama bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka nescaya kamu akan mendapat petunjuk Ya Nabi Allah, sekelian para sahabat Tuan Hamba sangat taat mengerjakan perintah Tuan Hamba lagi setia serta bersungguh-sungguh menyiar dan menghebahkan syariat Tuan Hamba kepada sekelian manusia menerusi Al-Qur an dan Al-Hadis. Ada pun Sayyidina Abu Bakar As Siddiq bin Abi Qahafah R.A. itu semasa sebelum beliau bersama Tuan Hamba pun, hamba gagal menghampirinya apalagi sekarang beliau telah mendampingi Tuan Hamba. Beliau amat kuat bersaksi di atas kebenaran Tuan Hamba sehingga beliau telah menjadi wazirul a zam dan Tuan Hamba telah berkata bahawa kiranya ditimbang kebajikan Abu Bakar dengan amal kebajikan sekelian isi dunia ini, nescaya lebih beratlah kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula, beliau telah menjadi bapa mertua Tuan Hamba dengan mengahwinkan puterinya Sayyidatina Aishah R.A yang sangat hafiz Hadis-Hadis Tuan Hamba. Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Umar Al-Khattab R.A., hamba tidak berani memandang wajahnya kerana beliau sangat tegas dalam menjalankan hukum syariat Tuan Hamba. Jika hamba terpandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana tersangat takut kepadanya kerana imannya yang sangat kuat apalagi Tuan Hamba pernah bersabda, Jikalaulah ada lagi Nabi selepas aku, nescaya Umar boleh menggantikannya kerana harapan besar Tuan Hamba ke atasnya. Beliau juga mampu membezakan iman dan kafir sehingga beliau mendapat gelaran Umar Al-Faruk . Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Osman Al-Affan itu lebih-lebih lagi tidak dapat hamba hampiri kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Qur an, siang, malam, pagi dan petang. Dialah penghulu segala orang yang sabar dan penghulu segala syuhada dan menjadi menantu Tuan Hamba sebanyak 2 kali. Kerana ketaatannya, beliau dikunjungi oleh para Malaikat dengan penuh hormat kerana sangat malunya Malaikat kepada beliau. Tuan Hamba telah berkata, Barangsiapa menulis BismillaahirRahmaanirRahiim pada kitab-kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala baginya seperti pahala syahid Sayyidina Osman. Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Ali bin Abi Talib R.A., hamba sangat takut kepadanya kerana kehebatan kelakuannya serta kedahsyatan melihat keperkasaannya di medan peperangan merempuh segala musuhnya. Maka apabila iblis, syaitan dan jin memandang wajah Sayyidina Ali, nescaya terbakar kedua biji mata mereka kerana beliau sangat kuat mengerjakan perintah Tuhan serta beliau adalah julung-julungnya kanak-kanak yang memeluk Islam serta enggan menundukkan kepala kepada sebarang berhala, sebab itulah beliau digelar Ali KarimahullahuWajhah dan Harimau Allah . Tuan Hamba pernah bersabda, Akulah negeri segala ilmu dan Ali adalah pintunya . Tambahan pula, beliau telah menjadi menantu tuan hamba, maka terlebihlah ngeri hamba kepadanya.
RASULULLAH S.A.W: "Bagaimanakah tipudaya engkau terhadap umatku?
raja iblis : "Adalah umat Tuan Hamba ada tiga golongan (1) Seperti air hujan turun dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan lagi banyak manfaatnya dan pertolongan kepada lainnya iaitu guru-guru yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala tegahanNya dan kata (Malaikat) Jibril A.S., Adapun ulama itu pelita dunia dan pelita akhirat (2) Umat Tuan Hamba itu seperti tanah iaitu orang (yang) sabar, bersyukur dan redha akan kurnia Tuhan kepadanya serta beramal soleh dan bertawakkal kepada Allah dan banyak berbuat kebajikan, dan (3) Umat Tuan Hamba itu keadannya seperti Fir aun yang terlampau tamak dengan harta dunia (dan) dihilangkan amal (perbuatan) akhirat. Maka (dengan) sukacitalah hamba kepada mereka (umat ke 3) lalu hamba masuk ke dalam tubuh mereka, hamba putarkan hati mereka menuju ke lautan derhaka. Apabila telah kekal atas jalan kejahatan, hamba tarik ke mana (sahaja) sesuka hati hamba, jadi sentiasalah mereka bimbangkan dunia dan tidak suka menuntut ilmu, dijadikan dirinya tiada kelapangan untuk beramal, tidak mengeluarkan zakat hartanya dan sesetengah (golongan) yang miskin (yang) hendak beribadat, hamba goda mereka (supaya) meminta kekayaan terlebih dahulu, maka apabila disampaikan Tuhan akan hajatnya untuk mendapatkan kesenangan, maka (hamba) lupakan mereka dari beramal, tidak mahu mengeluarkan zakat harta mereka ibarat Qarun dengan mahligainya dan diri mereka serta harta benda mreka habis terbenam ke dalam bumi kerana mereka tidak mahu membelanjakan (harta mereka) pada jalan-jalan kebajikan dan jika terkena kesakitan, mereka tidak sabar, mereka sentiasa bimbangkan harta mereka dan sesetengah dari mereka yang kaya asyik dengan perebutan dunia, bercakap besar kepada sesama Islam dan benci dan menghina golongan miskin. Mereka gemar mengeluarkan harta mereka kepada jalan-jalan maksiat dan menaburkan harta mereka kepada perempuan-perempuan jahat dan tempat-tempat judi dan (majlis) tarian.
RASULULLAH S.A.W: "Siapa pula yang sama (tarafnya) seperti engkau?
raja iblis : "Orang-orang yang meringankan syari at Tuan Hamba dan membenci orang-orang yang mempelajari Islam.
RASULULLAH S.A.W: "Siapakah pula yang memberikan cahaya pada muka engkau?
raja iblis : "Orang-orang yang berdosa dan bersumpah bohong dan (menjadi) saksi pembohong serta memungkiri janji.
RASULULLAH S.A.W: "Apa pula rahsia engkau terhadap umatku?
raja iblis : "Jika seorang muslim ingin membuang air besar (ke tandas), jika tidak membaca doa kepada Allah SWT untuk mohon perlindungan daripada syaitan, nescaya hamba lumurkan najis itu ke tubuhnya tanpa disedari.
(Inilah doanya sebelum sampai ke tandas - Bismillahi AllaHomma Innii a uu dzubikaminal khubusi wal khobaa is jika masuk ke tandas, dahulukanlah kaki kiri dan jika keluar dari tandas dahulukan pula kaki kanan dan apabila jauh empat-lima langkah daripada tandas, dibaca di dalam hati GhufraanakalhamdulillaaHilladzii azHaba annil azaa wa aafinii dan apabila selesai bersuci dibacakan doa AllaaHumma ToHHir Qalbii minnifaaqi wahaSSin farjii minal fawaa hi shi )
Maka jika dibacakan doa-doa tersebut, larilah hamba daripadanya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berjimak dengan isterinya, bagaimanakah keadaan engkau?
raja iblis : "Jika seseorang hendak berjimak dengan isterinya, (dan) jika dia membaca : A uu dzubillaaHiminassyaitaanirrajiim, AllaHumma jannibnaa minassyaitaani wajannibissyaitaan maa razaqtanaa maka larilah hamba daripadanya. Maka jika dia tidak membacakan doa tersebut, (maka) hambalah yang terlebih dahulu berjimak dengan isterinya dan jika menjadi anak (hasil pergaulannya), maka anak itu menggemari pekerjaan maksiat serta malas berbuat (baik) atas jalan kebajikan dengan sebab kelalaian ibubapanya. Demikian juga jika mereka makan atau minum dengan tidak membaca BismillaahirRahmaaniRahiim maka, hambalah yang terlebih dahulu makan dan minum sebelum mereka, maka walaupun mereka makan, tetapi mereka tidak kenyang.
RASULULLAH S.A.W: "Dengan jalan manakah yang dapat menolak tipudayamu?
raja iblis : "Jika seseorang berbuat dosa, maka ia segera sedar dan bertaubat kepada Allah SWT dan menangis serta menyesal di atas perbuatannya serta apabila dia marah, dengan segera dia berwudhuk, nescaya padamlah kemarahannya. Barangsiapa yang membaca doa ini setiap kali solat Jumaat sebanyak 5 kali, maka dosanya akan diampunkan Tuhan kerana dia telah bertaubat. Inilah doanya : Ilaahii lasta lil firdausi ahlan, walaa aq waa a laa naaril jahiim, fahablii taubatan waghfir dzunuubii, fainnaka ghaafirudzzanbil aziim
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang benar-benar menjadi kegemaranmu?
raja iblis : "Apabila lelaki dan perempuan tidak mencukur atau mencabut atau menggunting bulu di ari-arinya selama 40 hari, maka hamba akan tinggal mengecilkan diri seperti pepijat bersarang di situ, begitu juga, (menjadi) tempat hamba bergantung dan berbuai pada bulu ketiak orang yang tidak mencukurnya atau mencabutnya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah saudaramu?
raja iblis : "Orang yang tidur meniarap atau tidur (nyenyak) di waktu subuh, maka dia masih tidur dan tidak segera solat subuh, maka hamba akan mengulitnya sehingga dia lena sehingga terbit matahari dan begitu juga pada waktu zohor, asar dan maghrib, hamba (akan) beratkan hatinya (sehingga) menjadi malas mengerjakan solat.
(Apabila hendak tidur, bacalah BismillaahirRahmaanirRahiim sebanyak 21 X)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Dengan jalan manakah yang boleh membinasakanmu?
raja iblis : "Orang yang banyak menyebut nama Allah dan banyak memberikan sedekah dengan tidak diketahui orang, memperbanyakkan taubat, memperbanyakkan tadarrus Al-Qur an serta solat di waktu malam.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah pula yang memecahkan penglihatan engkau?
raja iblis : "Orang yang banyak beriktikaf di masjid kerana Allah
(lafaz niat iktikaf Nawaitul I tikaaf fii Haa dzal masjidi sunnatan lilLaahiTa aala )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah lagi yang memecahkan penglihatan engkau?
raja iblis : "Orang yang taat kepada (kedua) ibubapanya serta membantu (menjaga) makan dan minum serta pakaian mereka kerana Tuan Hamba telah bersabda Bermula syurga itu adalah di bawah (tapak) kaki ibubapa
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apa pula yang merantai engkau?
raja iblis : "Penjual (peniaga) yang betul timbangan (dan) sukatannya, ukuran dan tukarannya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku memberi salam antara satu dengan yang lain, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Apabila dua orang (muslim) bertemu di tengah jalan, lantas memberikan salam (Assalaamu alaikum waroh matulLaaHiwabaa rakaatuh) dan dijawab oleh saudaranya, maka terasa seperti pecah dada hamba, maka hamba pun meratap kerana kedua-duanya telah diampunkan- dia dan saudaranya - apabila berpisah keduanya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula sahabat karibmu?
raja iblis : "Orang yang minum arak atau tuak (samsu) atau (ketagih) candu atau ganja (termasuk penyalahgunaan dadah) kerana kemerbahayaannya telah nyata menyebabkan perpecahan, perkelahian dan perceraian
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula yang bersekutu dan sekedudukan dengan engkau?
raja iblis : "Apabila bertemu lelaki dengan perempuan-perempuan muda, maka hamba duduk pada leher perempuan-perempuan muda itu, hamba hiaskan wajahnya (perempuan) dengan jelingan dan senyuman yang menarik hati serta apabila terpandang belakang (perempuan), maka terpandanglah lehernya (perempuan) yang halus dengan pinggang dan punggungnya melenggang yang membangkitkan nafsunya (lelaki) serta manakala terpandang hadapannya (perempuan), hamba hiaskan dadanya (perempuan) supaya bergetaran serta hamba panah tepat pada jantung hati keduanya (lelaki dan perempuan) atau salah satu daripadanya sehingga tergerak syahwatnya. Orang yang tiada memelihara hatinya, nescaya tidak terpelihara farajnya dan apabila tidak memelihara farajnya, maka tidak terpeliharalah imannya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah kediamanmu?
raja iblis : "(hamba tinggal) Pada rumah berhala dan pada mana-mana batu, kayu, tembaga dan sebagainya (bahan pujaan) Apabila mereka menyembah (berhala, batu, kayu, tembaga dan sebagainya), maka hamba cenderungkan hati mereka supaya bertambah-tambah keyakinannya terhadap pekerjaan mereka (menyembah berhala) yang syirik itu. Betapa ramainya umat Tuan Hamba telah hamba pesongkan sehingga memasuki rumah berhala Majusi dan Hindu yang menunjukkan betapa nipisnya iman mereka.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah tempat perhimpunanmu?
raja iblis : "Pada rumah wayang dan tempat majlis tarian dan seumpamanya seperti tempat percampuran lelaki dan perempuan (secara bebas)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Aku lihat engkau mengintai-ngintai di dalam masjid, apakah yang hendak engkau lakukan?
raja iblis : "Hamba hendak mengganggu orang yang sedang bersolat di situ.
RASULULLAH S.A.W: "Kenapa engkau tidak takutkan orang yang sedang bersolat dan bermunajat dengan Tuhannya? Sebaliknya engkau takut pula dengan orang yang sedang tidur di sebelahnya padahal orang (yang sedang tidur) itu (mungkin) dalam keadaan lalai
raja iblis : "Adapun orang yang sedang bersolat itu amat jahil sekali, (maka) mudahlah untuk hamba merosakkan (melalaikan) solatnya, tetapi orang yang sedang tidur itu (sebenarnya) alim. Maka apabila hamba menggoda dan cuba merosakkan solatnya, hamba takut kalau-kalau orang alim itu bangun dari tidurnya lalu menegur serta memperbetulkan solat si jahil itu
(Sabda Rasulullah S.A.W. Na umul aliimi khairun min ibaadatil jahiil yang bermaksud Tidur orang yang alim lebih baik daripada ibadat orang yang jahil seperti 1000 orang beribadat dengan tidak berilmu agama, sangat senanglah syaitan mengganggunya, teapi seorang pelajar ilmu feqah itu, sangat susah bagi syaitan hendak menggodanya)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah kata-kata pujian bagimu?
raja iblis : "Suara orang yang bernyanyi dan berpantun-seloka serta suara bunyi-bunyian kecuali orang yang bernyanyi, berpantu, bernazam memuji Tuhan, bernasyid serta berselawat di atas Nabi
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang sekaum denganmu?
raja iblis : "Orang yang menipu harta orang dan memakan harta anak yatim serta memakan riba
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sebab apakah engkau gelapkan hati manusia?
raja iblis : "Mereka yang makan dan minum dengan (punca) mata pencarian yang haram kerana mereka buta dalam mencari harta yang halal serta mereka banyak tidur sehingga matahari tinggi dan meninggalkan solat subuh serta memenuhi perutnya dengan kenyang sekali
RASULULLAH S..A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menggembirakan hati engkau?
raja iblis : "Orang kaya yang bakhil dan orang yang tidak mengeluarkan zakat untuk hamba Allah yang dhaif, malah zakatnya dihantar kepada orang lain padahal kaumnya miskin, kerana orang yang bakhil itu seteru Allah SWT serta orang yang tidak mengeluarkan zakat itu akan masuk ke dalam neraka yang paling bawah bersama-sama dengan hamba.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyuburkan badan engkau?
raja iblis : "Orang yang berhasad dengki dan orang yang tidak mempelajari hukum Islam serta semua perempuan yang jahat dan perempuan yang merosakkan dirinya serta perempuan yang menjual maruahnya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika seorang ulama meninggal dunia, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Telah subur dan bertunaslah hasutan hamba dan pekerjaan hamba.
(Sabda Rasullullah S.A.W. - yang bermaksud Barangsiapa yang berdukacita di atas kematian seorang ulama , maka dituliskan Allah SWT pahala baginya seribu ulama dan seribu syuhada , Sabda Rasulullah SAW lagi yang bermaksud Akan datang atas umatku yang melarikan diri dari ulama atau mereka yang membenci golongan yang mengajar agama, maka diberikan Allah SWT 3 jenis bala ke atas mereka (yang membenci atau melarikan diri dari ulama dan seumpamanya) (1) Dihilangkan keberkatan dalam pencariannya (rezki), (2) Didatangkan Allah SWT ke atas mereka seorang ketua yang zalim atau raja yang zalim, dan (3) dikeluarkan (dimatikan) mereka daripada dunia dengan tidak beriman Na uu dzubillaaHimin dzaalik kita berlindung dengan nama Allah SWT )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat jemaah, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Sesungguhnya segala simpulan (tali pengikat) tipudaya hamba telah mereka leraikan
(Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa solat 5 waktu, maka dia akan mendapat 5 perkara (1) Tidak akan terkena pada dirinya kefakiran (kemiskinan), (2) Diangkatkan darinya siksa kubur oleh Allah S.W.T., (3) Dianugerahi orang itu dengan kitab tulisannya (perbuatan di dunia) pada sebelah kanan (pihak yang selamat), (4) Melalui titian (Siraatal Mustaqiim) di atas neraka sepantas kilat, (5) Dimasukkannya Allah SWT ke dalam syurga tanpa sebarang hisab dan tanpa sebarang siksaan. Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud Solat lelaki berjemaah lebih baik daripada solat 40 tahun di rumahnya seorang diri dan solat berjemaah itu mendapat 27 darjat - serta solat berjemaah di rumahnya bersama anak (anak) dan isterinya akan mendapat pahala haji dan umrah )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berselawat ke atas ku, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Mereka telah membelah muka hamba disebabkan ingatan kuat terhadap Tuan Hamba
(Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa berselawat ke atasku, maka para Mailaikat akan memohon diampunkan (segala dosanya) dia dan dia adalah sebahagian daripada isi syurga
RASULULLAH S..A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat Hari Raya di masjid, bagaimanakah keadaanmu? Kerana Tuhanku yang Maha Besar telah berfirman - Hai sekelian Malaikat! Saksikanlah olehmu bahawa sesungguhnya telah Aku ampunkan sekelian dosa umat Muhammad, lelaki dan wanita/perempuan, Maka apabila telah selesai dari solat dan khutbah dibacakan, maka Firman Allah SWT Hai umat Muhammad! Pulanglah kamu ke rumah masing-masing, sesungguhnya Aku telah mengampunkan dosa kamu yang terdahulu dan yang kemudian dan Aku telah gantikan dosamu itu dengan kebajikan!
raja iblis : "Ya Rasulullah! Apabila umat Tuan Hamba pergi (untuk) bersolat Hari Raya, maka hamba sangat berdukacita dan kesal. Maka hamba pun menjerit sehingga datang sekelian bala tentera hamba dan (mereka) bertanya Hai raja kami! Siapakah yang engkau marah? Adakah ianya (puncanya) dari langit atau dari bumi? Perintahkanlah kami sekelian pergi membinasakan barang di langit dan di bumi. Maka hamba menjawab Hai bala tenteraku! Apa yang menyebabkan aku berdukacita ialah kerana Allah SWT telah mengampuni umat Muhammad pada Hari Raya ini. Wahai sekelian bala tenteraku! Tidakkah kamu mengetahui bahawa Allah SWT telah memberkati puasa umat Muhammad? Dan Tuhan amat mengasihi dan mengasihani mereka dengan penuh rahmat serta diperkenankan segala doa mereka dan diampunkan segala kesalahan mereka? Wahai tenteraku! Hendaklah kamu goda mereka itu supaya malas beramal ibadat dan resah dengan berjalan ke sana dan kemari serta asyik berjudi serta bersukaria memuaskan nafsu dengan mengerjakan maksiat supaya datang kemurkaan Tuhan ke atas mereka itu dan ditimpakan bala ke atas mereka kerana dengan demikian, akan membawa kesenangan di dalam hatiku. Maka berangkatlah sekelian bala tentera iblis syaitan untuk mengganggu umat Muhammad
RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca doa akhir tahun (Hijrah), bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Telah bersusah payah hamba menggoda mereka sepanjang tahun, tiba-tiba mereka membaca doa (yang hanya) mengambil masa yang sedikit, maka lemahlah hamba lalu hamba menyapu dengan tanah (dan berkata), aduhai, celaka betapa malang dan celaka diriku dengan kerugian, maka hamba pun berpaling (dan) pergi
(Doa Hujung Tahun AllaaHomma maa amiltu min amalin fii HaaziHissanati mimmaa nahaitanii anHu, walam tar Dhahu walam tan sahu, wahamilta alaiyya ba da qud rotika alaa, uquubatii, wada autanii ilattaubati ba da jur aatii alaa ma Siatika, fainnii astaghfiruka faghfirlii waHablii min amalin tarDhahu, wa wa datanii alaihitsawwaab )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku membaca doa awal tahun, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Ya NabiyUllah! Putuslah harapan hamba, kerana barangsiapa membaca doa awal tahun, (maka) Tuhan memerintahkan dua Malaikat supaya membakar buku kesalahan hambanya dan dituliskan kebajikan di dalam (buku kebajikan) disebabkan orang yang membaca doa ini .
(Doa Awal Tahun AllaaHomma antal abdiyyulQadiim,waHaaziHi sanatu jadiidatun, as aluka fiihal iSmata minassyaiTooni wa au liyaa ihi. Wal au na alaa Haa dzihiinnafsil ammaarati bissuu wal ish ti ghaala bisaa yuQorribunii ilaika yaa Kariim )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyokong engkau?
raja iblis : "Orang yang tidak bertaubat atas dosanya dan suka ketawa ketika berbuat dosa berkenaan. Ya NabiyyUllaah! Telah hamba binasakan ramai manusia dengan (menggoda mereka) mengerjakan dosa daripada berbagai-bagai (jenis) maksiat, maka hamba gembria. Tiba-tiba, mereka mengucapkan kalimah-kalimah Laa ilaa Ha illAllaah dan istighfar, maka binasalah hamba, kerana pada masa hamba dibuang ke dunia (dulu), hamba mengembara sambil bersiul-siul dan orang yang bersiul itu adalah penghibur iblis syaitan, tetapi orang yang azan itu adalah penghalau iblis syaitan, kerana para Malaikat akan hadir bersolat bersama-sama dengan mereka .
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sekarang apalah kesudahan ikhtiar engkau di atas umatku, kerana aku telah dibangkitkan oleh Tuhan ke dunia ini bagi menyelamatkan sekelian bani Adam daripada kufur kepada iman, daripada gelap gelita kepada terang benderang?!
Maka iblis pun mengangkat kepalanya ke hadhirat Tuhan dan berkata Yaa Rabbi! Demi kemuliaan Engkau, sentiasalah hamba akan berusaha dengan bersungguh-sungguh pada menarik sekelian anak Adam kepada berbagai-bagai jalan maksiat selama ada nyawa di tubuh mereka, hamba jadikan pemuda dan wanita bercampur dan berkenalan, supaya hamba dapat mencelah di dalamnya.
(Maka) Datanglah Firman Allah SWT :
Hai mala un, Demi Kebesaran dan KetinggianKu, bahawa Aku sentiasa bersedia untuk mengampuni dosa umat Muhammad selagi mereka itu memohon ampun kepadaKu
RASULULLAH S..A.W: "Hai iblis! Apa lagi yang engkau musykilkan?
raja iblis : "Ya Rasulullah! Bahawasanya hamba sangat ajaib (hairan) melihat dua macam hal sekelian hamba Allah SWT iaitu (1) Mereka itu mengaku kasihkan Tuhan, walhal mereka itu taatkan hamba dan berbuat maksiat, (2) Mereka itu sangat marah kepada hamba, tetapi mereka menurut hasutan hamba.
(Maka) Datanglah Firman Allah SWT:
Hai mala un! Demi Kemuliaan dan KebesaranKu, Aku anugerahi umat Muhammad (dengan) 2 kebahagiaan : (1) Kasih mereka kepadaKu dijadikan kifarah (penebus dosa) bagi maksiat mereka kerana tipudayamu, dan (2) Kemarahan mereka kepadamu Aku jadikan kifarah (penebus dosa) perbuatan maksiat mereka kepadaKu
Maka iblis tercengang-cengang mendengar umat Muhammad yang sangat dikasihi Tuhan GhafuururRahiim yang Maha Mengampuni lagi Maha Mengasihani hambanya dengan limpah rahmatNya.
Setelah selesai baginda Rasulullah S.A.W. berdialog dengan raja Iblis, maka baginda menghalau iblis dengan sabdanya : Wahai laknatullah! Nyahlah engkau dari hadapanku ini maka iblis pun keluar dengan perasaan yang amat dukacita.
Maka hairanlah para sahabat yang hadir dalam majlis berkenaan mendengar tipudaya iblis yang menyelubungi seluruh umat manusia.
Sabda Nabi S.A.W.: Hai para sahabatku! Ketahuilah olehmu bahawa iblis telah membuat kesalahan atas beberapa sebab : (1) ia engkar dan membantah perintah Tuhan, (2) ia takbur dan besar diri (3) ia berhasad dengki dengan Nabi Adam a.s. (4) Ia menghasut dan mengkhianati (manusia) (dari) seorang kepada seorang (yang lain) seperti yang telah ia ajarkan kepada Qabil dengan tipudayanya sehingga berani Qabil melakukan pembunuhan ke atas saudaranya Habil yang disayangi oleh Nabi Allah Adam a.s.
Sabda Nabi S.A..W.: Bahawa pada suatu hari, Iblis mengadap Nabi Musa bin Imran a.s. dan berkata : Yaa NabiyuLLaah! Apabila Tuan Hamba bermunajat kepada Allah S.W.T di Bukit Tursina, hamba hendak bertaubat kepada Allah SWT, adakah (taubat) hamba diterimanya?
Maka sukacitalah Nabi Musa a.s. mendengarkan iblis yang hendak bertaubat itu lalu baginda menyanggupi permintaan iblis. Setelah tiba di Bukit Tursina, maka berdoalah baginda kepada Allah SWT memohon petunjuk. Maka datanglah Firman Allah S.W.T. : Wahai Musa, kesalahan iblis boleh Ku ampunkan dengan syarat hendaklah ia (iblis) bersujud pada kubur Nabi Adam Maka Nabi Musa a.s. pun menyampaikan firman Allah S.W.T. kepada iblis. iblis mengeluh dan berkata Wahai Nabi Musa! Semasa Adam masih hidup pun hamba tidak sudi bersujud kepadanya, inikan pula, Adam telah mati Maka iblis pun beredar.
Sabda Nabi : Bermula (tegaknya) tiang dunia ini dengan 4 perkara : (1) Dengan ilmu para ulama, (2) Dengan adilnya sekelian raja-raja, (2) Dengan kemurahan (hati) orang-orang kaya, (4) Dengan doa sekelian fakir miskin.
Maka sekiranya tidak ada ulama, nescaya binasalah sekelian orang yang jahil dan sekiranya raja-raja tidak adil, nescaya (segolongan) manusia (ibarat) memakan (segolongan) manusia yang lain sebagaimana harimau menghambat dan memakan kambing. Sekiranya (pula) tidak ada kemurahan (hati) orang-orang kaya, nescaya binasalah sekelian fakir miskin dan sekiranya tidak ada doa fakir miskin, nescaya runtuhlah langit dan bumi.
KISAH NABI IDRIS A.S. MENIKAM MATA iblis (KEMBALI KE ATAS)
Pada suatu hari, sedang Nabi Idris a.s. duduk menjahit bajunya, tiba-tiba berdiri di hadapan pintu rumahnya seorang lelaki memegang sebiji telur di tangannya. Katanya Ya Nabi Allah Idris! Bolehkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?
Maka Nabi Idris a.s. memandang lelaki berkenaan dan baginda terus mengecam lelaki berkenaan sebagai iblis laknatullah.
Nabi Idris A.S. bersabda: Marilah ke sini dekat denganku, tanyalah apa yang engkau kehendaki. Maka raja iblis itu pun mendekati baginda sambil mengulangi pertanyaannya : Ya Nabi Allah Idris! Bolehkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?
Sahut Nabi Allah Idris A.S. : Jangankan memasukkan dunia ini ke dalam telur sebesar ini, bahkan ke dalam jarumku yang sekecil inipun, Tuhanku Maha Berkuasa memasukkan dunia ke dalamnya Lalu dengan pantas Nabi Allah Idris A.S. pun menikam mata raja iblis dengan jarum. iblis pun terperanjat dan kesakitan lalu melarikan diri setelah menerima tandatangan Nabi Allah Idris A.S. yang telah menyebabkan ia buta sebelah matanya sehinggalah zaman kebangkitan Junjungan kita dan kekasih Allah SWT iaitu Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W.

Allah SWT telah menitahkan Malaikat untuk berjumpa raja iblis dan menyuruh raja iblis mengadap kehadhirat Baginda Junjungan Besar Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W. bagi membuka segala jenis rahsia kegemaran dan kebencian raja iblis. Peristiwa ini juga membayangkan ketinggian darjat Baginda Rasulullah S.A.W. serta menjadi perisai dan peringatan kepada sekelian umat Baginda. Malaikat menyatakan Titah Allah SWT kepada raja iblis :
Hai iblis!! Bahawa Allah SWT Yang Maha Mulia lagi Maha Besar telah menitahkan engkau supaya mengadap kehadhirat Rasulullah S.A.W. dan hendaklah engkau membuka segala rahsiamu dan apa-apa yang disoal oleh Nabi Muhammad S.A.W. hendaklah engkau menjawab dengan benar dan sekiranya engkau berdusta walau satu perkataan sekalipun nescaya diputuskan segala anggotamu dan uratmu serta engkau akan disiksa dengan azab yang amat keras
Mendengar sahaja perkataan Malaikat berkenaan, iblis terasa dahsyat dan amat gerun sekali. Dengan segera iblis datang mengadap Baginda Rasulullah S.A.W. dengan menyamar menjadi seorang tua yang buta sebelah matanya serta berjanggut putih sebanyak 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu. iblis memberikan salam dengan penuh hormat dan takzim sebanyak 3 kali yang tiada dijawab oleh Baginda Rasulullah S.A.W.. iblis pun bertanya :-
Yaa Rasulullah, mengapakah Tuan Hamba tidak menjawab akan salam hamba kerana bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah SWT?
Maka sabda Baginda S.A.W. :-
Hai aduwullah musuh Tuhan! Kepada akukah engkau menunjukkan helahmu? Patutkah engkau dengan urusanmu itu hendak menipu aku sebagaimana engkau menipu Nabi Allah Adam A.S. sehingga terkeluar dari syurga dan Habil mati teraniaya dibunuh oleh Qabil dengan sebab hasutan engkau serta Nabi Allah Ayub A.S. engkau tipu asap racun semasa baginda sujud di dalam solatnya hingga begitu lama baginda menanggung sengsara oleh perbuatan engkau. Dan Nabi Allah Daud A.S. dengan perempuan pahlawan Urya serta Nabi Allah Sulaiman A.S. meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya untuk melarikan cincin baginda; demikian juga beberapa Anbiya A.S.W.S serta para ulama yang telah menanggung kesengsaraan dan penganiayaan oleh perbuatan mu yang khianat. Hai iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia pada Tuhan Azza Wajalla. Hanya salam engkau sahaja aku tidak ingin menjawabnya kerana telah diharamkan oleh Tuhan dan engkau ini terlaknat serta telah ditentukan kepada engkau kedalam neraka yang amat keras bagi menyiksa dirimu. Maka aku kenal sangat bahawa engkaulah iblis yang menjadi raja segala syaitan telah datang dalam bentuk penyamaran. Apakah tujuan engkau datang mengadapku ini?
Maka sembah iblis :
Ya Nabi Allah, janganlah Tuan Hamba murka. Demi sesungguhnya, Tuan Hambalah Nabi yang terakhir lagi mulia dan kekasih Allah S.W.T. maka dapatlah Tuan Hamba mengenali hamba. Ya Nabi Allah, tujuan kedatangan hamba ke mari ialah dengan keizinan Tuhan Azza Wajalla. Allah SWT telah mengutuskan malaikatNya dengan Titah supaya hamba datang mengadap ke hadhirat Tuan Hamba. Ini supaya Tuan Hamba dapat bertanyakan apa juga persoalan mengenai keadaan umat Tuan Hamba. Hamba sedia menkhabarkan secara terus-terang mengenai tipu daya hamba di atas sekelian manusia bermula daripada zaman Nabi Allah Adam A.S. sehinggalah kepada zaman yang akan datang selepas zaman Tuan Hamba. Mereka yang hamba goda kepada beberapa banyak simpang dan jalan yang sesat supaya mereka binasa dengan tipu daya hamba yang amat halus.
Ya Nabi Allah, setiap pertanyaan Tuan Hamba akan hamba jawab satu persatu dengan sebenar-benarnya tanpa sembunyi.
Maka raja iblis pun bersumpah dengan nama Tuhan dan berkata :
Ya Nabi Allah, sekiranya hamba berdusta barang sepatah kata sekalipun, nescaya hancur-leburlah diri hamba terbakar menjadi abu
Mendengarkan pengakuan Raja iblis dan sumpahnya, maka Rasulullah S.A.W. berasa sukacita dan merasakan inilah peluang keemasan untuk baginda menyiasat segala perbuatan raja iblis dengan disaksikan oleh sekelian sahabat yang hadir di majlis berkenaan. Ianya juga akan menjadi senjata atau perisai kepada sekelian umat hingga kemudian hari.
DIALOG
RASULULLAH S.A.W : Wahai iblis! Siapakah yang sebesar-besar seteru engkau dan apakah pandanganmu terhadap aku ini?
raja iblis : Ya Nabi Allah, Tuan Hambalah musuh hamba yang paling besar daripada segala seteru hamba di muka bumi ini.
Maka Rasulullah S.A.W. merenung wajah raja iblis menyebabkan iblis menggeletar segenap tubuh badan serta anggotanya disebabkan terlalu gerun akan kebesaran Baginda.
raja iblis : Ya Nabi Allah, hamba mampu menyamar sebagai sesiapa juga termasuk haiwan bersekali dengan suara-suara yang tepat. Hamba ditegah Tuhan Azza Wajalla untuk menyamar sebagai Tuan Hamba kerana jika hamba melakukan yang demikian, nescaya terbakarlah hamba menjadi abu .
raja iblis : Hamba bersungguh-sungguh merentap iktikad anak Adam supaya mereka menjadi kafir ialah kerana Tuan Hamba bersungguh-sungguh menasihatkan mereka dengan memberikan pedoman kepada seluruh manusia supaya berpegang teguh kepada Islam. Begitulah juga kesungguhan hamba menarik mereka kepada kafir, murtad dan munafik. Hamba tarik sekelian umat Islam supaya meninggalkan jalan yang lurus dan beralih kepada jalan yang sesat. Hamba berharap mereka akan mauk ke neraka bersama-sama dengan hamba serta kekal di dalamnya buat selama-lamanya
RASULULLAH S.A.W: Hai iblis! Bagaimanakah perbuatanmu kepada makhluk Allah SWT?
raja iblis : Ya Nabi Allah, hamba goda perempuan-perempuan supaya merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya dan sesetengahnya hingga menghasilkan benih yang bersalah-salahan sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan solat dan leka dengan makan-minum dan berbuat kemungkaran. Sesetengahnya hamba lalaikan dengan harta-bendanya daripada emas, perak, rumah dan ladang dan hasilnya dibelanjakan ke atas segala pekerjaan yang haram. Telah banyak kaum lelaki dan perempuan terpesong imannya menerusi tentera jin, iblis dan syaitan yang hamba perintahkan supaya menarik mereka ke jalan kemungkaran. Kalau terdapat sesuatu pesta yang melibatkan pergaulan bebas lelaki dan perempuan, maka hamba akan menggoda bersungguh-sungguh supaya mereka kehilangan maruah, meminum arak dan mempengaruhi rakannya dengan cara paksaan supaya meminum arak sehingga hilang akal dan hilang rasa malu mereka. Lalu hamba hulurkan tali percintaan yang asyik sehingga terbuka beberapa pintu maksiat yang besar supaya mereka berhasad-dengki sehingga melakukan perzinaan. Apabila lelaki dan perempuan berkasih-kasihan, maka terpaksalah mereka mencari wang menerusi tipu daya serta mencuri. Sekiranya mereka menyedari kesalahan masing-masing dan ingin bertaubat atau beramal-ibadat, hamba akan halang mereka sehingga mereka bertangguh dan bertempoh dalam berbuat kebajikan. Hamba juga akan menggoda dengan lebih kuat supaya melazimkan maksiat dan menyukai isteri orang. Maka telah ramai umat Tuan Hamba telah hamba sesatkan dengan jalan ini dengan bantuan jin, syaitan dan iblis di mana hamba menyuruh mereka menghasut seluruh anggota manusia hingga ke dalam tubuh badannya. Apabila mereka digoda pada hati, maka mereka akan sentiasa riak dan takabbur, ujub serta melengah-lengahkan amalnya dan berlaku sombong. Apabila mereka digoda pada lidah, maka sentiasalah mereka gemar berdusta, mencela dan mengumpat satu sama lain. Demikianlah hamba menghasut mereka semasa siang, malam, pagi dan petang.
RASULULLAH S.A.W: Hai iblis! Mengapakah engkau suka bersusah-payah dan berpenat-penatan untuk melakukan pekerjaan yang tidak memberikan sebarang faedah kepada dirimu bahkan menambahkan lagi laknat ke atas dirimu serta engkau akan ditimpakan sebesar-besar siksaan di dalam neraka yang paling bawah sekali?
RASULULLAH S.A.W: Hai laknatuLlah! Siapakah yang menghidupkan engkau? Siapakah yang menjadikan engkau? Siapakah yang melanjutkan usia engkau? Siapakah yang menerangkan mata engkau? Siapakah yang memberikan pendengaran telinga engkau? Siapakah yang memberikan kekuatan kepada anggota engkau?
raja iblis : Adalah sekeliannya itu adalah anugerah daripada Allah SWT yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur serta khianat telah menyebabkan hamba melakukan sebesar-besar kejahatan. Tuan Hamba juga sedia maklum bahawa hamba pernah menjadi ketua segala malaikat sehingga ribuan tahun dan bersujud kepada Allah SWT semenjak di dunia ini lagi dan hamba telah dinaikkan darjat menerusi satu langit ke satu langit dengan aman. Hamba pun mendiami tempat hamba dengan beribadat bersama-sama malaikat serta berkhidmat kepada Tuhan Azza Wajalla dalam tempoh yang begitu lama.
Tiba-tiba datang Firman Allah SWT kepada hamba sekeliannya mengenai dijadikanNya seorang khalifah di dalam dunia ini. Maka hamba membantah kerana tidak suka berkhalifah. Lantas Tuhan Azza Wajalla menjadikan seorang lelaki dan dititahkan hamba dan sekelian Malaikat memberikan penghormatan kepada Adam kecuali hamba seorang enggan bersujud dan hamba telah mengingkari hukumNya. Maka hamba dimurkai Tuhan Azza Wajalla serta dilaknatiNya hamba sehingga Hari Qiamat. Wajah hamba yang selama ini bercahaya dan cantik telah dihapuskan oleh wajah yang hodoh dan keji. Hamba sakit hati dan begitu berdendam kepada Adam. Kemudian Adam diangkat oleh Tuhan Azza Wajalla menjadi raja di dalam syurga serta dikurniakan seorang isteri untuk dijadikan permaisuri yang memerintah segala bidadari. Sentiasalah mereka dalam kesukaan dan kesenangan. Hasad-dengki hamba menjadi-jadi kepada kedua mereka dan merancang untuk mengkhianati mereka. Akhirnya hamba telah menipu Siti Hawa supaya meminta Adam memakan buah khuldi larangan Tuhan Azza Wajalla. Maka kerana perempuan itulah, Adam termakan buah larangan berkenaan sehingga mereka dihalau dari syurga dan diturunkan ke dunia secara terpisah kedua suami-isteri beberapa lama sehinggalah dipertemukan kembali oleh Tuhan Azza Wajalla dengan selamatnya sehingga mereka mendapat beberapa orang anak lelaki dan perempuan. Kemudian kami hasut pula anak lelakinya yang bernama Qabil supaya membunuh abangnya Habil sehingga mati. Itupun hamba masih tidak berpuas hati sehingga hamba dapat melakukan pelbagai tipu-daya ke atas sekelian anak-cucunya hinggalah ke Hari Qiamat. Tetapi Tuan Hamba telah menghalang pekerjaan hamba dengan menarik mereka supaya memeluk Islam. Ada pun sebelum Tuan Hamba diputerakan ke dalam dunia ini, hamba bersama-sama bala tentera hamba mampu naik ke langit dengan mudahnya mencuri rahsia dan tulisan-tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat dan mendapat pahala serta syurga. Demikian juga bagi mereka yang beribadat malam akan mendapat setinggi-tinggi pahala. Apabila hamba turun ke dunia, maka hamba khabarkan kepada mereka itu dengan jalan yang sesat melalui pelbagai tipu daya sehingga mereka berpegang kepada kitab-kitab bidaah dan karut. Tetapi apabila Tuan Hamba zahir ke alam dunia ini, maka hamba tidak dizinkan Allah SWT untuk naik ke langit dan hamba tiadalah lagi mendapat apa-apa rahsia umat Tuan Hamba. Ramai malaikat yang menjaga di pintu tiap-tiap lapisan langit dan jika hamba berdegil untuk naik ke langit, nescaya malaikat akan melontar anak panah api yang bernyala-nyala. Telah ramai bala tentera hamba daripada golongan jin, iblis dan syaitan terkena lontaran malaikat sehingga badan mereka terbakar menjadi abu. Hamba dan bala tentera hamba amat susah hati dalam usaha menjalankan hasutan ditambah pula Tuan Hamba dapat menzahirkan mukjizat-mukjizat yang amat hebat di hadapan sekelian raja-raja dan di khalayak ramai.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah tipu helah terawal engkau ke atas manusia?"
raja iblis : Pertama, hamba palingkan iman mereka sehingga terpesong iktikad mereka kepada kekafiran samada pada perkataan, perbuatan, kelakuan dan hati mereka. Namun jika mereka gagal hamba pesongkan, hamba akan berusaha menarik mereka kepada jalan yang mengurangkan pahala supaya lama-kelamaan, mereka akan terjerumus juga mengikut kemahuan hamba
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku mendirikan solat, bagaimanakah keadaan engkau?"
raja iblis : "Itulah sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah seluruh badan hamba dan lemahlah tulang sendi hamba, maka pada waktu itu, hamba menyuruh puluhan syaitan iblis menggoda setiap orang yang hendak bersolat menerusi anggotanya supaya malas bersolat dan hatinya supaya was-was dalam solatnya serta terlupa bilangan rakaatnya. Mereka juga akan bimbangkan pekerjaan dunia dan hatinya hendak cepat-cepat menamatkan solatnya. Sesetengah iblis masuk ke dalam mata orang yang hendak bersolat supaya ia tidak kusyuk dalam solatnya sehingga mereka berpaling atau menjeling ke kanan dan kiri semasa solat. (Maka) tidaklah tetap hatinya serta hilanglah kusyuknya. Sesetengah iblis memasuki telinga orang yang bersolat supaya memasang telinga mendengar perbualan orang, bunyi-bunyian dan sebagainya - yang sia-sia belaka. Sesetengah iblis duduk pada belakangnya supaya orang yang bersolat itu tidak berupaya lama-lama semasa bersujud atau bertahiyyat. Di dalam hatinya sering bekehendakkan agar solatnya segera tamat dan ini tentunya akan mengurangkan pahala solat. Jika sekelian iblis berkenaan gagal menggoda seperti yang demikian, nescaya mereka akan hamba hukum seberat-beratnya.
RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca Al-Qur an kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Jika mereka membaca Al-Qur an kerana Allah, maka terbakarlah tubuh hamba serta putus-putus segala urat hamba, maka larilah hamba dari mereka.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Telah binasalah diri hamba dan gugurlah tulang hamba kerana mereka telah menyempurnakan rukunnya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berpuasa kerana Allah, apakah yang engkau rasa?"
raja iblis : "Ya Nabi Allah, inilah suatu bencana yang besar bahayanya terhadap hamba kerana apabila masuk malam awal Ramadan, maka memancarlah nur Arasy dan Kursiy serta segala Malaikat menyambut dengan gembiranya. Bagi orang-orang yang berpuasa mendapat sebesar-besar anugerah Allah SWT yang Maha Pengampun segala dosa yang telah lalu serta digantikan pula dengan pahala yang amat besar serta tiada ditulis segala kesalahannya selama ia berpuasa. Tambahan pula yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit, bulan dan bintang serta Malaikat sehinggalah burung-burung dan ikan-ikan laut dan air tawar juga tiap-tiap yang bernyawa di atas muka bumi mendoakan siang dan malam memohon ampun bagi orang-orang yang berpuasa. Satu lagi setinggi-tinggi kemuliaan orang yang berpuasa ialah Tuhan menjadikan 1000 kemerdekaan dari azab neraka pada setiap hari dalam Bulan Ramadan, segala pintu neraka ditutup, segala pintu syurga dibuka, angin/bayu syirah yang amat lembut berhembusan ke dalam syurga. Maka pada hari mulanya umat Tuan Hamba berpuasa, datanglah segala bala tentera Malaikat yang garang tanpa mengira lawannya menangkap hamba dengan perintah Tuhan serta ditangkapnya segala bala tentera hamba iaitu jin, syaitan dan ifrit serta dipasung kaki tangannya dengan besi panas - dan dirantainya hamba sekeliannya serta dibenamkan ke dalam bumi yang amat dalam dan ditambah pula dengan beberapa azab sengsara sehingga selesai ibadat puasa umat Tuan Hamba, baharulah hamba dilepaskan supaya hamba tidak boleh mengganggu mereka. Dan umat Tuan Hamba sendiri telah merasa kesenangan dalam menjalani ibadat puasa sebagaimana mereka bekerja untuk bersahur di waktu tengah malam seorang diri sekalipun tanpa sedikit perlu merasa takut seperti malam-malam yang lain
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Bagaimanakah halnya para sahabatku kepada engkau?
raja iblis : "Ya Nabi Allah, Adalah sekelian para sahabat Tuan Hamba adalah sebesar-besar seteru kepada hamba, kerana tiada upaya hamba melawan mereka dan tidak ada satu pun tipudaya hamba dapat memasuki mereka, kerana Tuan Hamba pernah berkata Sekelian para Sahabatku adalah umpama bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka nescaya kamu akan mendapat petunjuk Ya Nabi Allah, sekelian para sahabat Tuan Hamba sangat taat mengerjakan perintah Tuan Hamba lagi setia serta bersungguh-sungguh menyiar dan menghebahkan syariat Tuan Hamba kepada sekelian manusia menerusi Al-Qur an dan Al-Hadis. Ada pun Sayyidina Abu Bakar As Siddiq bin Abi Qahafah R.A. itu semasa sebelum beliau bersama Tuan Hamba pun, hamba gagal menghampirinya apalagi sekarang beliau telah mendampingi Tuan Hamba. Beliau amat kuat bersaksi di atas kebenaran Tuan Hamba sehingga beliau telah menjadi wazirul a zam dan Tuan Hamba telah berkata bahawa kiranya ditimbang kebajikan Abu Bakar dengan amal kebajikan sekelian isi dunia ini, nescaya lebih beratlah kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula, beliau telah menjadi bapa mertua Tuan Hamba dengan mengahwinkan puterinya Sayyidatina Aishah R.A yang sangat hafiz Hadis-Hadis Tuan Hamba. Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Umar Al-Khattab R.A., hamba tidak berani memandang wajahnya kerana beliau sangat tegas dalam menjalankan hukum syariat Tuan Hamba. Jika hamba terpandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana tersangat takut kepadanya kerana imannya yang sangat kuat apalagi Tuan Hamba pernah bersabda, Jikalaulah ada lagi Nabi selepas aku, nescaya Umar boleh menggantikannya kerana harapan besar Tuan Hamba ke atasnya. Beliau juga mampu membezakan iman dan kafir sehingga beliau mendapat gelaran Umar Al-Faruk . Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Osman Al-Affan itu lebih-lebih lagi tidak dapat hamba hampiri kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Qur an, siang, malam, pagi dan petang. Dialah penghulu segala orang yang sabar dan penghulu segala syuhada dan menjadi menantu Tuan Hamba sebanyak 2 kali. Kerana ketaatannya, beliau dikunjungi oleh para Malaikat dengan penuh hormat kerana sangat malunya Malaikat kepada beliau. Tuan Hamba telah berkata, Barangsiapa menulis BismillaahirRahmaanirRahiim pada kitab-kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala baginya seperti pahala syahid Sayyidina Osman. Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Ali bin Abi Talib R.A., hamba sangat takut kepadanya kerana kehebatan kelakuannya serta kedahsyatan melihat keperkasaannya di medan peperangan merempuh segala musuhnya. Maka apabila iblis, syaitan dan jin memandang wajah Sayyidina Ali, nescaya terbakar kedua biji mata mereka kerana beliau sangat kuat mengerjakan perintah Tuhan serta beliau adalah julung-julungnya kanak-kanak yang memeluk Islam serta enggan menundukkan kepala kepada sebarang berhala, sebab itulah beliau digelar Ali KarimahullahuWajhah dan Harimau Allah . Tuan Hamba pernah bersabda, Akulah negeri segala ilmu dan Ali adalah pintunya . Tambahan pula, beliau telah menjadi menantu tuan hamba, maka terlebihlah ngeri hamba kepadanya.
RASULULLAH S.A.W: "Bagaimanakah tipudaya engkau terhadap umatku?
raja iblis : "Adalah umat Tuan Hamba ada tiga golongan (1) Seperti air hujan turun dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan lagi banyak manfaatnya dan pertolongan kepada lainnya iaitu guru-guru yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala tegahanNya dan kata (Malaikat) Jibril A.S., Adapun ulama itu pelita dunia dan pelita akhirat (2) Umat Tuan Hamba itu seperti tanah iaitu orang (yang) sabar, bersyukur dan redha akan kurnia Tuhan kepadanya serta beramal soleh dan bertawakkal kepada Allah dan banyak berbuat kebajikan, dan (3) Umat Tuan Hamba itu keadannya seperti Fir aun yang terlampau tamak dengan harta dunia (dan) dihilangkan amal (perbuatan) akhirat. Maka (dengan) sukacitalah hamba kepada mereka (umat ke 3) lalu hamba masuk ke dalam tubuh mereka, hamba putarkan hati mereka menuju ke lautan derhaka. Apabila telah kekal atas jalan kejahatan, hamba tarik ke mana (sahaja) sesuka hati hamba, jadi sentiasalah mereka bimbangkan dunia dan tidak suka menuntut ilmu, dijadikan dirinya tiada kelapangan untuk beramal, tidak mengeluarkan zakat hartanya dan sesetengah (golongan) yang miskin (yang) hendak beribadat, hamba goda mereka (supaya) meminta kekayaan terlebih dahulu, maka apabila disampaikan Tuhan akan hajatnya untuk mendapatkan kesenangan, maka (hamba) lupakan mereka dari beramal, tidak mahu mengeluarkan zakat harta mereka ibarat Qarun dengan mahligainya dan diri mereka serta harta benda mreka habis terbenam ke dalam bumi kerana mereka tidak mahu membelanjakan (harta mereka) pada jalan-jalan kebajikan dan jika terkena kesakitan, mereka tidak sabar, mereka sentiasa bimbangkan harta mereka dan sesetengah dari mereka yang kaya asyik dengan perebutan dunia, bercakap besar kepada sesama Islam dan benci dan menghina golongan miskin. Mereka gemar mengeluarkan harta mereka kepada jalan-jalan maksiat dan menaburkan harta mereka kepada perempuan-perempuan jahat dan tempat-tempat judi dan (majlis) tarian.
RASULULLAH S.A.W: "Siapa pula yang sama (tarafnya) seperti engkau?
raja iblis : "Orang-orang yang meringankan syari at Tuan Hamba dan membenci orang-orang yang mempelajari Islam.
RASULULLAH S.A.W: "Siapakah pula yang memberikan cahaya pada muka engkau?
raja iblis : "Orang-orang yang berdosa dan bersumpah bohong dan (menjadi) saksi pembohong serta memungkiri janji.
RASULULLAH S.A.W: "Apa pula rahsia engkau terhadap umatku?
raja iblis : "Jika seorang muslim ingin membuang air besar (ke tandas), jika tidak membaca doa kepada Allah SWT untuk mohon perlindungan daripada syaitan, nescaya hamba lumurkan najis itu ke tubuhnya tanpa disedari.
(Inilah doanya sebelum sampai ke tandas - Bismillahi AllaHomma Innii a uu dzubikaminal khubusi wal khobaa is jika masuk ke tandas, dahulukanlah kaki kiri dan jika keluar dari tandas dahulukan pula kaki kanan dan apabila jauh empat-lima langkah daripada tandas, dibaca di dalam hati GhufraanakalhamdulillaaHilladzii azHaba annil azaa wa aafinii dan apabila selesai bersuci dibacakan doa AllaaHumma ToHHir Qalbii minnifaaqi wahaSSin farjii minal fawaa hi shi )
Maka jika dibacakan doa-doa tersebut, larilah hamba daripadanya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berjimak dengan isterinya, bagaimanakah keadaan engkau?
raja iblis : "Jika seseorang hendak berjimak dengan isterinya, (dan) jika dia membaca : A uu dzubillaaHiminassyaitaanirrajiim, AllaHumma jannibnaa minassyaitaani wajannibissyaitaan maa razaqtanaa maka larilah hamba daripadanya. Maka jika dia tidak membacakan doa tersebut, (maka) hambalah yang terlebih dahulu berjimak dengan isterinya dan jika menjadi anak (hasil pergaulannya), maka anak itu menggemari pekerjaan maksiat serta malas berbuat (baik) atas jalan kebajikan dengan sebab kelalaian ibubapanya. Demikian juga jika mereka makan atau minum dengan tidak membaca BismillaahirRahmaaniRahiim maka, hambalah yang terlebih dahulu makan dan minum sebelum mereka, maka walaupun mereka makan, tetapi mereka tidak kenyang.
RASULULLAH S.A.W: "Dengan jalan manakah yang dapat menolak tipudayamu?
raja iblis : "Jika seseorang berbuat dosa, maka ia segera sedar dan bertaubat kepada Allah SWT dan menangis serta menyesal di atas perbuatannya serta apabila dia marah, dengan segera dia berwudhuk, nescaya padamlah kemarahannya. Barangsiapa yang membaca doa ini setiap kali solat Jumaat sebanyak 5 kali, maka dosanya akan diampunkan Tuhan kerana dia telah bertaubat. Inilah doanya : Ilaahii lasta lil firdausi ahlan, walaa aq waa a laa naaril jahiim, fahablii taubatan waghfir dzunuubii, fainnaka ghaafirudzzanbil aziim
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang benar-benar menjadi kegemaranmu?
raja iblis : "Apabila lelaki dan perempuan tidak mencukur atau mencabut atau menggunting bulu di ari-arinya selama 40 hari, maka hamba akan tinggal mengecilkan diri seperti pepijat bersarang di situ, begitu juga, (menjadi) tempat hamba bergantung dan berbuai pada bulu ketiak orang yang tidak mencukurnya atau mencabutnya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah saudaramu?
raja iblis : "Orang yang tidur meniarap atau tidur (nyenyak) di waktu subuh, maka dia masih tidur dan tidak segera solat subuh, maka hamba akan mengulitnya sehingga dia lena sehingga terbit matahari dan begitu juga pada waktu zohor, asar dan maghrib, hamba (akan) beratkan hatinya (sehingga) menjadi malas mengerjakan solat.
(Apabila hendak tidur, bacalah BismillaahirRahmaanirRahiim sebanyak 21 X)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Dengan jalan manakah yang boleh membinasakanmu?
raja iblis : "Orang yang banyak menyebut nama Allah dan banyak memberikan sedekah dengan tidak diketahui orang, memperbanyakkan taubat, memperbanyakkan tadarrus Al-Qur an serta solat di waktu malam.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah pula yang memecahkan penglihatan engkau?
raja iblis : "Orang yang banyak beriktikaf di masjid kerana Allah
(lafaz niat iktikaf Nawaitul I tikaaf fii Haa dzal masjidi sunnatan lilLaahiTa aala )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah lagi yang memecahkan penglihatan engkau?
raja iblis : "Orang yang taat kepada (kedua) ibubapanya serta membantu (menjaga) makan dan minum serta pakaian mereka kerana Tuan Hamba telah bersabda Bermula syurga itu adalah di bawah (tapak) kaki ibubapa
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apa pula yang merantai engkau?
raja iblis : "Penjual (peniaga) yang betul timbangan (dan) sukatannya, ukuran dan tukarannya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku memberi salam antara satu dengan yang lain, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Apabila dua orang (muslim) bertemu di tengah jalan, lantas memberikan salam (Assalaamu alaikum waroh matulLaaHiwabaa rakaatuh) dan dijawab oleh saudaranya, maka terasa seperti pecah dada hamba, maka hamba pun meratap kerana kedua-duanya telah diampunkan- dia dan saudaranya - apabila berpisah keduanya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula sahabat karibmu?
raja iblis : "Orang yang minum arak atau tuak (samsu) atau (ketagih) candu atau ganja (termasuk penyalahgunaan dadah) kerana kemerbahayaannya telah nyata menyebabkan perpecahan, perkelahian dan perceraian
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula yang bersekutu dan sekedudukan dengan engkau?
raja iblis : "Apabila bertemu lelaki dengan perempuan-perempuan muda, maka hamba duduk pada leher perempuan-perempuan muda itu, hamba hiaskan wajahnya (perempuan) dengan jelingan dan senyuman yang menarik hati serta apabila terpandang belakang (perempuan), maka terpandanglah lehernya (perempuan) yang halus dengan pinggang dan punggungnya melenggang yang membangkitkan nafsunya (lelaki) serta manakala terpandang hadapannya (perempuan), hamba hiaskan dadanya (perempuan) supaya bergetaran serta hamba panah tepat pada jantung hati keduanya (lelaki dan perempuan) atau salah satu daripadanya sehingga tergerak syahwatnya. Orang yang tiada memelihara hatinya, nescaya tidak terpelihara farajnya dan apabila tidak memelihara farajnya, maka tidak terpeliharalah imannya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah kediamanmu?
raja iblis : "(hamba tinggal) Pada rumah berhala dan pada mana-mana batu, kayu, tembaga dan sebagainya (bahan pujaan) Apabila mereka menyembah (berhala, batu, kayu, tembaga dan sebagainya), maka hamba cenderungkan hati mereka supaya bertambah-tambah keyakinannya terhadap pekerjaan mereka (menyembah berhala) yang syirik itu. Betapa ramainya umat Tuan Hamba telah hamba pesongkan sehingga memasuki rumah berhala Majusi dan Hindu yang menunjukkan betapa nipisnya iman mereka.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah tempat perhimpunanmu?
raja iblis : "Pada rumah wayang dan tempat majlis tarian dan seumpamanya seperti tempat percampuran lelaki dan perempuan (secara bebas)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Aku lihat engkau mengintai-ngintai di dalam masjid, apakah yang hendak engkau lakukan?
raja iblis : "Hamba hendak mengganggu orang yang sedang bersolat di situ.
RASULULLAH S.A.W: "Kenapa engkau tidak takutkan orang yang sedang bersolat dan bermunajat dengan Tuhannya? Sebaliknya engkau takut pula dengan orang yang sedang tidur di sebelahnya padahal orang (yang sedang tidur) itu (mungkin) dalam keadaan lalai
raja iblis : "Adapun orang yang sedang bersolat itu amat jahil sekali, (maka) mudahlah untuk hamba merosakkan (melalaikan) solatnya, tetapi orang yang sedang tidur itu (sebenarnya) alim. Maka apabila hamba menggoda dan cuba merosakkan solatnya, hamba takut kalau-kalau orang alim itu bangun dari tidurnya lalu menegur serta memperbetulkan solat si jahil itu
(Sabda Rasulullah S.A.W. Na umul aliimi khairun min ibaadatil jahiil yang bermaksud Tidur orang yang alim lebih baik daripada ibadat orang yang jahil seperti 1000 orang beribadat dengan tidak berilmu agama, sangat senanglah syaitan mengganggunya, teapi seorang pelajar ilmu feqah itu, sangat susah bagi syaitan hendak menggodanya)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah kata-kata pujian bagimu?
raja iblis : "Suara orang yang bernyanyi dan berpantun-seloka serta suara bunyi-bunyian kecuali orang yang bernyanyi, berpantu, bernazam memuji Tuhan, bernasyid serta berselawat di atas Nabi
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang sekaum denganmu?
raja iblis : "Orang yang menipu harta orang dan memakan harta anak yatim serta memakan riba
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sebab apakah engkau gelapkan hati manusia?
raja iblis : "Mereka yang makan dan minum dengan (punca) mata pencarian yang haram kerana mereka buta dalam mencari harta yang halal serta mereka banyak tidur sehingga matahari tinggi dan meninggalkan solat subuh serta memenuhi perutnya dengan kenyang sekali
RASULULLAH S..A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menggembirakan hati engkau?
raja iblis : "Orang kaya yang bakhil dan orang yang tidak mengeluarkan zakat untuk hamba Allah yang dhaif, malah zakatnya dihantar kepada orang lain padahal kaumnya miskin, kerana orang yang bakhil itu seteru Allah SWT serta orang yang tidak mengeluarkan zakat itu akan masuk ke dalam neraka yang paling bawah bersama-sama dengan hamba.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyuburkan badan engkau?
raja iblis : "Orang yang berhasad dengki dan orang yang tidak mempelajari hukum Islam serta semua perempuan yang jahat dan perempuan yang merosakkan dirinya serta perempuan yang menjual maruahnya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika seorang ulama meninggal dunia, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Telah subur dan bertunaslah hasutan hamba dan pekerjaan hamba.
(Sabda Rasullullah S.A.W. - yang bermaksud Barangsiapa yang berdukacita di atas kematian seorang ulama , maka dituliskan Allah SWT pahala baginya seribu ulama dan seribu syuhada , Sabda Rasulullah SAW lagi yang bermaksud Akan datang atas umatku yang melarikan diri dari ulama atau mereka yang membenci golongan yang mengajar agama, maka diberikan Allah SWT 3 jenis bala ke atas mereka (yang membenci atau melarikan diri dari ulama dan seumpamanya) (1) Dihilangkan keberkatan dalam pencariannya (rezki), (2) Didatangkan Allah SWT ke atas mereka seorang ketua yang zalim atau raja yang zalim, dan (3) dikeluarkan (dimatikan) mereka daripada dunia dengan tidak beriman Na uu dzubillaaHimin dzaalik kita berlindung dengan nama Allah SWT )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat jemaah, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Sesungguhnya segala simpulan (tali pengikat) tipudaya hamba telah mereka leraikan
(Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa solat 5 waktu, maka dia akan mendapat 5 perkara (1) Tidak akan terkena pada dirinya kefakiran (kemiskinan), (2) Diangkatkan darinya siksa kubur oleh Allah S.W.T., (3) Dianugerahi orang itu dengan kitab tulisannya (perbuatan di dunia) pada sebelah kanan (pihak yang selamat), (4) Melalui titian (Siraatal Mustaqiim) di atas neraka sepantas kilat, (5) Dimasukkannya Allah SWT ke dalam syurga tanpa sebarang hisab dan tanpa sebarang siksaan. Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud Solat lelaki berjemaah lebih baik daripada solat 40 tahun di rumahnya seorang diri dan solat berjemaah itu mendapat 27 darjat - serta solat berjemaah di rumahnya bersama anak (anak) dan isterinya akan mendapat pahala haji dan umrah )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berselawat ke atas ku, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Mereka telah membelah muka hamba disebabkan ingatan kuat terhadap Tuan Hamba
(Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa berselawat ke atasku, maka para Mailaikat akan memohon diampunkan (segala dosanya) dia dan dia adalah sebahagian daripada isi syurga
RASULULLAH S..A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat Hari Raya di masjid, bagaimanakah keadaanmu? Kerana Tuhanku yang Maha Besar telah berfirman - Hai sekelian Malaikat! Saksikanlah olehmu bahawa sesungguhnya telah Aku ampunkan sekelian dosa umat Muhammad, lelaki dan wanita/perempuan, Maka apabila telah selesai dari solat dan khutbah dibacakan, maka Firman Allah SWT Hai umat Muhammad! Pulanglah kamu ke rumah masing-masing, sesungguhnya Aku telah mengampunkan dosa kamu yang terdahulu dan yang kemudian dan Aku telah gantikan dosamu itu dengan kebajikan!
raja iblis : "Ya Rasulullah! Apabila umat Tuan Hamba pergi (untuk) bersolat Hari Raya, maka hamba sangat berdukacita dan kesal. Maka hamba pun menjerit sehingga datang sekelian bala tentera hamba dan (mereka) bertanya Hai raja kami! Siapakah yang engkau marah? Adakah ianya (puncanya) dari langit atau dari bumi? Perintahkanlah kami sekelian pergi membinasakan barang di langit dan di bumi. Maka hamba menjawab Hai bala tenteraku! Apa yang menyebabkan aku berdukacita ialah kerana Allah SWT telah mengampuni umat Muhammad pada Hari Raya ini. Wahai sekelian bala tenteraku! Tidakkah kamu mengetahui bahawa Allah SWT telah memberkati puasa umat Muhammad? Dan Tuhan amat mengasihi dan mengasihani mereka dengan penuh rahmat serta diperkenankan segala doa mereka dan diampunkan segala kesalahan mereka? Wahai tenteraku! Hendaklah kamu goda mereka itu supaya malas beramal ibadat dan resah dengan berjalan ke sana dan kemari serta asyik berjudi serta bersukaria memuaskan nafsu dengan mengerjakan maksiat supaya datang kemurkaan Tuhan ke atas mereka itu dan ditimpakan bala ke atas mereka kerana dengan demikian, akan membawa kesenangan di dalam hatiku. Maka berangkatlah sekelian bala tentera iblis syaitan untuk mengganggu umat Muhammad
RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca doa akhir tahun (Hijrah), bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Telah bersusah payah hamba menggoda mereka sepanjang tahun, tiba-tiba mereka membaca doa (yang hanya) mengambil masa yang sedikit, maka lemahlah hamba lalu hamba menyapu dengan tanah (dan berkata), aduhai, celaka betapa malang dan celaka diriku dengan kerugian, maka hamba pun berpaling (dan) pergi
(Doa Hujung Tahun AllaaHomma maa amiltu min amalin fii HaaziHissanati mimmaa nahaitanii anHu, walam tar Dhahu walam tan sahu, wahamilta alaiyya ba da qud rotika alaa, uquubatii, wada autanii ilattaubati ba da jur aatii alaa ma Siatika, fainnii astaghfiruka faghfirlii waHablii min amalin tarDhahu, wa wa datanii alaihitsawwaab )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku membaca doa awal tahun, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Ya NabiyUllah! Putuslah harapan hamba, kerana barangsiapa membaca doa awal tahun, (maka) Tuhan memerintahkan dua Malaikat supaya membakar buku kesalahan hambanya dan dituliskan kebajikan di dalam (buku kebajikan) disebabkan orang yang membaca doa ini .
(Doa Awal Tahun AllaaHomma antal abdiyyulQadiim,waHaaziHi sanatu jadiidatun, as aluka fiihal iSmata minassyaiTooni wa au liyaa ihi. Wal au na alaa Haa dzihiinnafsil ammaarati bissuu wal ish ti ghaala bisaa yuQorribunii ilaika yaa Kariim )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyokong engkau?
raja iblis : "Orang yang tidak bertaubat atas dosanya dan suka ketawa ketika berbuat dosa berkenaan. Ya NabiyyUllaah! Telah hamba binasakan ramai manusia dengan (menggoda mereka) mengerjakan dosa daripada berbagai-bagai (jenis) maksiat, maka hamba gembria. Tiba-tiba, mereka mengucapkan kalimah-kalimah Laa ilaa Ha illAllaah dan istighfar, maka binasalah hamba, kerana pada masa hamba dibuang ke dunia (dulu), hamba mengembara sambil bersiul-siul dan orang yang bersiul itu adalah penghibur iblis syaitan, tetapi orang yang azan itu adalah penghalau iblis syaitan, kerana para Malaikat akan hadir bersolat bersama-sama dengan mereka .
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sekarang apalah kesudahan ikhtiar engkau di atas umatku, kerana aku telah dibangkitkan oleh Tuhan ke dunia ini bagi menyelamatkan sekelian bani Adam daripada kufur kepada iman, daripada gelap gelita kepada terang benderang?!
Maka iblis pun mengangkat kepalanya ke hadhirat Tuhan dan berkata Yaa Rabbi! Demi kemuliaan Engkau, sentiasalah hamba akan berusaha dengan bersungguh-sungguh pada menarik sekelian anak Adam kepada berbagai-bagai jalan maksiat selama ada nyawa di tubuh mereka, hamba jadikan pemuda dan wanita bercampur dan berkenalan, supaya hamba dapat mencelah di dalamnya.
(Maka) Datanglah Firman Allah SWT :
Hai mala un, Demi Kebesaran dan KetinggianKu, bahawa Aku sentiasa bersedia untuk mengampuni dosa umat Muhammad selagi mereka itu memohon ampun kepadaKu
RASULULLAH S..A.W: "Hai iblis! Apa lagi yang engkau musykilkan?
raja iblis : "Ya Rasulullah! Bahawasanya hamba sangat ajaib (hairan) melihat dua macam hal sekelian hamba Allah SWT iaitu (1) Mereka itu mengaku kasihkan Tuhan, walhal mereka itu taatkan hamba dan berbuat maksiat, (2) Mereka itu sangat marah kepada hamba, tetapi mereka menurut hasutan hamba.
(Maka) Datanglah Firman Allah SWT:
Hai mala un! Demi Kemuliaan dan KebesaranKu, Aku anugerahi umat Muhammad (dengan) 2 kebahagiaan : (1) Kasih mereka kepadaKu dijadikan kifarah (penebus dosa) bagi maksiat mereka kerana tipudayamu, dan (2) Kemarahan mereka kepadamu Aku jadikan kifarah (penebus dosa) perbuatan maksiat mereka kepadaKu
Maka iblis tercengang-cengang mendengar umat Muhammad yang sangat dikasihi Tuhan GhafuururRahiim yang Maha Mengampuni lagi Maha Mengasihani hambanya dengan limpah rahmatNya.
Setelah selesai baginda Rasulullah S.A.W. berdialog dengan raja Iblis, maka baginda menghalau iblis dengan sabdanya : Wahai laknatullah! Nyahlah engkau dari hadapanku ini maka iblis pun keluar dengan perasaan yang amat dukacita.
Maka hairanlah para sahabat yang hadir dalam majlis berkenaan mendengar tipudaya iblis yang menyelubungi seluruh umat manusia.
Sabda Nabi S.A.W.: Hai para sahabatku! Ketahuilah olehmu bahawa iblis telah membuat kesalahan atas beberapa sebab : (1) ia engkar dan membantah perintah Tuhan, (2) ia takbur dan besar diri (3) ia berhasad dengki dengan Nabi Adam a.s. (4) Ia menghasut dan mengkhianati (manusia) (dari) seorang kepada seorang (yang lain) seperti yang telah ia ajarkan kepada Qabil dengan tipudayanya sehingga berani Qabil melakukan pembunuhan ke atas saudaranya Habil yang disayangi oleh Nabi Allah Adam a.s.
Sabda Nabi S.A..W.: Bahawa pada suatu hari, Iblis mengadap Nabi Musa bin Imran a.s. dan berkata : Yaa NabiyuLLaah! Apabila Tuan Hamba bermunajat kepada Allah S.W.T di Bukit Tursina, hamba hendak bertaubat kepada Allah SWT, adakah (taubat) hamba diterimanya?
Maka sukacitalah Nabi Musa a.s. mendengarkan iblis yang hendak bertaubat itu lalu baginda menyanggupi permintaan iblis. Setelah tiba di Bukit Tursina, maka berdoalah baginda kepada Allah SWT memohon petunjuk. Maka datanglah Firman Allah S.W.T. : Wahai Musa, kesalahan iblis boleh Ku ampunkan dengan syarat hendaklah ia (iblis) bersujud pada kubur Nabi Adam Maka Nabi Musa a.s. pun menyampaikan firman Allah S.W.T. kepada iblis. iblis mengeluh dan berkata Wahai Nabi Musa! Semasa Adam masih hidup pun hamba tidak sudi bersujud kepadanya, inikan pula, Adam telah mati Maka iblis pun beredar.
Sabda Nabi : Bermula (tegaknya) tiang dunia ini dengan 4 perkara : (1) Dengan ilmu para ulama, (2) Dengan adilnya sekelian raja-raja, (2) Dengan kemurahan (hati) orang-orang kaya, (4) Dengan doa sekelian fakir miskin.
Maka sekiranya tidak ada ulama, nescaya binasalah sekelian orang yang jahil dan sekiranya raja-raja tidak adil, nescaya (segolongan) manusia (ibarat) memakan (segolongan) manusia yang lain sebagaimana harimau menghambat dan memakan kambing. Sekiranya (pula) tidak ada kemurahan (hati) orang-orang kaya, nescaya binasalah sekelian fakir miskin dan sekiranya tidak ada doa fakir miskin, nescaya runtuhlah langit dan bumi.
KISAH NABI IDRIS A.S. MENIKAM MATA iblis (KEMBALI KE ATAS)
Pada suatu hari, sedang Nabi Idris a.s. duduk menjahit bajunya, tiba-tiba berdiri di hadapan pintu rumahnya seorang lelaki memegang sebiji telur di tangannya. Katanya Ya Nabi Allah Idris! Bolehkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?
Maka Nabi Idris a.s. memandang lelaki berkenaan dan baginda terus mengecam lelaki berkenaan sebagai iblis laknatullah.
Nabi Idris A.S. bersabda: Marilah ke sini dekat denganku, tanyalah apa yang engkau kehendaki. Maka raja iblis itu pun mendekati baginda sambil mengulangi pertanyaannya : Ya Nabi Allah Idris! Bolehkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?
Sahut Nabi Allah Idris A.S. : Jangankan memasukkan dunia ini ke dalam telur sebesar ini, bahkan ke dalam jarumku yang sekecil inipun, Tuhanku Maha Berkuasa memasukkan dunia ke dalamnya Lalu dengan pantas Nabi Allah Idris A.S. pun menikam mata raja iblis dengan jarum. iblis pun terperanjat dan kesakitan lalu melarikan diri setelah menerima tandatangan Nabi Allah Idris A.S. yang telah menyebabkan ia buta sebelah matanya sehinggalah zaman kebangkitan Junjungan kita dan kekasih Allah SWT iaitu Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W.
Wednesday, 5 January 2011
CARILAH REZEKI YANG HALAL DAN AMALKAN SEBAB-SEBAB DIMURAHKAN REZEKI
CARILAH REZEKI YANG HALAL DAN AMALKAN SEBAB-SEBAB DIMURAHKAN REZEKI
by Bicara Ad-din on Monday, 24 May 2010 at 12:52
Bismillah, Walhamdulillah Wassalatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Wasahbihie Waman Walaah(Dengan nama Allah, Segala puji bagi Allah, Selawat dan salam ke atas Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wasallam, keluarga, sahabat dan para pengikut Baginda)
Setiap individu memerlukan nafkah hidup bagi menyambung kehidupan seharian. Mencari nafkah adalah dituntut oleh Islam agar kita dapat meneruskan ibadat kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Untuk mendapatkan nafkah yang HALAL hendaklah dengan pekerjaan yang DIHALALKAN atau diharuskan. Berusaha mencari yang HALAL itu merupakan suatu yang diwajibkan oleh syarak sebagaimana tersebut dalam sebuah hadis Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam:
Maksudnya: "Mencari yang HALAL adalah wajib atas setiap Muslim” (Hadis riwayat ad-Dailami).
Terdapat banyak ayat al-Qur’an yang memerintahkan manusia supaya memakan REZEKI yang HALAL dan baik, antaranya:
Allah Ta‘ala telah berfirman:
Tafsirnya: "Wahai manusia! Makanlah sebahagian dari makanan yang ada di bumi ini, yang HALAL dan baik, dan janganlah kamu turuti jejak langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh kamu yang nyata” (Surah al-Baqarah:168).
Firman-Nya lagi:
Tafsirnya: “Dan makanlah dari REZEKI yang diberi Allah kepada kamu, iaitu yang HALAL lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kepadanya sahaja kamu beriman” (Surah al-Mâidah:88).
Dengan memakan yang HALAL itu akan menambahkan cahaya pada hati serta melembutkannya. Selain itu, ia akan menimbulkan kegentaran dan kekhusukkan terhadap kebesaran Allah Ta‘ala, mencergaskan seluruh anggota badan untuk beribadat dan melakukan ketaatan, mengurangkan kecenderungan hati kepada dunia dan menambah ingatan terhadap Hari Akhirat. Semua sifat-sifat tersebut akan menjadi sebab utama diterima amal soleh dan terkabulnya doa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah berkata kepada Sa‘ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu:
Maksudnya: "Pilihlah makanan yang HALAL, nescaya doamu dikabulkan”.
Zaman sekarang tidak dinafikan manusia berlumba-lumba mencari REZEKI untuk menampung kehidupan. Pelbagai usaha di atur untuk mendapatkannya, malah sebilangan orang ada yang berani melampaui batas-batas syarak dalam mencari REZEKI daripada pekerjaan yang haram seperti mencuri, menipu, mengamalkan rasuah, memakan riba dan berjudi.
Risiko orang yang memakan harta yang diperolehi dengan cara yang haram telah diberi peringatan oleh Rasullullah Shallallahu
‘alaihi Wasallam sepertimana disebutkan dalam beberapa hadis Baginda, antaranya Baginda bersabda:
Maksudnya: "Tidak akan memasuki Syurga daging yang tumbuh daripada yang haram” (HR.al-Imam Ahmad).
Sabda Baginda lagi:
Maksudnya: "Setiap daging yang tumbuh daripada yang haram, maka api Neraka lebih utama menerimanya” (HR.at-Thabrani).
Sabda Baginda lagi:
Maksudnya: “Barangsiapa yang mengumpul harta daripada jalan yang tidak HALAL, kelak apabila dia bersedekah dengan harta tersebut tidak akan diterima sedekahnya, dan jika dia membelanjakannya tidak akan diberkati perbelanjaannya dan jika ditinggalkannya sebagai harta pesaka, akan menjadilah harta itu sebagai kayu api yang kekal membakarnya di dalam Neraka” (HR.al-Imam Ahmad).
Ibnu al-Mubarak Rahimahullahu Ta‘ala berkata: “Menolak satu dirham yang ada syubhah adalah lebih dicintai Allah Subhanahu Wa Ta‘ala daripada bersedekah dengan seratus ribu dirham, kemudian ditambah lagi dengan seratus ribu yang lain, seratus ribu yang lain, hingga ia kira enam ratus ribu dirham”.
Sebab-sebab dimurahkan REZEKI
Ada di antara kita yang merasa gelisah kerana tidak mendapat REZEKI yang mencukupi untuk keperluan hidup walhal dia telah berusaha dengan bersungguh-sungguh. Perlulah diingat bahawa Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang menganugerahkan REZEKI kepada mereka yang dikehendaki-Nya. Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: "Allah Maha Lembut tadbirNya (serta melimpah-limpah kebaikan dan belas kasihanNya) kepada hamba-hambaNya; Dia memberi REZEKI kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan yang telah ditetapkan), dan Dialah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa” (Surah asy-Syura:19).
Kita perlu sedar juga bahawa cukup atau tidak REZEKI yang kita terima itu bukanlah diukur dengan kuantitinya semata-mata, tetapi yang penting ialah keberkatannya. Tanpa keberkatan ini REZEKI yang banyak sekalipun manusia tidak akan merasa cukup dan puas.
Dalam Islam terdapat beberapa sebab yang boleh mendatangkan REZEKI yang luas jika kita mengamalkannya. Di antara sebab-sebab itu adalah seperti berikut:
1) BERTAKWA Kepada Allah Subhanahu Wa Ta‘ala
BERTAKWA kepada Allah Ta‘ala itu ialah dengan mentaati segala perintahNya, dan meninggalkan apa yang dilarangNya. Orang yang tidak mentaati Allah Subhanahu wa Ta‘ala iaitu mengingkari suruhan dan laranganNya, bererti orang itu tidaklah tergolong daripada orang-orang yang BERTAKWA.
Bagi orang-orang yang BERTAKWA ini, Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjanjikan kepada mereka limpahan REZEKI, malah Allah Subhanahu wa Ta‘ala mengurniakan kepada mereka jalan keluar daripada segala kesusahan. Ini jelas seperti Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: “Dan sesiapa yang BERTAKWA kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkan), (2) Serta memberinya REZEKI dari jalan yang tidak terlintas di hatinya” (Surah ath-Thalaq:2-3).
Ayat di atas menerangkan bahawa sesiapa yang BERTAKWA kepada Allah Ta‘ala dengan mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya, maka Allah jadikan urusannya ada jalan keluar dan REZEKI yang tidak terlintas dihatinya.
Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah melimpahkan keberkatanNya dari langit dan bumi kepada orang-orang yang beriman dan BERTAKWA sepertimana firmanNya:
Tafsirnya: “Dan (Tuhan berfirman lagi): Sekiranya penduduk negeri itu, beriman serta BERTAKWA, tentulah Kami akan membuka kepada mereka (pintu pengurniaan) yang melimpah-limpah berkatnya, dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (Rasul Kami), lalu Kami timpakan mereka dengan azab seksa disebabkan apa yang mereka telah usahakan” (Surah al-A‘raf:96).
Ayat di atas menerangkan tentang sebuah penduduk negeri yang tidak beriman apabila diutuskan kepada mereka seorang Rasul. mereka telah dijanjikan oleh Allah Ta‘ala keberkatan REZEKI kepada mereka dari langit dan bumi dari sumber hujan dan
tumbuh-tumbuhan jika mereka beriman dengan kedatangan Rasul itu, mempercayainya, mengikutinya dan BERTAKWA dengan membuat ketaatan dan meninggalkan perkara yang haram. Akan tetapi, mereka telah mendustakan Rasul itu maka Allah Ta‘ala menimpakan kepada mereka kebinasaan disebabkan keengganan mereka untuk beriman, BERTAKWA dan perlakuan dosa serta perkara haram yang mereka telah lakukan.
Maka jelaslah bertakwa kepada Allah Ta‘ala adalah di antara penyebab diperluaskan REZEKI.
2) BERTAUBAT Dan BERISTIGHFAR
BERTAUBAT ialah meninggalkan dosa kerana keburukkannya, merasa menyesal setelah melakukannya dan berazam untuk tidak
melakukannya. Jika berhubung-kait dengan hak orang lain, maka hendaklah disertai dengan memohon maaf kepada orang itu agar
diampunkan daripada dosa yang telah dilakukan terhadapnya dan mengembalikan hak orang yang telah dizaliminya.
BERTAUBAT dengan segera daripada segala maksiat hukumnya adalah wajib sebagaimana yang disepakati oleh para ulamak. Sama ada BERTAUBAT daripada dosa kecil mahupun dosa besar. Ketika BERTAUBAT ini, disunatkan BERISTIGHFAR kepada Allah Ta‘ala daripada setiap dosa yang dilakukan.
Jika dosa itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga, jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah iaitu:
1. Hendaknya menjauhi maksiat tersebut.
2. Menyesali perbuatan (maksiat)nya.
3. Berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
Jika taubat itu berkaitan dengan manusia maka syaratnya ada empat iaitu ketiga-tiga syarat di atas dan tambahan yang keempat iaitu:
1. Hendaknya menjauhi maksiat tersebut.
2. Menyesali perbuatan (maksiat)nya.
3. Berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
4. Hendaknya membebaskan diri dengan memenuhi hak orang tersebut. Jika berbentuk harta benda maka hendaklah dia mengembalikannya. Jika berupa Qisas maka hendaklah dia memberitahu dan memberi kesempatan untuk orang itu membalasnya dan meminta maaf kepadanya. Jika berupa ghibah (mengumpat) maka ia harus meminta maaf.
Dalam al-Qur’an ada disebutkan bahawa BERTAUBAT dan BERISTIGHFAR adalah di antara sebab diperluaskan REZEKI. Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: "Dan wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian BERTAUBATLAH kepadaNya; supaya Dia menurunkan hujan lebat kepada kamu serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada; dan janganlah kamu berpaling daripada seruanku dengan terus menerus melakukan dosa (yang mendatangkan kebinasan)” (Surah Hud:52).
Ayat ini menerangkan bahawa Nabi Hud ‘alaihissalam telah memerintahkan kaumnya iaitu kaum ‘Aad untuk BERISTIGHFAR dan
BERTAUBAT supaya dikurniakan hujan yang lebat dan diampunkan dosa yang telah lalu iaitu dosa menyekutukan Allah dan
menyembah berhala, kerana sesiapa yang BERTAUBAT dan BERISTIGHFAR maka akan dimurahkan Allah Ta‘ala REZEKINYA, dan dipermudahkan urusannya dan mendapat perlindungan daripadaNya jua dalam keadaan negeri yang kering kontang kerana
ditimpa kemarau, hujan memang menjadi sebesar-besar rahmat.
Begitu juga dengan memohon ampun kepada Allah Ta‘ala akan mendapat REZEKI sepertimana disebutkan dalam al-Qur’an. Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: "Sehingga aku (Nabi Nuh) berkata (kepada mereka): “Pohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. (10) (Sekiranya kamu berbuat demikian), Dia akan menghantarkan hujan lebat mencurah-curah, kepada kamu; (11) Dan Dia akan memberi kepada kamu dengan banyaknya harta kekayaan serta anak–pinak; dan Dia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai (yang mengalir di dalamnya)” (Surah Nuh:10-12).
Tersebut di dalam Tafsir al-Qurthubi satu riwayat bahawa beberapa orang lelaki pernah datang mengadu kepada al-Hasan al-
Bashri Rahimahullah, seorang dari kalangan tabi‘en mengenai masalah mereka; ada yang mengadu masalah kemarau, ada yang
mengadu tentang kefakiran, ada yang mengadu ingin dikurniakan anak dan ada yang mengadu kebunnya kering. Hasan menyuruh
mereka semua supaya BERISTIGHFAR kepada Allah. Lalu apabila ditanya kepada beliau (al-Hasan al-Bashri Rahimahullah) kenapa perlu BERISTIGHFAR? Hasan al-Bashri Rahimahullah pun menjawab: "Sesungguhnya itu adalah firman Allah Ta‘ala dalam Surah Nuh”.
Maka jelaslah bahawa firman Allah Ta‘ala dalam Surah Nuh dan Surah Hud adalah sebagai dalil yang nyata bahawa mengamalkan ISTIGHFAR itu adalah di antara sebab dilimpahkan REZEKI seperti hujan.
Tambahan lagi Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah bersabda, bahawa sesiapa yang selalu BERISTIGHFAR maka dilimpahkan oleh Allah Ta‘ala REZEKI yang tidak terlintas dihatinya. Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahawa
Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
Maksudnya: “Barangsiapa yang selalu mengamalkan ISTIGHFAR, Allah jadikan baginya bagi setiap kesempitan jalan keluar dan bagi setiap kesusahan itu kelapangan dan memberikannya REZEKI yang tidak terlintas di hatinya” (HR.Abu Daud).
3) BERTAWAKKAL
TAWAKKAL ialah berserah diri kepada Allah Ta‘ala dan berpegang teguh kepadaNya dalam semua perkara-perkara yang wajib. Perintah BERTAWAKKAL ada disebutkan dalam al-Qur‘an sepertimana firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: "Kepada Allah sahajalah hendaknya orang-orang yang beriman itu BERTAWAKKAL” (Surah Ali-‘Imran:122).
Perkara BERTAWAKKAL sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur‘an dan hadis Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah di antara sebab diperluaskan REZEKI. Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: “Dan (ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukuplah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya. Allah telah pun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu” (Surah ath-Thalaq:3).
Dalam hadis disebutkan, Sayyidina ‘Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘Anhu berkata bahawa Rasullullah Shallallahu ‘alaihi
Wasallam bersabda:
Maksudnya: “Jika sesungguhnya kamu BERTAWAKKAL kepada Allah Ta‘ala dengan sebenar-benar TAWAKKAL, maka akan diberikan REZEKI kepada kamu sepertimana REZEKI yang diberikan kepada seekor burung yang menjamu makanan di awal pagi ketika sedang lapar dan kembali setelah perut penuh (iaitu sesudah merasa kenyang)” (HR.at-Tirmidzi).
Hadis di atas menerangkan bahawa jika seseorang itu benar-benar BERTAWAKKAL kepada Allah Ta‘ala dengan keyakinan bahawa Allah Ta‘ala yang melakukan semua itu dan tiada yang memberi REZEKI melainkan Allah Ta‘ala jua dan tiada yang berkuasa menghalang melainkan Allah Ta‘ala jua di samping berusaha bersungguh-sungguh dengan BERTAWAKKAL, nescaya akan dilimpahkan REZEKI sepertimana REZEKI yang dilimpahkan kepada burung.
4) Menghubungkan SILATURRAHIM
Menghubungkan SILATURRAHIM juga adalah di antara sebab-sebab dimurahkan REZEKI. Dalil mengenai perkara itu banyak disebutkan dalam hadis-hadis Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, antaranya ialah hadis yang diriwayatkan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahawa sesungguhnya Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
Maksudnya: “Barangsiapa yang suka dimurahkan REZEKINYA dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia mengeratkan hubungan kekeluargaannya (SILATURRAHIMNYA)” (HR.Muslim).
Maka hadis di atas menerangkan bahawa menghubungkan SILATURRAHIM itu memberikan natijah (kesudahan) yang baik seperti diperluaskan REZEKI dan dipanjangkan usia.
Ulamak bersepakat mengatakan bahawa mengeratkan SILATURRAHIM sesama saudara hukumnya adalah wajib. Kewajipan mengeratkan SILATURRAHIM itu juga disandarkan dengan rasa keimanan kepada Allah Ta‘ala sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, Baginda bersabda:
Maksudnya: “Dan siapa yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat maka hendaklah dia mengeratkan hubungan kekeluargaannya (SILATURRAHIMNYA)” (HR.Bukhari).
Sementara hukum memutuskan SILATURRAHIM pula adalah haram dan dikira sebagai melakukan maksiat besar dan mendapat laknat daripada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, sebagaimana firmanNya:
Maksudnya: “(Kalau kamu tidak mematuhi perintah) maka tidakkah kamu harus dibimbang dan dikhuatirkan jika-kamu dapat memegang kuasa-kamu akan melakukan kerosakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan SILATURRAHIM dengan kaum kerabat? (Orang-orang yang melakukan perkara-perkara yang tersebut) merekalah yang dilaknat oleh Allah serta ditulikan pendengaran mereka, dan dibutakan penglihatannya” (Surah Muhammad:22-23).
Manakala akibat orang yang memutuskan SILATURRAHIM pula, tidak akan masuk Syurga, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam:
Maksudnya: "Tidak masuk Syurga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan” (HR.Muslim).
Antara cara untuk mengeratkan hubungan SILATURRAHIM ialah dengan memberi harta, memberi bantuan dan pertolongan dalam menyampaikan hajat, menolak kemudharatan, memberi keceriaan muka atau keramahan, mendoakan, memenuhi dengan apa yang termampu daripada perkara kebajikan dan menolak apa yang termampu daripada keburukan.
Sementara bagi mereka yang jauh bolehlah juga berhubung dan berkirim salam dengan berutus surat, akan tetapi jika mampu adalah afdhal untuk menziarahi mereka.
Dalam kitab Bujairimi ‘Ala al-Khathib disebutkan bahawa mengeratkan SILATURRAHIM adalah di antara sebab-sebab mendapat REZEKI yang berkat dan dipanjangkan umur.
Penutup
Sebagai kesimpulan tidak diragukan lagi bahawa apa yang diterangkan dalam al-Qur’an dan hadis bahawa:
1. BERTAKWA kepada Allah Ta‘ala
2. BERTAWAKKAL
3. BERISTIGHFAR dan memohon ampun (BERTAUBAT) kepadaNya
4. Menghubungkan SILATURRAHIM
adalah di antara penyebab seseorang hamba itu dikurniakan limpahan REZEKI dan keberkatannya. Maka sayugialah kita berusaha untuk beriltizam dengan perkara-perkara ini, kerana selain ia penyebab atau faktor yang boleh mempeluaskan REZEKI, amalan-amalan itu juga adalah amalan yang dituntut dan disukai Allah Ta‘ala.
RENUNGAN: PERIHAL REZEKI
Padahal awal2 lagi dalam "Kitab Umum-Jilid 9, Bab REZEKI, JODOH & AJAL (PERKARA YANG EMPAT), m/s.4" ada mengatakan seperti dibawah:
REZEKI
Adapun REZEKI itu terbahagi kepada empat perkara, iaitu:
1. REZEKI SYAITAN
Yakni mereka yang mendapat REZEKI dengan secara maksiat seperti mencuri, menipu, menyamun dan segala cara-cara REZEKI yang tidak HALAL pada Hukum Islam, tetapi dia hidup dengan REZEKI itu. Pendek kata segala apa jua REZEKI yang didapati seseorang sepertimana cara SYAITAN mendapatkan REZEKINYA atau kerana ada ilmunya meminta pertolongan daripada SYAITAN supaya dia hidup dengan REZEKI yang banyak, maka itulah dinamakan REZEKI SYAITAN.
2. REZEKI JIN
Adapun REZEKI JIN itu kerana ada ilmunya meminta pertolongan daripada JIN supaya dia hidup dengan REZEKI yang mewah. Setengah-setengahnya minta pertolongan daripada pawang-pawang yang menyimpan JIN supaya hidupnya laris. Pendek kata segala apa jua REZEKI adalah bergantung kepada JIN-JIN yang ghaib, maka itulah dinamakan REZEKI JIN.
3. REZEKI MALAIKAT
Yang dikatakan REZEKI MALAIKAT itu dia Sembahyang Hajat, kemudian bermohon kepada MALAIKAT dan dia berdoa melalui MALAIKAT, misalnya dia bermohon kepada MALAIKAT MIKAIL yang memegang REZEKI. Pendek kata, siapa yang memohon daripada MALAIKAT, maka REZEKINYA dinamakan REZEKI MALAIKAT.
4. REZEKI ALLAH
Makan REZEKI ALLAH itu yang datang dari ALLAH menurut apa yang tertulis di dalam Loh Mahfuz. Bagi mendapatkan REZEKI ALLAH ini, seseorang itu hendaklah rajin dalam usahanya, hendaklah bekerja kuat dan tidak boleh berpeluk tubuh. REZEKI secara ini sebahagian daripadanya datang melalui otak fikiran manusia, ada sebahagian yang datang melalui suara manusia dan ada juga sebahagian yang lain yang mendatang melalui kaki tangan manusia, masing-masing dengan cara-caranya sendiri.
Adapun, REZEKI SYAITAN adalah REZEKI yang HARAM..
REZEKI JIN adalah REZEKI yang ada HALAL & ada HARAM..
REZEKI MALAIKAT adalah REZEKI yang HALAL..
REZEKI ALLAH adalah REZEKI yang HALAL lagi berkat..
Renungkanlah dari cabang mana satu datangnya REZEKIMU itu ?????
Setiap individu memerlukan nafkah hidup bagi menyambung kehidupan seharian. Mencari nafkah adalah dituntut oleh Islam agar kita dapat meneruskan ibadat kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Untuk mendapatkan nafkah yang HALAL hendaklah dengan pekerjaan yang DIHALALKAN atau diharuskan. Berusaha mencari yang HALAL itu merupakan suatu yang diwajibkan oleh syarak sebagaimana tersebut dalam sebuah hadis Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam:
Maksudnya: "Mencari yang HALAL adalah wajib atas setiap Muslim” (Hadis riwayat ad-Dailami).
Terdapat banyak ayat al-Qur’an yang memerintahkan manusia supaya memakan REZEKI yang HALAL dan baik, antaranya:
Allah Ta‘ala telah berfirman:
Tafsirnya: "Wahai manusia! Makanlah sebahagian dari makanan yang ada di bumi ini, yang HALAL dan baik, dan janganlah kamu turuti jejak langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh kamu yang nyata” (Surah al-Baqarah:168).
Firman-Nya lagi:
Tafsirnya: “Dan makanlah dari REZEKI yang diberi Allah kepada kamu, iaitu yang HALAL lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kepadanya sahaja kamu beriman” (Surah al-Mâidah:88).
Dengan memakan yang HALAL itu akan menambahkan cahaya pada hati serta melembutkannya. Selain itu, ia akan menimbulkan kegentaran dan kekhusukkan terhadap kebesaran Allah Ta‘ala, mencergaskan seluruh anggota badan untuk beribadat dan melakukan ketaatan, mengurangkan kecenderungan hati kepada dunia dan menambah ingatan terhadap Hari Akhirat. Semua sifat-sifat tersebut akan menjadi sebab utama diterima amal soleh dan terkabulnya doa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah berkata kepada Sa‘ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu:
Maksudnya: "Pilihlah makanan yang HALAL, nescaya doamu dikabulkan”.
Zaman sekarang tidak dinafikan manusia berlumba-lumba mencari REZEKI untuk menampung kehidupan. Pelbagai usaha di atur untuk mendapatkannya, malah sebilangan orang ada yang berani melampaui batas-batas syarak dalam mencari REZEKI daripada pekerjaan yang haram seperti mencuri, menipu, mengamalkan rasuah, memakan riba dan berjudi.
Risiko orang yang memakan harta yang diperolehi dengan cara yang haram telah diberi peringatan oleh Rasullullah Shallallahu
‘alaihi Wasallam sepertimana disebutkan dalam beberapa hadis Baginda, antaranya Baginda bersabda:
Maksudnya: "Tidak akan memasuki Syurga daging yang tumbuh daripada yang haram” (HR.al-Imam Ahmad).
Sabda Baginda lagi:
Maksudnya: "Setiap daging yang tumbuh daripada yang haram, maka api Neraka lebih utama menerimanya” (HR.at-Thabrani).
Sabda Baginda lagi:
Maksudnya: “Barangsiapa yang mengumpul harta daripada jalan yang tidak HALAL, kelak apabila dia bersedekah dengan harta tersebut tidak akan diterima sedekahnya, dan jika dia membelanjakannya tidak akan diberkati perbelanjaannya dan jika ditinggalkannya sebagai harta pesaka, akan menjadilah harta itu sebagai kayu api yang kekal membakarnya di dalam Neraka” (HR.al-Imam Ahmad).
Ibnu al-Mubarak Rahimahullahu Ta‘ala berkata: “Menolak satu dirham yang ada syubhah adalah lebih dicintai Allah Subhanahu Wa Ta‘ala daripada bersedekah dengan seratus ribu dirham, kemudian ditambah lagi dengan seratus ribu yang lain, seratus ribu yang lain, hingga ia kira enam ratus ribu dirham”.
Sebab-sebab dimurahkan REZEKI
Ada di antara kita yang merasa gelisah kerana tidak mendapat REZEKI yang mencukupi untuk keperluan hidup walhal dia telah berusaha dengan bersungguh-sungguh. Perlulah diingat bahawa Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang menganugerahkan REZEKI kepada mereka yang dikehendaki-Nya. Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: "Allah Maha Lembut tadbirNya (serta melimpah-limpah kebaikan dan belas kasihanNya) kepada hamba-hambaNya; Dia memberi REZEKI kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan yang telah ditetapkan), dan Dialah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa” (Surah asy-Syura:19).
Kita perlu sedar juga bahawa cukup atau tidak REZEKI yang kita terima itu bukanlah diukur dengan kuantitinya semata-mata, tetapi yang penting ialah keberkatannya. Tanpa keberkatan ini REZEKI yang banyak sekalipun manusia tidak akan merasa cukup dan puas.
Dalam Islam terdapat beberapa sebab yang boleh mendatangkan REZEKI yang luas jika kita mengamalkannya. Di antara sebab-sebab itu adalah seperti berikut:
1) BERTAKWA Kepada Allah Subhanahu Wa Ta‘ala
BERTAKWA kepada Allah Ta‘ala itu ialah dengan mentaati segala perintahNya, dan meninggalkan apa yang dilarangNya. Orang yang tidak mentaati Allah Subhanahu wa Ta‘ala iaitu mengingkari suruhan dan laranganNya, bererti orang itu tidaklah tergolong daripada orang-orang yang BERTAKWA.
Bagi orang-orang yang BERTAKWA ini, Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjanjikan kepada mereka limpahan REZEKI, malah Allah Subhanahu wa Ta‘ala mengurniakan kepada mereka jalan keluar daripada segala kesusahan. Ini jelas seperti Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: “Dan sesiapa yang BERTAKWA kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkan), (2) Serta memberinya REZEKI dari jalan yang tidak terlintas di hatinya” (Surah ath-Thalaq:2-3).
Ayat di atas menerangkan bahawa sesiapa yang BERTAKWA kepada Allah Ta‘ala dengan mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya, maka Allah jadikan urusannya ada jalan keluar dan REZEKI yang tidak terlintas dihatinya.
Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah melimpahkan keberkatanNya dari langit dan bumi kepada orang-orang yang beriman dan BERTAKWA sepertimana firmanNya:
Tafsirnya: “Dan (Tuhan berfirman lagi): Sekiranya penduduk negeri itu, beriman serta BERTAKWA, tentulah Kami akan membuka kepada mereka (pintu pengurniaan) yang melimpah-limpah berkatnya, dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (Rasul Kami), lalu Kami timpakan mereka dengan azab seksa disebabkan apa yang mereka telah usahakan” (Surah al-A‘raf:96).
Ayat di atas menerangkan tentang sebuah penduduk negeri yang tidak beriman apabila diutuskan kepada mereka seorang Rasul. mereka telah dijanjikan oleh Allah Ta‘ala keberkatan REZEKI kepada mereka dari langit dan bumi dari sumber hujan dan
tumbuh-tumbuhan jika mereka beriman dengan kedatangan Rasul itu, mempercayainya, mengikutinya dan BERTAKWA dengan membuat ketaatan dan meninggalkan perkara yang haram. Akan tetapi, mereka telah mendustakan Rasul itu maka Allah Ta‘ala menimpakan kepada mereka kebinasaan disebabkan keengganan mereka untuk beriman, BERTAKWA dan perlakuan dosa serta perkara haram yang mereka telah lakukan.
Maka jelaslah bertakwa kepada Allah Ta‘ala adalah di antara penyebab diperluaskan REZEKI.
2) BERTAUBAT Dan BERISTIGHFAR
BERTAUBAT ialah meninggalkan dosa kerana keburukkannya, merasa menyesal setelah melakukannya dan berazam untuk tidak
melakukannya. Jika berhubung-kait dengan hak orang lain, maka hendaklah disertai dengan memohon maaf kepada orang itu agar
diampunkan daripada dosa yang telah dilakukan terhadapnya dan mengembalikan hak orang yang telah dizaliminya.
BERTAUBAT dengan segera daripada segala maksiat hukumnya adalah wajib sebagaimana yang disepakati oleh para ulamak. Sama ada BERTAUBAT daripada dosa kecil mahupun dosa besar. Ketika BERTAUBAT ini, disunatkan BERISTIGHFAR kepada Allah Ta‘ala daripada setiap dosa yang dilakukan.
Jika dosa itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga, jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah iaitu:
1. Hendaknya menjauhi maksiat tersebut.
2. Menyesali perbuatan (maksiat)nya.
3. Berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
Jika taubat itu berkaitan dengan manusia maka syaratnya ada empat iaitu ketiga-tiga syarat di atas dan tambahan yang keempat iaitu:
1. Hendaknya menjauhi maksiat tersebut.
2. Menyesali perbuatan (maksiat)nya.
3. Berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
4. Hendaknya membebaskan diri dengan memenuhi hak orang tersebut. Jika berbentuk harta benda maka hendaklah dia mengembalikannya. Jika berupa Qisas maka hendaklah dia memberitahu dan memberi kesempatan untuk orang itu membalasnya dan meminta maaf kepadanya. Jika berupa ghibah (mengumpat) maka ia harus meminta maaf.
Dalam al-Qur’an ada disebutkan bahawa BERTAUBAT dan BERISTIGHFAR adalah di antara sebab diperluaskan REZEKI. Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: "Dan wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian BERTAUBATLAH kepadaNya; supaya Dia menurunkan hujan lebat kepada kamu serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada; dan janganlah kamu berpaling daripada seruanku dengan terus menerus melakukan dosa (yang mendatangkan kebinasan)” (Surah Hud:52).
Ayat ini menerangkan bahawa Nabi Hud ‘alaihissalam telah memerintahkan kaumnya iaitu kaum ‘Aad untuk BERISTIGHFAR dan
BERTAUBAT supaya dikurniakan hujan yang lebat dan diampunkan dosa yang telah lalu iaitu dosa menyekutukan Allah dan
menyembah berhala, kerana sesiapa yang BERTAUBAT dan BERISTIGHFAR maka akan dimurahkan Allah Ta‘ala REZEKINYA, dan dipermudahkan urusannya dan mendapat perlindungan daripadaNya jua dalam keadaan negeri yang kering kontang kerana
ditimpa kemarau, hujan memang menjadi sebesar-besar rahmat.
Begitu juga dengan memohon ampun kepada Allah Ta‘ala akan mendapat REZEKI sepertimana disebutkan dalam al-Qur’an. Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: "Sehingga aku (Nabi Nuh) berkata (kepada mereka): “Pohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. (10) (Sekiranya kamu berbuat demikian), Dia akan menghantarkan hujan lebat mencurah-curah, kepada kamu; (11) Dan Dia akan memberi kepada kamu dengan banyaknya harta kekayaan serta anak–pinak; dan Dia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai (yang mengalir di dalamnya)” (Surah Nuh:10-12).
Tersebut di dalam Tafsir al-Qurthubi satu riwayat bahawa beberapa orang lelaki pernah datang mengadu kepada al-Hasan al-
Bashri Rahimahullah, seorang dari kalangan tabi‘en mengenai masalah mereka; ada yang mengadu masalah kemarau, ada yang
mengadu tentang kefakiran, ada yang mengadu ingin dikurniakan anak dan ada yang mengadu kebunnya kering. Hasan menyuruh
mereka semua supaya BERISTIGHFAR kepada Allah. Lalu apabila ditanya kepada beliau (al-Hasan al-Bashri Rahimahullah) kenapa perlu BERISTIGHFAR? Hasan al-Bashri Rahimahullah pun menjawab: "Sesungguhnya itu adalah firman Allah Ta‘ala dalam Surah Nuh”.
Maka jelaslah bahawa firman Allah Ta‘ala dalam Surah Nuh dan Surah Hud adalah sebagai dalil yang nyata bahawa mengamalkan ISTIGHFAR itu adalah di antara sebab dilimpahkan REZEKI seperti hujan.
Tambahan lagi Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah bersabda, bahawa sesiapa yang selalu BERISTIGHFAR maka dilimpahkan oleh Allah Ta‘ala REZEKI yang tidak terlintas dihatinya. Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahawa
Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
Maksudnya: “Barangsiapa yang selalu mengamalkan ISTIGHFAR, Allah jadikan baginya bagi setiap kesempitan jalan keluar dan bagi setiap kesusahan itu kelapangan dan memberikannya REZEKI yang tidak terlintas di hatinya” (HR.Abu Daud).
3) BERTAWAKKAL
TAWAKKAL ialah berserah diri kepada Allah Ta‘ala dan berpegang teguh kepadaNya dalam semua perkara-perkara yang wajib. Perintah BERTAWAKKAL ada disebutkan dalam al-Qur‘an sepertimana firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: "Kepada Allah sahajalah hendaknya orang-orang yang beriman itu BERTAWAKKAL” (Surah Ali-‘Imran:122).
Perkara BERTAWAKKAL sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur‘an dan hadis Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah di antara sebab diperluaskan REZEKI. Firman Allah Ta‘ala:
Tafsirnya: “Dan (ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukuplah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya. Allah telah pun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu” (Surah ath-Thalaq:3).
Dalam hadis disebutkan, Sayyidina ‘Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘Anhu berkata bahawa Rasullullah Shallallahu ‘alaihi
Wasallam bersabda:
Maksudnya: “Jika sesungguhnya kamu BERTAWAKKAL kepada Allah Ta‘ala dengan sebenar-benar TAWAKKAL, maka akan diberikan REZEKI kepada kamu sepertimana REZEKI yang diberikan kepada seekor burung yang menjamu makanan di awal pagi ketika sedang lapar dan kembali setelah perut penuh (iaitu sesudah merasa kenyang)” (HR.at-Tirmidzi).
Hadis di atas menerangkan bahawa jika seseorang itu benar-benar BERTAWAKKAL kepada Allah Ta‘ala dengan keyakinan bahawa Allah Ta‘ala yang melakukan semua itu dan tiada yang memberi REZEKI melainkan Allah Ta‘ala jua dan tiada yang berkuasa menghalang melainkan Allah Ta‘ala jua di samping berusaha bersungguh-sungguh dengan BERTAWAKKAL, nescaya akan dilimpahkan REZEKI sepertimana REZEKI yang dilimpahkan kepada burung.
4) Menghubungkan SILATURRAHIM
Menghubungkan SILATURRAHIM juga adalah di antara sebab-sebab dimurahkan REZEKI. Dalil mengenai perkara itu banyak disebutkan dalam hadis-hadis Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, antaranya ialah hadis yang diriwayatkan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahawa sesungguhnya Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
Maksudnya: “Barangsiapa yang suka dimurahkan REZEKINYA dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia mengeratkan hubungan kekeluargaannya (SILATURRAHIMNYA)” (HR.Muslim).
Maka hadis di atas menerangkan bahawa menghubungkan SILATURRAHIM itu memberikan natijah (kesudahan) yang baik seperti diperluaskan REZEKI dan dipanjangkan usia.
Ulamak bersepakat mengatakan bahawa mengeratkan SILATURRAHIM sesama saudara hukumnya adalah wajib. Kewajipan mengeratkan SILATURRAHIM itu juga disandarkan dengan rasa keimanan kepada Allah Ta‘ala sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasullullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, Baginda bersabda:
Maksudnya: “Dan siapa yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat maka hendaklah dia mengeratkan hubungan kekeluargaannya (SILATURRAHIMNYA)” (HR.Bukhari).
Sementara hukum memutuskan SILATURRAHIM pula adalah haram dan dikira sebagai melakukan maksiat besar dan mendapat laknat daripada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, sebagaimana firmanNya:
Maksudnya: “(Kalau kamu tidak mematuhi perintah) maka tidakkah kamu harus dibimbang dan dikhuatirkan jika-kamu dapat memegang kuasa-kamu akan melakukan kerosakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan SILATURRAHIM dengan kaum kerabat? (Orang-orang yang melakukan perkara-perkara yang tersebut) merekalah yang dilaknat oleh Allah serta ditulikan pendengaran mereka, dan dibutakan penglihatannya” (Surah Muhammad:22-23).
Manakala akibat orang yang memutuskan SILATURRAHIM pula, tidak akan masuk Syurga, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam:
Maksudnya: "Tidak masuk Syurga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan” (HR.Muslim).
Antara cara untuk mengeratkan hubungan SILATURRAHIM ialah dengan memberi harta, memberi bantuan dan pertolongan dalam menyampaikan hajat, menolak kemudharatan, memberi keceriaan muka atau keramahan, mendoakan, memenuhi dengan apa yang termampu daripada perkara kebajikan dan menolak apa yang termampu daripada keburukan.
Sementara bagi mereka yang jauh bolehlah juga berhubung dan berkirim salam dengan berutus surat, akan tetapi jika mampu adalah afdhal untuk menziarahi mereka.
Dalam kitab Bujairimi ‘Ala al-Khathib disebutkan bahawa mengeratkan SILATURRAHIM adalah di antara sebab-sebab mendapat REZEKI yang berkat dan dipanjangkan umur.
Penutup
Sebagai kesimpulan tidak diragukan lagi bahawa apa yang diterangkan dalam al-Qur’an dan hadis bahawa:
1. BERTAKWA kepada Allah Ta‘ala
2. BERTAWAKKAL
3. BERISTIGHFAR dan memohon ampun (BERTAUBAT) kepadaNya
4. Menghubungkan SILATURRAHIM
adalah di antara penyebab seseorang hamba itu dikurniakan limpahan REZEKI dan keberkatannya. Maka sayugialah kita berusaha untuk beriltizam dengan perkara-perkara ini, kerana selain ia penyebab atau faktor yang boleh mempeluaskan REZEKI, amalan-amalan itu juga adalah amalan yang dituntut dan disukai Allah Ta‘ala.
RENUNGAN: PERIHAL REZEKI
Padahal awal2 lagi dalam "Kitab Umum-Jilid 9, Bab REZEKI, JODOH & AJAL (PERKARA YANG EMPAT), m/s.4" ada mengatakan seperti dibawah:
REZEKI
Adapun REZEKI itu terbahagi kepada empat perkara, iaitu:
1. REZEKI SYAITAN
Yakni mereka yang mendapat REZEKI dengan secara maksiat seperti mencuri, menipu, menyamun dan segala cara-cara REZEKI yang tidak HALAL pada Hukum Islam, tetapi dia hidup dengan REZEKI itu. Pendek kata segala apa jua REZEKI yang didapati seseorang sepertimana cara SYAITAN mendapatkan REZEKINYA atau kerana ada ilmunya meminta pertolongan daripada SYAITAN supaya dia hidup dengan REZEKI yang banyak, maka itulah dinamakan REZEKI SYAITAN.
2. REZEKI JIN
Adapun REZEKI JIN itu kerana ada ilmunya meminta pertolongan daripada JIN supaya dia hidup dengan REZEKI yang mewah. Setengah-setengahnya minta pertolongan daripada pawang-pawang yang menyimpan JIN supaya hidupnya laris. Pendek kata segala apa jua REZEKI adalah bergantung kepada JIN-JIN yang ghaib, maka itulah dinamakan REZEKI JIN.
3. REZEKI MALAIKAT
Yang dikatakan REZEKI MALAIKAT itu dia Sembahyang Hajat, kemudian bermohon kepada MALAIKAT dan dia berdoa melalui MALAIKAT, misalnya dia bermohon kepada MALAIKAT MIKAIL yang memegang REZEKI. Pendek kata, siapa yang memohon daripada MALAIKAT, maka REZEKINYA dinamakan REZEKI MALAIKAT.
4. REZEKI ALLAH
Makan REZEKI ALLAH itu yang datang dari ALLAH menurut apa yang tertulis di dalam Loh Mahfuz. Bagi mendapatkan REZEKI ALLAH ini, seseorang itu hendaklah rajin dalam usahanya, hendaklah bekerja kuat dan tidak boleh berpeluk tubuh. REZEKI secara ini sebahagian daripadanya datang melalui otak fikiran manusia, ada sebahagian yang datang melalui suara manusia dan ada juga sebahagian yang lain yang mendatang melalui kaki tangan manusia, masing-masing dengan cara-caranya sendiri.
Adapun, REZEKI SYAITAN adalah REZEKI yang HARAM..
REZEKI JIN adalah REZEKI yang ada HALAL & ada HARAM..
REZEKI MALAIKAT adalah REZEKI yang HALAL..
REZEKI ALLAH adalah REZEKI yang HALAL lagi berkat..
Renungkanlah dari cabang mana satu datangnya REZEKIMU itu ?????
Tuesday, 4 January 2011
JIN
by Ratu Intan Seribu Tahun on Wednesday, 01 September 2010 at 18:57
'Jin'ﻦﻲﺟ (jinnie)@(genie) merupakan sejenis makhluk halus yang dicipta dari api. Jin berbeza dengan malaikat. Malaikat semuanya beriman, sedangkan jin ada yang beriman dan ada yang kafir dan seperti manusia. Sebahagian jin ada yang taat kepada Allah dan sebahagian yang ingkar dengan perintah Allah. Begitu juga dengan kewajipan jin seperti juga dengan manusia.
Jin dan manusia memiliki kewajipan menyembah Allah.Rujukan :
- Surah al-Dzariyat : ayat 56
- Surah al-an'am : ayat 130
Di antara jin ada yang mendengar al-Quran yang dibaca oleh Nabi Muhammad s.a.w. kemudian mereka menyampaikan apa yang didengarkan kepada kaumnya. Sebahagian kamunya itu ada yang percaya dengan apa yang disampaikan oleh kawannya itu. Sedangkan sebahagian yang lain tidak mempercayainya. Mereka yang percaya akan memperoleh pahala, sedangkan yang tidak percaya dan menginkarinya akan diseksa di neraka kelak.Rujukan :
- Surah al-a'raf : ayat 179
Isi kandungan
[sorok]
- 1 Hakikat jin
- 2 Kewujudan jin
- 3 Jenis-jenis jin
- 3.1 Jin yang menggangu anak kecil
- 4 Perihal jin
- 4.1 Makanan jin
[sunting]Hakikat jin
Jin merupakan makhluk halus yang boleh berubah bentuk.Rujukan:
- Sebahagian ulama menyifatkan jin sebagai :
Perkataan disebut jin kerana ijtinan iaitu tertutup dari perlihatan manusia sepertimana keadaan perasaan hati (jinan) pada manusia. Makhluk ini tidak boleh dilihat oleh manusia kecuali kepada orang yang mempunyai ilmu kasyaf.Rujukan
- Surah ar-rahman : ayat 15
- Surah al-a'raf : ayat 27
Mereka menjadi sebahagian penghuni di bumi bersama-sama dengan manusia.
- Istilah:
- Kata Tunggal : jinni
- Jamak : jannun / jinnatun
- Surah al-baqarah : ayat 275
Sungguhpun begitu, ada sesetengah orang sering sekali berkerjasama dengan jin dalam hal pembuatan azimat ataupun mantera-mantera walaupun bertentangan dengan keimanan dan menjurus kepada kemusyrikan.
[sunting]Kewujudan jin
Allah telah menciptakan jin terlebih dahulu sebelum menciptakan Adam dan merupakan penghuni pertama ke atas muka bumi.Rujukan
- Surah al-hijr : ayat 27
Namun begitu, mereka sering melakukan kerosakan dan kejahatan di muka bumi.
[sunting]Jenis-jenis jin
Jin terbahagi kepada 2 bahagian :
- Jin Rahmani :
- Merupakan jin muslim
- Terbahagi kepada beberapa bahagian, kelompok, mazhab dan golongan-golongan yang berbeza-beza.
- Jin Syaitani :
- Merupakan bangsa jin yang bersifat jahat atau fasiq
- Riwayat al- Baihaqi daripada Tsa'labah al-Khasyani, sabda Rasulullah s.a.w :
Terdapat bangsa jin yang mempunyai kekuatan serta kecerdikan yang dikenali sebagai ifrit. Ini sepertimana diterangkan dalam al-Quran:Rujukan
- Surah an-naml : ayat 39
Selain itu, jin yang bernama al-Ghilan mampu berubah berbagai rupa bentuk.Rujukan
- Riwayat Ahmad, sabda Rasulullah s.a.w :
Mukhabbilat al-jin merupakan bangsa jin yang gila dan sering menyakiti serta mengggangu manusia dan mencelakanya. Manakala jin al-Hinnu adalah kalangan bangsa jin yang lemah.Rujukan
- Riwayat Ibnu Abbas r.a :
Begitu juga, beberapa jenis jin yang lain iaitu berupakan haiwan lain seperti kucing dan ular.Rujukan
- Riwayat at-Tirmidzi dan an-Nasa'i dari Abu Sa'id al-khudri, sabda Rasulullah s.a.w :
[sunting]Jin yang menggangu anak kecil
Terdapat jin yang sering menggangu anak kecil yang baru lahir iaitu dikenali sebagai Ummish Shibyan.Rujukan
- Riwayat Saidina Hussain r.a dari Ali Kamamallahu Wajhahu, sabda Nabi Muhammad s.a.w:
- Riwayat Abi Rafi':
[sunting]Perihal jin
[sunting]Makanan jin
Jin juga memerlukan makanan seperti juga manusia untuk memberi tenaga dan lain-lain lagi. Bahan makanannya adalah daripada api seperti wap-wap atau bau-bauan. Orang yang mengkadamkan jin sentiasa menyediakan pembakaran kemenyan untuk berhubung dengan jin. Selain itu, makanan jin juga berupa tulang-tulang dan najis binatang.Rujukan
- Riwayat at-Tirmidzi, sabda Rasulullah s.a.w:
Najis-najis binatang digunakan untuk dijadikan bahan makanan kepada ternakan mereka.Rujukan
Kategori: Makhluk halus
- Laman ini diubah buat kali terakhir pada 05:21, 29 Julai 2010.
TAZKIRAH (BENARKAH SYAITAN DIIKAT PADA BULAN RAMADHAN)
Kita sering mendengar penceramah-penceramah mengutarakan tentang hadis nabi yang menyebut tentang syaitan diikat dan dibelenggu pada bulan Ramadhan. Kadang-kadang timbul kekeliruan terutama bagi orang awam, sekiranya syaitan diikat pada bulan Ramadhan, kenapa pada bulan Ramadhan masih ada orang yang dirasuki Syaitan? Penulis akan cuba merungkaikan persoalan ini mengikut pandangan ulama'-ulama' yang muktabar.
Hadis yang dimaksudkan adalah hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Sabda Rasulullah s.a.w. : "Apabila datangnya bulan Ramadhan maka dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan". Sebahagian ulama' berpandangan bahawa yang dimaksudkan dengan pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup adalah majaz iaitu suatu bahasa kiasan tentang betapa besar dan banyaknya rahmat dan keampunan Allah s.w.t. terhadap hambanya pada bulan Ramadhan . Seolah-olah hamba yang merebut peluang keemasan ini dengan memperbanyakkan amal kebajikan telah sedia memasuki Syurga. Manakala mereka berpuasa dengan mengengkang nafsu syahawat dan meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan telah dapat menghindarkan diri daripada api neraka. Hal ini digambarkan dengan ungkapan pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup. Walaupun pada hakikatnya belum sampai masanya mereka memasuki syurga kerana syurga dan neraka ini adalah pembalasan terhadap hamba-hamba pada hari Akhirat. Sebahagian ulama' pula berpegang dengan zahir nas dengan mengatakan memang pada hakikatnya pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup pada bulan Ramadhan. Pada pandangan penulis kedua-dua pandangan ini adalah benar dan ada asasnya dan tiada halangan untuk mengabungkan kedua-dua pandangan ini.
Berbalik kepada persoalan syaitan dibelenggu pada bulan Ramadhan, sebenarnya ulama'-ulama' islam telah memberi beberapa pandangan. Sebahagian ulama' berpegang dengan zahir nas dengan mengatakan memang pada hakikatnya syaitan dibelenggu. Mereka mengambil sikap berdiam diri (tawaquf) terhadap persoalan berlakunya kerasukan syaitan pada bulan Ramadhan. Sebahagian ulama' pula mentakwilkan ungkapan syaitan dibelenggu dengan makna majaz iaitu bahasa kiasan bukannya hakikat. Ia mengambarkan kesulitan syaitan untuk mengoda dan menganggu anak adam dalam keadaan mereka berpuasa seolah-olah syaitan dibelenggu pada bulan tersebut. Hal ini dapat difahami melalui hadis nabi "Sesungguhnya syaitan berjalan di dalam tubuh anak adam seperti darah mengalir, maka sempitkanlah aliran tersebut dengan berlapar (puasa).
Pandangan ketiga mengatakan bahawa memang benar syaitan dibelenggu, namun bukan semuanya. Syaitan yang kuat-kuat sahaja yang dibelenggu dikalangan ketua-ketua mereka. Ini berdasarkan riwayat yang lain yang menggunakan lafaz "maradatul Syayatin" atau "maradatul Jin" yang bermaksud syaitan-syaitan yang kuat . Pandangan ini telah dipersetujui oleh Syeikh Wahid Abdul Salam Bali dalam kitabnya "Wiqayatul Insan Minal Jin Wassyayatin". Penulis lebih cenderung kepada pendapat ini. Pendapat ini sekaligus menjawab persoalan berlakunya kerasukan syaitan didalam bulan Ramadhan dimana syaitan-syaitan yang merasuk tersebut adalah syaitan-syaitan kecil.
Pada pengalaman penulis, penulis pernah merawat orang yang dirasuki syaitan di dalam bulan ramadhan sehingga berlakunya dialog diantara penulis dan syaitan yang merasuk melalui perantaraan lidah pesakit. Didalam dialog tersebut penulis telah bertanyakan tentang syaitan dibelenggu dan ternyata syaitan yang merasuk tubuh persakit mengakui ketua-ketua mereka ada yang dibelenggu. Wallahu a'alam...
(Artikel penulis ini telah diterbitkan dalam Buletin Surau Ibnu Sina, Pusat Perubatan UKM, keluaran ke-28 pada Jumaat 13 Ogos 2010 )
Hadis yang dimaksudkan adalah hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Sabda Rasulullah s.a.w. : "Apabila datangnya bulan Ramadhan maka dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan". Sebahagian ulama' berpandangan bahawa yang dimaksudkan dengan pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup adalah majaz iaitu suatu bahasa kiasan tentang betapa besar dan banyaknya rahmat dan keampunan Allah s.w.t. terhadap hambanya pada bulan Ramadhan . Seolah-olah hamba yang merebut peluang keemasan ini dengan memperbanyakkan amal kebajikan telah sedia memasuki Syurga. Manakala mereka berpuasa dengan mengengkang nafsu syahawat dan meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan telah dapat menghindarkan diri daripada api neraka. Hal ini digambarkan dengan ungkapan pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup. Walaupun pada hakikatnya belum sampai masanya mereka memasuki syurga kerana syurga dan neraka ini adalah pembalasan terhadap hamba-hamba pada hari Akhirat. Sebahagian ulama' pula berpegang dengan zahir nas dengan mengatakan memang pada hakikatnya pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup pada bulan Ramadhan. Pada pandangan penulis kedua-dua pandangan ini adalah benar dan ada asasnya dan tiada halangan untuk mengabungkan kedua-dua pandangan ini.
Berbalik kepada persoalan syaitan dibelenggu pada bulan Ramadhan, sebenarnya ulama'-ulama' islam telah memberi beberapa pandangan. Sebahagian ulama' berpegang dengan zahir nas dengan mengatakan memang pada hakikatnya syaitan dibelenggu. Mereka mengambil sikap berdiam diri (tawaquf) terhadap persoalan berlakunya kerasukan syaitan pada bulan Ramadhan. Sebahagian ulama' pula mentakwilkan ungkapan syaitan dibelenggu dengan makna majaz iaitu bahasa kiasan bukannya hakikat. Ia mengambarkan kesulitan syaitan untuk mengoda dan menganggu anak adam dalam keadaan mereka berpuasa seolah-olah syaitan dibelenggu pada bulan tersebut. Hal ini dapat difahami melalui hadis nabi "Sesungguhnya syaitan berjalan di dalam tubuh anak adam seperti darah mengalir, maka sempitkanlah aliran tersebut dengan berlapar (puasa).
Pandangan ketiga mengatakan bahawa memang benar syaitan dibelenggu, namun bukan semuanya. Syaitan yang kuat-kuat sahaja yang dibelenggu dikalangan ketua-ketua mereka. Ini berdasarkan riwayat yang lain yang menggunakan lafaz "maradatul Syayatin" atau "maradatul Jin" yang bermaksud syaitan-syaitan yang kuat . Pandangan ini telah dipersetujui oleh Syeikh Wahid Abdul Salam Bali dalam kitabnya "Wiqayatul Insan Minal Jin Wassyayatin". Penulis lebih cenderung kepada pendapat ini. Pendapat ini sekaligus menjawab persoalan berlakunya kerasukan syaitan didalam bulan Ramadhan dimana syaitan-syaitan yang merasuk tersebut adalah syaitan-syaitan kecil.
Pada pengalaman penulis, penulis pernah merawat orang yang dirasuki syaitan di dalam bulan ramadhan sehingga berlakunya dialog diantara penulis dan syaitan yang merasuk melalui perantaraan lidah pesakit. Didalam dialog tersebut penulis telah bertanyakan tentang syaitan dibelenggu dan ternyata syaitan yang merasuk tubuh persakit mengakui ketua-ketua mereka ada yang dibelenggu. Wallahu a'alam...
(Artikel penulis ini telah diterbitkan dalam Buletin Surau Ibnu Sina, Pusat Perubatan UKM, keluaran ke-28 pada Jumaat 13 Ogos 2010 )
Subscribe to:
Posts (Atom)