Pages

There was an error in this gadget

Wednesday, 12 October 2011

PRESIDEN SBY BERJIHAD MELAWAN PARA KORUPTORSAURUS BERSAMA JARINGAN MEREKA


PRESIDEN SBY BERJIHAD MELAWAN PARA KORUPTORSAURUS BERSAMA JARINGAN MEREKA

by Syarif Hidayat on Thursday, 20 January 2011 at 08:49
PRESIDEN SBY BERJIHAD MELAWAN PARA KORUPTORSAURUS BERSAMA JARINGAN MEREKA 

Oleh Syarif Hidayat

       Presiden SBY pernah menegaskan bahwa dia akan berada di posisi paling depan memimpin seluruh jajaran penegak hukumnya bersama seluruh komponen bangsa dalam berjihad memberantas KORUPSI.
      Sampai saat ini seluruh rakyat masih sedang menunggu hasil dari peleksanaan penegasan Presiden dalam rangka memberantas wabah Budaya KORUPSI yang melanda para pejabat Negara baik yang duduk di Eksekutif, Yudikatif maupun Legislatif tersebut.
      Presiden SBY menyesalkan tingkah laku dan perbuatan sebagian aparat penegak hukum baik dari Kepolisian, Kejaksaan maupun Kehakiman yang seharusnya berada di garis paling depan dalam memberantas KORUPSI, Mafia Pajak dan Mafia Hukum, tetapi malah mereka sendiri yang terlibat dalam kegiatan kegiatan yang merugikan bangsa dan Negara tersebut.
      Presiden mengajak seluruh jajaran aparatnya dalam memberantas Budaya KORUPSI ini dengan ungkapan klasik: “untuk membersihkan lantai yang kotor mari kita gunakan sapu yang bersih.”
      Sebuah pribahasa Jerman mengatakan: Taten statt Wörter! or Taten sagen mehr als Wörter. or Lass Wörtern Taten folgen! or Lass Taten sprechen!” - Artinya: Tindakan bukannya kata kata atau Tindakan berbicara lebih keras daripada kata kata (Terjemahan leterlijk: Tindakan berbicara lebih banyak daripada kata kata) atau Biarkan kata kata menghasilkan tindakan atau Biarkan tindakan berbicara. Maknanya:Laksanakan/kerjakan apa yang kamu dakwahkan!

Serius atau hanya dagelan?  

       Pemberantasan KORUPSI di Indonesia saat ini dilakukan secara SERIUS? atau Hanya merupakan DAGELAN KUALITAS RENDAH DENGAN PARA PEMAINNYA YANG DIBAYAR MAHAL, untuk membohongi rakyat tentang upaya pemberantasan penyakit mental dan moral para pejabat Negara tersebut?
       Sampai saat ini belum ditemukan jawaban yang pasti, namun kegiatan yang BUSUK itu akhirnya mulai banyak yang tercium juga oleh masyarakat luas dan semakin banyak terungkap antara lain melalui pengungkapan oleh para ‘whistle blowers.’
       Ungkapan klasik mengatakan: walaupun ditutu- tutupi serapih apapun juga, kebusukan itu akhirnya akan tercium juga.” Justru kalau ditutup-tutupi yang busuk itu akan semakin busuk dan menyebarkan bau busuk kemana mana!  
       Sementara itu pribahasa Jerman mengatakan: “: "Lügen haben kurze Beine." Arti letterlijk:“Kebohongan punya kaki pendek.” Ekuivalen: “Kebohongan itu tidak bisa bepergian jauh, karena kakinya pendek.” Maknanya:”Semua kebohongan itu tidak akan pergi jauh, tetapi akan terus berputar di situ situ saja dan kembali menghantui si pembohongnya.”
       Para aktor DAGELAN tersebut harus dibayar mahal dengan kerugian Negara ratusan miliar bahkan triliunan rupiah. Karena ini uang Negara berarti juga uang rakyat.
      Pertarungan antara kepintaran para Gembong KORUPTOR bersama jaringannya yakti para BADUT Penegak Hukum, Mafia Hukum dan Markus (Koruptorsaurus) versus Kebodohan Para ELIT Penegak Hukum. Nampaknya para KORUPTORSAURUS sampai saat ini yang masih menjadi pemenangnya. Mereka berada di atas angin.
      Beberapa indikasi menunjukkan para Gembong KORUPTOR (para PAUS-KORUPTORSAURUS) bersama jaringan mereka (para Badut Penegak Hukum) lebih kuat dan menguasai medan untuk mengatur dan mempermainkan hukum, dibanding kekuasaan dan upaya Presiden SBY bersama jajaran para ELIT Penegak Hukumnya di seluruh Indonesia untuk menegakkan hukum dalam rangka memberantas Budaya KORUPSI dan membela keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Indikasi kepintaran para Badut Penagak Hukum tersebut antara lain:
  1. Karena kepintaran para Badut Penegak Hukum, Gayus Tambunnan tidak hanya bisa keluar dari Rutan POLRI Mangga Dua untuk melibur ke Bali, tetapi ternyata bisa keluar rutan setiap minggu dan terakhir terungkap juga dia bisa jalan jalan ke luar negeri yakni ke Makao, Kuala Lumpur dan Singapura. Gayus mengaku kepada Polisi bahwa dia menggunakan paspor atas nama Sony Laksono.
  2. Padahal Gayus dikatakan hanya sebagai KORUPTOR Kelas Teri atau Teri-Koruptorsaurus, tapi bisa bebas keluar masuk tahanan dengan membayar ratusan juta rupiah. Apalagi kalau KORUPTOR Kelas Kakap alias Paus-Koruptorsaurus, mungkin bisa lebih bebas lagi keluar masuk tahanan dan penjara.
  3. Para ELIT Penegak Hukum nampaknya kesulitan melacak siapa yang mengeluarkan paspor atas nama Sony Laksono dengan bayaran 100 ribu dolar AS (sekitar Satu miliar rupiah) yang digunakan Gayus tersebut. Padahal menurut ahli telematika, itu sangat mudah. Dari nomor paspor saja bisa dilacak di komputer siapa pejabat imigrasi yang mengeluarkan paspor tersebut.
  4. Gayus mengungkapkan kejutan baru yakni tentang adanya dugaan keterlibatan Agen CIA yang bernama John Jeroma Grice dalam perkorupsian di Indonesia. Usai sidang vonis, Gayus Tambunan kembali memberikan pernyataan mencengangkan. John Jerome Grice yang sebelumnya disebut sebagai otak pemalsuan paspor, disebut Gayus sebagai agen CIA. Namun pernyataan Gayus tersebut dinilai POLRI hanya sebagai bahan untuk mengecoh masyarakat dari kasusnya yang lain yang tengah diperiksa Polri.
  5. Gayus setelah divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menurut Metro TV juga mengungkapkan dugaan keterlibatan dua pejabat tinggi POLRI, Brigjen Raja Erizman dan Brigjen Edmund Ilyas, pejabat tinggi Kejaksaan Agung, Cyrus Sinaga dan Direktur serta Dirjen Pajak dalam markus pajak yang sampai saat ini belum diselidiki secara serius.
  6. Uang Gayus yang diberitakan mencapai sekitar Rp102 miliar itu dalam vonisnya tidak disebut sebut apakah disita oleh negara atau tidak.
  7. Rekening bank para tahanan atau napi nampaknya tidak diblokir sehingga mereka masih bisa menggunakan kekuatan uang mereka untuk mengalang kerjasama dengan para Badut Penegak Hukum untuk mendapatkan kebebasan keluar masuk rutan atau penjara.
  8. Uang hasil hasil KORUPSI para KORUPTORSAURUS yang bermilar miliar atau bahkan triliunan rupiah itu yang disimpan di safe deposit atau rumah mereka tidak disita sehingga mereka bisa dengan mudah membayar para Badut Penegak Hukum agar bisa keluar masuk tahanan/penjara secara bebas dan bisa membeli pelayanan mewah di kamar penjara mereka.
  9. Terjadi pengalihan perhatian dari upaya penyelesaian kasus markus pajak yang diduga melibatkan beberapa pejabat tinggi penegak hukum dan Ditjen Pajak itu, ke konflik antara Gayus dan Satgas Mafia Hukum yang nampaknya menjadi konsumsi politik.
  10. Sekitar 151 perusahaan, tiga diantaranya merupakan perusahaan besar milik  Bakrie Grup, yang pernah menggunakan jasa Markus Gayus untuk menegosiasi kewajiban pajak mereka, sampai saat ini belum ditangani secara tuntas oleh para aparat penegak hukum.
  11. Kasus Artalita Suryani (Ayin), si Ratu suap yang dipenjara di Rutan Pndok Bambu mendapatkan sel mewah. Karena terbongkar akhirnya dipindah ke rutan Tanggerang.
  12. Kasus suap pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI yang melibatkan sekitar 25 anggota DPR sebagian besar dari PDI-P dan Golkar itu sampai saat ini belum ditangani secara tuntas.
  13. Para Paus-Koruptorsaurus yang terlibat dalam kasus penyelewengan dana BLBI yang merugikan negara sekitar 600 triliun rupiah itu sampai saat ini masih menikmati hidup aman dan nyaman di tempat persembunyian mereka sebagian besar di Singapura, tidak tersentuh hukum.
  14. Adanya pidana rekayasa yang mengorbankan orang lemah untuk membela orang kuat baik secara politik maupun karena kekuatan uang atau orang yang menjadi musuh kepentingan politik kelompok tertentu.
     Penjelasan Gayus kepada pers setelah divonis juga mengungkapkan hal baru dalam masalah perkorupsian di Indonesia yakni disamping adanya pertarungan antara para pendekar hukum melawan para Koruptorsaurus bersama jaringannya, terdapat pula pertarungan antara para ‘whistle blowers’ (Gayus Tambunan dan Susno Duaji) melawan para Paus-Koruptorsaurus.

Hilangnya rasa malu

     Prilaku Korup yang sering kali dilakukan oleh sebagian para pejabat di negeri ini bak jamur di musim hujan. Kita tentu masih ingat gebrakan gebrakan yang dilakukan oleh KPK untuk mengurai benang kusut korupsi beberapa waktu lalu. Korupsi dilakukan bukan hanya secara perindividu malah ada yang dilakukan secara berjamaah.
     Salah satu penyebab mengapa budaya korupsi begitu mengakar di lembaga-lembaga kekuasaan di negeri ini boleh jadi diantaranya disebabkan karena hilangnya rasa malu dan rendahnya tingkat keimanan yang mengakibatkan rendahnya moral pada diri sebagian elit penguasa di negeri ini.
      Sebenarnya dengan mengkorupsi uang rakyat mereka menekan hati nuraninya sendiri yang jelas-jelas berontak dan tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan.

      Malu seharusnya mempunya arti luas bagi para pejabat negara, seperti malu jika pernah menjabat tak mampu mewujudkan janji pada rakyta, malu jika setelah menjabat berbuat KKN, malu jika malas ngantor untuk mengurus rakyat, malu jika melihat rakyat meminta-minta di jalan raya sementara mereka bergelimang harta dan kemewahan. Itulah sebabnya budaya malu ini perlu terus ditanamkan pada diri pejabat agar segala tindak tanduk mereka positif dan mempunyai arti bagi rakyat yang akhirnya pasti mendatang dukungan rakyat.
     Sebagai abdi masyarakat sejatinya semua pejabat public adalah pelayan rakyat tak peduli apapun status social yang di sandang rakyat., jadi jika hal ini di pahami sepenuhnya oleh para elit, tidak ada lagi istilah untuk dilayani dan menjadi raja kecil di setiap tempat pelayanan public sehingga masyarakat benar-benar merasakan manisnya pelayanan dari aparatur kita.
     Rasa malu pada hakekatnya juga  tidak terlepas dari kriteria adat istiadat, kebiasaan dan budi luhur yang dimiliki oleh bangsa berbudaya. Sebagai bukti adalah adat kebiasaan orang Jepang yang lebih baik melakukan “hara-kiri” (bunuh diri khas Jepang, dengan menggunakan pedang untuk menusuk dan mengoyak perutnya) dari pada harus menanggung malu.
     Pada September 2008 menteri pertanian Jepang mengundurkan diri akibat permasalahan beras yang tercemar pestisida dan jamur. Masih pada tahun yang sama,  menteri transportasinya juga mundur akibat serangkaian pernyataannya yang membuat gusar berbagai pihak. Di negara lain yang dengan sistim demokrasi sudah mapan, juga sering terjadi kasus pengunduran diri pejabat Negara atau bunuh diri dengan loncat dari gedung bertingkat karena merasa malu seperti yang terjadi di Korea Selatan.

Malu Adalah Sebagian Dari Iman

     Nabi Muhammad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Malu merupakan bagian dari iman dan iman itu di surga sedangkan badza' (ucapan cabul) itu merupakan bagian dari jafa' (tabi'at kasar) dan jafa' (tabi'at kasar) itu di neraka." (HR. at-Turmudzi, Hasan Shahih)
     Nabi Muhammad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah malu." (HR. Malik dan Ibn Majah). Saking pentingnya sifat malu dan tingginya kedudukannya, maka ia merupakan karakteristik Agama Islam dan juga semua agama terdahulu. Ia merupakan salah satu dari sekian syari'at-syari'at terdahulu yang tidak dihapus. Dan cukuplah untuk menunjukkan betapa kedudukan malu sangat tinggi, penilaian bahwa ia merupakan sebagian dari iman dan jalan menuju surga.

     Definisi malu: Para ulama mendefinisikan malu secara bahasa yakni perubahan dan kekalahan diri yang dialami manusia akibat rasa takut dicela. (Fath al-Bari, I:56)
     Sedangkan definisi malu secara istilah syari'at adalah sifat yang mendorong diri menghindari hal yang buruk dan mencegah ketidak-optimalan dalam memberikan hak kepada pemiliknya. Oleh karena itu, dalam hadits dikatakan, "Malu itu semuanya baik." (Fat-h al-Bari, I:56)
    Malu merupakan tanda kebaikan dan salah satu dari cabang iman sebagaimana sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam"Iman itu memiliki tujuh puluh tiga-an (tujuh puluh tiga hingga tujuh puluh sembilan) cabang, dan malu merupakan bagian dari iman." (HR. al-Bukhari). Pertanyaan penting di sini, mengapa malu merupakan bagian dari iman? Mengapa pula ia disebutkan secara tersendiri dari sekian cabang-cabang iman?
     Ada pun mengapa ia merupakan bagian dari iman, hal ini karena seperti yang dikatakan, Ibn Qutaibah rahimahullah,
"Sesungguhnya malu mencegah pemiliknya dari melakukan perbuatan maksiat sebagaimana iman mencegahnya, maka dinamakan dengan iman. Sebagaimana juga sesuatu dinamakan dengan nama yang mewakilinya."
     Ibn al-Atsir rahimahullah berkata, "Malu yang merupakan watak itu merupakan bagian dari iman. Ia juga sesuatu yang dihasilkan (bukan eksis dengan sendirinya) sebab dengan sifat malunya, si pemalu akan terputus dari perbuatan-perbuatan maksiat sekalipun bukan sebagai tameng atau pencegah baginya. Maka jadilah ia seperti iman yang memutus antara pelaku maksiat dan kemaksiatan. Malu dijadikan sebagian iman karena iman terbagi kepada sikap mengikuti perintah Allah subhanahu wata’ala dan berhenti dari larangan-Nya. Bila sudah berhenti melalui sifat malu, maka ia menjadi sebagian dari iman." (an-Nihayah Fi Gharib al-Hadits, I:470)

KPK jadi tumpuan harapan

      Pengacara senior Adnan Buyung Nasution sudah beberapa kali mendesak Pemerintah cq Presiden SBY dan seluruh jajaran penegak hukumnya agar dalam upaya memberantas KORUPSI dan menegakkan hukum demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, jangan pandang bulu, siapapun KORUPTOR itu harus ditindak tegas!
      Ketegasan Presiden sangat diperlukan dalam upaya pemberantasan Wabah Budaya KORUPSI yang sangat akut yang melanda para pejabat Negara di negeri ini. Presiden SBY  sebaiknya menyadari bahwa masa jabatan sebagai Presiden saat ini sudah mendekati akhir. Ini merupakan kesempatan baik untuk mencetak prestasi yang baik dan berguna bagi bangsa dan Negara. Presiden juga sebaiknya menyadari bahwa, baik dan buruknya prestasi seorang Presiden akan tercatat dalam buku sejarah yang akan dibaca dan dikenang oleh para generasi penerus bangsa.
       Kita juga sangat berharap agar KPK dengan pemimpinnya yang baru dapat  melakukan gebrakan yang sungguh sungguh pro penegakkan hukum dalam rangka memberantas tuntas Budaya KORUPSI dan membela keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
       Sementara itu instansi penegak hukum lainnya, walaupun para pemimpinnya sudah diganti, tetapi belum mampu memberikan/menunjukkan hasil yang berarti dalam upaya mereka memberantas Wabah KORUPSI dan menegakkan keadilan bagi rakyat.
       Sebuah pribahasa Jerman mengatakan: “Der Fisch stinkt vom Kopf her.” - Arti letterlijk: “Ikan busuk mulai dari kepalanya.” - Maknanya: “KORUPSI dimulai dari atas.” Oleh karena itu diperlukan suatu upaya nasional yang melibatkan semua konponen bangsa ini untuk memberantas Budaya KORUPSI ini.  
       Pertanyaannya sekarang bagaimana kalau para ELIT Penegak Hukum menjadi BADUT semua (mudah mudahan tidak)? Kita bersama sama harus berdo’a untuk keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia demi masa depan generasi penerus bangsa ini yakni anak cucu kita semua! (HSH)

NB:
Teri-Koruptorsaurus kalau di Zaman Purbakala pada waktu bumi ini dihuni oleh mahluk mahluk yang bergelar…saurus adalah hampir sama dengan Terranosaurus (atau Tyrex) si pamakan daging. Sedangkan Dinosaurus adalah sipemakan tanaman atau tumbuh tumbuhan.
Paus-Koruptorsaurus, kalau kita ambil referensi dari Zaman …saurus dilihat dai jenis makanan mahluk mahluk tersebut adalah gabungan Terranosaurus dan Dinosaurus yakni merupakan mahluk pemakan semuanya: kekayaan negara yang meliputi uang negara dan kekayaan alam di darat (hutan dan bahan tambang dsb) dan di laut (ikan dan bahan tambang dsb).

No comments:

Post a Comment