Pages

There was an error in this gadget

Friday, 7 October 2011

Pengorbanan Si Ibu~~ (ikhlas)


Pengorbanan Si Ibu~~ (ikhlas)

by Aura Bee on Friday, 28 January 2011 at 10:44
Rasulullah SWT bersabda,"Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati." (Muttafaqun 'alaihi).

"Boleh saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang menutupi wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan kurang menarik. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu, yang tak mampu menahan tangisnya. Sang ibu tahu hidup anak lelakinya itu kurang meggembirakan Anak lelakinya itu terisak-isak berkata, "Seorang budak lelaki besar mengejekku. Katanya, "aku ini makhluk aneh."
Anak lelaki itu smakin dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang muzik dan menulis. Ia ingin menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak nya bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuk anaknya. "Saya yakin saya mampu memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendermakan telinganya," kata dokter.
Kemudian, orangtua nya itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendermakan untuk anaknya. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendermakan telinganya padamu. Kami harus segera menbawamu ke hospital untuk dilakukan pembedahan. Namun, semua ini sangatlah rahsia." kata sang ayah. Pembedahan berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahir dengan cukup sempurna. Bakat muziknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa tahun kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diploma. Ia menemui ayahnya, "Ayah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sekali pun belum membalas kebaikannya."
Ayahnya menjawab,"Ayah yakin kamu takkan mampu membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu" Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan," Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti tahun. Kedua orang tua lelaki itu tetap menyimpan rahasia.
Suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di pinggir jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah istrinya yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah ......... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang skali boleh memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, bukan? "

-------------------------------------------------
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun di dalam hati.
Harta yang hakiki tidak terletak pada apa yang boleh terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat .
Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Subhaanallah, Betapa dahsyatnya karya dan pekerjaan orang-orang yang ikhlas.
 ·  ·  · Share

No comments:

Post a Comment